Houthi Yaman klaim serangan rudal ke kilang Ras Tanura di Arab Saudi
Houthi Yaman mengatakan mereka menghantam kilang Ras Tanura milik Arab Saudi dengan rudal balistik. Koalisi pimpinan Saudi mengatakan telah mencegat rudal, dan otoritas Saudi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
RIYADH — Kelompok Houthi Yaman mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka menyerang kilang minyak Ras Tanura di Provinsi Timur Arab Saudi dengan rudal balistik. Otoritas Saudi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut, menurut Anadolu Agency.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengumumkan serangan itu melalui unggahan di X. Ia mengatakan pasukan kelompok tersebut menembakkan rudal balistik ke kilang itu dan serangan tersebut menyebabkan "kebakaran besar," menurut The New Arab. Anadolu melaporkan bahwa Saree juga mengklaim rudal tersebut mengenai sasarannya.
Klaim ini belum dikonfirmasi secara independen. Kedua sumber tidak melaporkan pernyataan Saudi mengenai kerusakan di lokasi tersebut.
Koalisi mengatakan telah mencegat rudal
Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa mereka telah menembak jatuh tiga rudal yang ditembakkan kelompok tersebut ke arah Provinsi Timur, menurut The New Arab. Koalisi juga mengatakan telah mencegat dua rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh.
Anadolu memberikan jumlah yang lebih luas. Lembaganya melaporkan bahwa koalisi mengatakan telah mencegat empat drone dan tiga rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Arab Saudi pada hari Selasa. Kedua laporan tidak menyebutkan apakah angka tersebut merujuk pada rangkaian peluncuran yang sama, dan sumber-sumber tersebut tidak mendamaikan keduanya.
Lembaga keamanan maritim Vanguard mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Ras Tanura pada dini hari Selasa setelah sebuah serangan. "Kebakaran itu dilaporkan telah terkendali, sementara sejauh mana kerusakan dan dampaknya terhadap operasi pemuatan minyak masih belum jelas saat ini," kata Vanguard, dikutip oleh The New Arab.
Seorang warga Al Khobar, kota di sebelah selatan kompleks Ras Tanura, mengatakan kepada AFP bahwa ia mendengar ledakan sekitar fajar dan menerima peringatan di ponselnya. "Kami menerima peringatan di ponsel lalu mendengar suara dentuman yang sangat keras," kata warga tersebut.
Ledakan di Riyadh
Serangkaian ledakan terdengar di seluruh Riyadh, ibu kota Saudi, dan mengguncang jendela-jendela kantor di pusat kota, menurut The New Arab. Sebuah pesan peringatan singkat meminta warga untuk mencari tempat berlindung.
Terpisah, Pertahanan Sipil Saudi mengaktifkan peringatan dini atas potensi ancaman di Najran, Abha dan Khamis Mushait, lapor Anadolu. Belakangan diumumkan bahwa bahaya telah berlalu. Pihak berwenang tidak menyebutkan jenis ancaman tersebut.
Parlemen Mesir dan tanggapan Houthi
Serangan-serangan itu terjadi sehari setelah parlemen Mesir mengizinkan dukungan militer defensif untuk Arab Saudi. Pemungutan suara itu dilakukan setelah permintaan dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, menurut The New Arab. Laporan tersebut menyebutkan bahwa belum jelas bentuk dukungan itu.
Seorang pejabat Houthi menggambarkan keputusan tersebut sebagai deklarasi perang. "Sungguh luar biasa bahwa ketika orang-orang ini pergi untuk membahas apa yang mereka sebut 'perdamaian di kawasan', Mesir dan parlemennya menyatakan dukungan untuk apa yang disebut pertahanan Kerajaan Arab Saudi, dan dengan melakukan itu, menyatakan perang terhadap Republik Yaman," kata Mohammed Ali al-Houthi, anggota biro politik Houthi, dalam sebuah unggahan di Telegram.
The New Arab juga melaporkan bahwa Houthi mengatakan mereka "tidak takut pada aliansi apa pun yang mungkin dibentuk."
Hal yang belum dikonfirmasi
Beberapa hal masih belum jelas dari laporan yang tersedia. Otoritas Saudi belum mengonfirmasi bahwa kilang tersebut terkena serangan. Sejauh mana kerusakan belum diketahui. Vanguard mengatakan dampak apa pun terhadap operasi pemuatan minyak belum jelas. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan apakah ada korban jiwa.
The New Arab mengatakan, mengutip Vanguard, bahwa kebakaran di Ras Tanura dilaporkan telah terkendali. Keterangan itu belum dikonfirmasi oleh pejabat Saudi. Deskripsi Saree mengenai kebakaran besar juga hanya bersandar pada pernyataan Houthi.
Latar belakang
Fasilitas Ras Tanura terletak di pesisir Teluk Arab Saudi. The New Arab menggambarkannya sebagai salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dan tulang punggung sektor energi kerajaan. Kompleks ini memiliki kapasitas 550.000 barel per hari.
Fasilitas ini berulang kali menjadi sasaran serangan yang disalahkan kepada Iran, menurut The New Arab. Serangan drone pada awal Maret memaksa penghentian sebagian kilang tersebut.
Arab Saudi, ekonomi terbesar di Timur Tengah dan eksportir minyak mentah terbesar di dunia, telah menghadapi serangan selama berminggu-minggu dari Houthi yang didukung Iran, lapor The New Arab. Sasarannya meliputi fasilitas minyak dan situs sipil, termasuk bandara internasional Riyadh.
Anadolu melaporkan bahwa Houthi telah meningkatkan serangan terhadap kerajaan sejak Juli. Menurut laporan tersebut, peluncuran rudal dan drone ke bandara sipil, fasilitas minyak dan situs militer meningkat lagi selama Oktober.
Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan Houthi sejak Maret 2015, menurut Anadolu. Houthi, yang dituduh menerima dukungan Iran, telah menguasai ibu kota Sanaa dan wilayah lain di Yaman sejak September 2014.
Perkembangan berita
- 27 Oktober 2026Suriah membantah mengirim pasukan ke Yaman saat analis menimbang bentuk dukungan lain bagi Arab Saudi
- 27 Oktober 2026Koalisi pimpinan Saudi mengklaim menghancurkan terowongan rudal dan landasan peluncuran Houthi di Yaman
- 28 Oktober 2026Houthi Yaman klaim serangan rudal ke kilang Ras Tanura di Arab Saudi
- 28 Oktober 2026Koalisi mengatakan telah mencegat rudal Houthi yang ditembakkan dari Yaman ke arah Taif
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?