Skip to content
Zenga News

Arab Saudi eksekusi dua warga negara Bangladesh atas "tindakan tidak senonoh" di masjid Mekkah

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan telah mengeksekusi seorang pria dan seorang wanita Bangladesh yang dihukum atas perbuatan di sebuah masjid di Mekkah. Bangladesh menyatakan tidak diberi tahu sebelumnya dan telah meminta informasi kepada Riyadh.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Supplicating Pilgrim at Masjid Al Haram . Mecca , Saudi Arabia .
File photo: Supplicating Pilgrim at Masjid Al Haram . Mecca , Saudi Arabia . Foto: Ali Mansuri / Wikimedia Commons · CC BY-SA 2.5

MEKKAH — Arab Saudi telah mengeksekusi seorang pria dan seorang wanita Bangladesh yang dihukum karena "tindakan tidak senonoh" di dalam sebuah masjid di Mekkah, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Bangladesh menyatakan tidak diberi tahu sebelumnya, menurut laporan yang diterbitkan pada 19 dan 20 Oktober 2026.

Associated Press melaporkan bahwa kementerian mengutip "beratnya dan keseriusan tindakan mereka dalam melanggar kesucian waktu dan tempat". Menurut AP, kementerian tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Rincian kasus

The Maravi Post, media berbasis di Malawi, mengutip pernyataan yang dimuat oleh Saudi Press Agency. Disebutkan bahwa eksekusi dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, di wilayah Mekkah. The Maravi Post menyebut AP, BBC dan Al Jazeera juga melaporkan pernyataan tersebut. Zenga News belum melihat sendiri pernyataan asli tersebut.

Menurut laporan itu, aparat keamanan menangkap keduanya, lalu mereka didakwa dan diserahkan ke pengadilan. Pengadilan menyatakan mereka bersalah dan menjatuhkan hukuman mati berdasarkan ta'zir, yang oleh laporan tersebut digambarkan sebagai bentuk hukuman diskresioner dalam hukum Islam.

"Putusan tersebut dikuatkan oleh otoritas peradilan yang berwenang sebelum perintah kerajaan mengesahkan eksekusi," kata kementerian dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip The Maravi Post.

Kementerian juga menyatakan pemerintah tetap berkomitmen untuk melindungi kesucian masjid di Mekkah dan Madinah, menurut laporan The Maravi Post.

Tanggapan Bangladesh

Bangladesh menyatakan tidak diberi tahu sebelum hukuman dilaksanakan, menurut AP. Bangladesh telah meminta informasi kepada Arab Saudi.

The Maravi Post, mengutip The Daily Star dan Gulf News, melaporkan bahwa Konsulat Jenderal Bangladesh di Jeddah dan Kementerian Luar Negeri di Dhaka sama-sama menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Keduanya dilaporkan secara resmi meminta rincian dari otoritas Saudi, termasuk latar belakang kedua orang tersebut dan pengaturan atas jenazah mereka.

The Maravi Post juga melaporkan bahwa kerabat pria tersebut di Bangladesh membantah klaim di media sosial bahwa keduanya menikah. Keluarga menyatakan mereka tidak memiliki hubungan keluarga satu sama lain dan hanya memiliki pengetahuan terbatas tentang kasus ini. Zenga News tidak dapat memverifikasi hal ini secara independen.

Hal yang belum dikonfirmasi

Pernyataan Saudi, sebagaimana dikutip, menggunakan istilah "tindakan tidak senonoh" tanpa uraian lebih lanjut. The Maravi Post menyebut "berbagai laporan media internasional" menggambarkan perbuatan tersebut sebagai hubungan seksual di dalam masjid. Laporan AP yang tersedia bagi Zenga News tidak merinci perbuatan tersebut, dan klaim ini belum dikonfirmasi oleh otoritas Saudi.

Sumber-sumber berbeda dalam hal waktu. The Maravi Post menyebut 14 Oktober sebagai tanggal eksekusi. Laporan AP, yang diterbitkan pada 20 Oktober, tidak mencantumkan tanggal.

Hingga 19 Oktober, menurut The Maravi Post, tidak ada rincian resmi tambahan yang dirilis selain pengumuman Kementerian Dalam Negeri. Kementerian belum menyatakan apakah keduanya didampingi penasihat hukum atau apakah mereka dapat mengajukan banding di luar tinjauan pengadilan yang disebutkan.

Latar belakang

AP merangkum kasus ini sebagai bagian dari rangkuman berita Timur Tengah yang lebih luas pada hari Senin. Rangkuman tersebut juga mencakup penangkapan oleh polisi Israel di Tepi Barat, pendanaan kemanusiaan di Gaza, serta serangan Houthi di Yaman dan Arab Saudi. Perkembangan tersebut tidak berkaitan dengan eksekusi.

Identitas kedua orang tersebut hanya dilaporkan oleh satu media. Zenga News menahan nama mereka hingga ada konfirmasi lebih lanjut.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait