Skip to content
Zenga News

Trump: perang Iran akan berakhir cepat dengan kemenangan AS

Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Iran akan berakhir sangat cepat dengan kemenangan Amerika, menurut Al Jazeera Arabic. Teheran sedang menimbang rancangan kesepakatan baru yang diajukan Qatar untuk mengakhiri pertempuran.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 4 menit baca
File photo: The White House lit with the LGBT rainbow flag in celebration of the passing of same-sax marriage
File photo: The White House lit with the LGBT rainbow flag in celebration of the passing of same-sax marriage Foto: White House / Wikimedia Commons · Public domain

WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Iran akan berakhir sangat cepat dan bahwa Amerika Serikat akan memenangkannya, menurut sebuah unggahan di kanal Telegram Al Jazeera Arabic. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Dalam unggahan itu, kanal tersebut mengutip Trump yang mengatakan AS akan menang "sama seperti kami menang di Venezuela". Unggahan itu merupakan peringatan singkat berita terkini. Tidak ada rincian mengenai di mana atau kapan Trump menyampaikan pernyataan itu, ataupun maksudnya tentang kemenangan. Unggahan itu tercantum dengan waktu 27 Oktober 2026.

Dari lokasi, di media sosial

Secara terpisah, BBC Persian melaporkan di laman langsungnya bahwa Trump mengatakan kepada sebuah kampanye pemilihan bahwa ia tidak akan mengubah keputusannya untuk menyerang Iran jika ia bisa kembali ke masa lalu. Menurut ringkasan penyiar tersebut, ia menggambarkan perang itu sebagai salah satu hal "terbaik" yang pernah ia lakukan. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan apakah ini merupakan penampilan yang sama dengan yang disebut dalam unggahan Telegram.

Netanyahu dan Pentagon

BBC Persian juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada para pendukungnya tentang "kesempatan unik". Ia mengatakan Israel, bersama Trump, dapat menghilangkan ancaman Iran "untuk selamanya". Laman langsung itu menyebutkan bahwa pernyataannya disampaikan ketika hasil pemilihan umum Israel sedang dilaporkan. Laman itu tidak menyebutkan tanggal atau tempat pidatonya.

Halaman yang sama mengutip Pentagon yang menyebut bahwa Amerika Serikat sejauh ini telah menghabiskan 47 miliar dolar AS untuk perang Iran. BBC Persian tidak menyebutkan kapan Pentagon membuat pernyataan tersebut. Laman itu juga tidak menjelaskan bagaimana angka tersebut dihitung.

Tanggapan Iran

Pemerintah Iran mengkritik komentar Trump tentang yang disebut laman langsung itu sebagai pemahaman Islamabad. Dalam pernyataan yang dikutip BBC Persian, Iran menyatakan bahwa pernyataan Trump menjadi bukti lebih lanjut bahwa Amerika Serikat mengabaikan komitmen internasionalnya. Laman itu tidak menjelaskan isi pemahaman tersebut.

Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan kepada rapat kabinet bahwa para menteri, kepala lembaga, dan wakil harus tetap siap sepenuhnya sambil mengelola dan menekan biaya. Ia mengatakan pemerintah akan berupaya beranjak dari situasi "tidak perang, tidak damai". Ia juga meminta lembaga-lembaga negara bersiap menghadapi "perubahan kondisi" di dalam negeri.

Kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memberi pengarahan kepada kabinet mengenai kunjungan delegasi Qatar. Ia juga menjelaskan konsultasi dengan tiga pejabat senior dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Menurut IRNA, pertemuan-pertemuan itu mencakup peringatan tentang kemungkinan tindakan militer Israel, dengan dukungan AS.

Rancangan kesepakatan Qatar

BBC Persian mengutip Reuters, yang mengutip sumber tak disebutkan namanya yang mengetahui persoalan ini. Menurut sumber tersebut, mediator Qatar menyerahkan kepada pejabat Iran rancangan perjanjian baru untuk mengakhiri perang pada hari Minggu. Iran diperkirakan akan memberi tanggapan pada akhir pekan.

Sumber itu juga mengatakan adanya kekhawatiran, sebelum pertemuan empat pihak di Teheran pada hari Senin, bahwa Netanyahu mungkin melanjutkan serangan pada pekan itu. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan pihak-pihak dalam pertemuan itu. Mereka juga tidak menjelaskan apa yang akan dicakup serangan tersebut.

Perselisihan dengan Qatar

Iran dan Qatar juga saling melontarkan kritik secara terbuka. Menurut IRNA, Mahmoud Maleki, kepala kantor hubungan masyarakat kementerian luar negeri Iran, menanggapi pernyataan Ibrahim al-Hashemi, yang memimpin departemen komunikasi kementerian luar negeri Qatar.

Al-Hashemi mengatakan Qatar dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk lainnya berulang kali menyatakan kesiapan mereka untuk membentuk kerangka keamanan regional. Ia mengatakan kini terserah kepada Teheran untuk mematuhi prinsip-prinsip yang diusulkan dan menunjukkan iktikad baik. Ia menambahkan bahwa Iran harus mewujudkan sikap yang telah dinyatakannya menjadi tindakan, berhenti mengancam negara-negara kawasan, dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Maleki mengatakan Iran mengharapkan semua negara, termasuk Qatar, menunjukkan iktikad baik timbal balik dalam kebijakan mereka. Laporan BBC Persian tentang pernyataannya terpotong. Disebutkan bahwa ia meminta Qatar menghindari pengulangan tindakan tertentu, terutama mengizinkan "pihak agresor" menggunakan wilayah dan fasilitasnya untuk agresi militer terhadap Iran. Seorang pejabat senior kementerian luar negeri Iran secara terpisah mendesak Qatar untuk "mematuhi tuntutan mediasi" dan lebih berhati-hati dalam komentar medianya.

Kunjungan ke Moskow

Pezeshkian kembali ke Iran setelah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, di sela-sela KTT negara-negara pengekspor gas, demikian dilaporkan BBC Persian. Ringkasan itu menyebutkan bahwa ia juga bertemu emir Qatar. Surat kabar Iran memberitakan pertemuan dengan Putin secara luas. Menurut BBC Persian, surat kabar Donya-e-Eqtesad dan Etemad menyebutnya penting di tengah ketegangan tinggi antara Iran dan Amerika Serikat serta kemungkinan putaran serangan militer lainnya.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa halaman depan media Teheran sebagian besar mengabaikan pemilihan umum Israel. Kantor berita utama Iran dan televisi pemerintah memberikan porsi liputan yang besar terhadap hasil pemilihan tersebut.

Yang belum dikonfirmasi

Unggahan Telegram menjadi satu-satunya sumber untuk pernyataan Trump tentang kemenangan cepat dan perbandingan dengan Venezuela. Tidak ada transkrip resmi atau rekaman video pernyataan tersebut dalam materi yang ditinjau. Sumber-sumber tersebut tidak menjelaskan langkah militer atau diplomatik apa yang dipertimbangkan Trump. Mereka juga tidak menyebutkan apakah Iran akan menerima rancangan Qatar atau bagaimana tanggapannya terhadap pernyataan Trump.

Latar belakang

Sumber-sumber tersebut menggambarkan perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah melewati setidaknya satu jeda atau pemahaman, dan mengindikasikan bahwa putaran serangan lanjutan dikhawatirkan. Frasa Pezeshkian "tidak perang, tidak damai" menunjukkan situasi yang belum terselesaikan. Qatar berperan sebagai mediator. Perannya diuji oleh perselisihan dengan Teheran mengenai keamanan di kawasan Teluk dan pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait