AS perintahkan staf pemerintah nonDarurat tinggalkan Arab Saudi setelah serangan Houthi
Departemen Luar Negeri AS pada Rabu memerintahkan staf nonDarurat dan keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi, dengan alasan meningkatnya serangan Houthi, menurut Antara.

WASHINGTON — Departemen Luar Negeri AS pada Rabu, 21 Oktober, memerintahkan personel pemerintah AS nonDarurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, dengan alasan meningkatnya serangan kelompok Houthi, lapor kantor berita Indonesia Antara.
Semua informasi dalam laporan ini berasal dari Antara, yang menerbitkan laporannya pada 22 Oktober. Zenga News belum memastikan secara independen rincian tersebut.
Dari lokasi, di media sosial
Perintah dan klarifikasi
Menurut Antara, juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan di platform media sosial X bahwa perintah tersebut hanya berlaku untuk Arab Saudi. Ia mengatakan perintah itu tidak mencakup negara-negara lain di Timur Tengah.
"Perintah ini hanya berlaku untuk Arab Saudi, bukan untuk negara-negara lain di kawasan Timur Tengah." — Tommy Pigott, juru bicara Departemen Luar Negeri, dikutip Antara dalam bahasa Indonesia dan diterjemahkan di sini
Antara melaporkan bahwa keputusan itu menyusul meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Menurut Antara, serangan tersebut mencakup serangan yang menargetkan bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya. Pejabat AS yang dikutip Antara mengatakan serangan itu menyebabkan korban sipil dan gangguan parah pada perjalanan.
Peringatan keamanan kedutaan
Antara menyebutkan bahwa, menurut laporan media, Kedutaan Besar AS di Riyadh mengeluarkan peringatan keamanan pada Rabu. Peringatan itu dilaporkan memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan. Antara tidak menyebutkan media yang memuat laporan tersebut, dan tidak memberikan teks peringatan itu.
Imbauan perjalanan yang berlaku
Lembaga tersebut menyebutkan bahwa Arab Saudi saat ini berada di bawah imbauan perjalanan AS Level 3. Level tersebut meminta warga AS untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan karena sejumlah risiko. Antara mencantumkan risiko tersebut sebagai serangan drone dan rudal, konflik bersenjata, dan terorisme.
Laporan Antara memuat foto yang diambil pada Sabtu, 19 September 2026, yang memperlihatkan asap tebal membumbung di dekat Bandara Internasional King Khalid, di sebelah timur laut Riyadh. Keterangan foto menyebutkan sumbernya adalah Xinhua. Laporan itu tidak menyebutkan penyebab asap tersebut. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah foto tersebut berkaitan dengan serangan yang digambarkan Departemen Luar Negeri.
Hal yang belum diketahui
Laporan Antara menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak pegawai pemerintah AS atau anggota keluarga yang terdampak. Laporan itu tidak memberikan batas waktu keberangkatan. Laporan itu juga tidak menyebutkan bandara atau infrastruktur mana yang diserang, berapa jumlah warga sipil yang tewas atau terluka, ataupun kapan korban tersebut terjadi.
Laporan ini juga tidak memuat tanggapan dari Houthi. Tidak ada komentar dari pemerintah Arab Saudi. Laporan itu tidak menyebutkan apakah AS akan mengambil langkah lebih lanjut, misalnya menaikkan imbauan perjalanan ke level yang lebih tinggi.
Latar belakang
Menurut sistem AS yang dikutip Antara, imbauan Level 3 meminta pelancong untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan. Laporan itu menyebutkan bahwa Arab Saudi sudah berstatus tersebut sebelum perintah pada Rabu, karena risiko serangan drone dan rudal, konflik bersenjata, dan terorisme.
Perintah yang dijelaskan Antara merupakan langkah yang melampaui imbauan perjalanan. Perintah ini menyangkut staf pemerintah AS, bukan pelancong swasta. Menurut laporan tersebut, perintah ini juga hanya berlaku bagi personel yang tidak tergolong staf darurat. Antara tidak menjelaskan bagaimana Departemen Luar Negeri mendefinisikan kategori tersebut, dan tidak menyebutkan fungsi kedutaan atau konsuler mana yang akan tetap berjalan.
Laporan Antara ditulis oleh Xinhua dan disunting oleh Imam Budilaksono.
Sumber
Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?