Skip to content
Zenga News

Koalisi pimpinan Saudi mengklaim menghancurkan terowongan rudal dan landasan peluncuran Houthi di Yaman

Koalisi pimpinan Saudi mengklaim telah menyerang lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal serta posisi garis depan yang dikuasai Houthi di Yaman. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Kaukaban, Yemen
File photo: Kaukaban, Yemen Foto: Tariq Ahmed / Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0

YAMAN — Koalisi pimpinan Saudi menyatakan pada 26 Oktober 2026 bahwa mereka telah melancarkan operasi militer terhadap sasaran Houthi di Yaman, termasuk terowongan yang digunakan untuk menyimpan rudal balistik dan landasan yang digunakan untuk meluncurkannya.

Koalisi menggambarkan tindakan tersebut sebagai operasi yang "bertujuan menetralisasi sumber ancaman," menurut laporan Middle East Eye. Klaim ini berasal dari koalisi itu sendiri. Sumber-sumber yang ditinjau tidak mencakup konfirmasi independen.

Dari lokasi, di media sosial

Apa yang diklaim koalisi telah diserang

Menurut Middle East Eye, koalisi menyatakan telah menghancurkan lima terowongan yang digunakan Houthi untuk menyimpan rudal balistik. Koalisi juga menyatakan telah menghancurkan satu gudang rudal dan empat landasan yang digunakan untuk meluncurkan rudal balistik.

Koalisi juga menyatakan telah melakukan operasi terhadap "benteng, kumpulan anggota, dan peralatan militer Houthi di sepanjang garis depan di dalam Yaman," lapor Middle East Eye. Laporan tersebut tidak merinci sasaran-sasaran itu dan tidak memberikan angka peralatan yang dihancurkan.

Koalisi menggambarkan respons

Sebuah unggahan di saluran Telegram Al Arabiya, yang diterbitkan pukul 04.14 GMT pada 26 Oktober, memuat judul yang mengaitkan pernyataan kepada koalisi. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa koalisi telah melakukan "operasi kualitatif" untuk menetralisasi sumber ancaman. Operasi itu digambarkan sebagai respons terhadap apa yang disebut koalisi sebagai serangan berulang dari "milisi Houthi."

Unggahan Telegram tersebut merupakan item media sosial dan belum diverifikasi. Penyebutan "milisi" adalah karakterisasi koalisi sebagaimana dilaporkan saluran tersebut. Itu bukan deskripsi yang telah dikonfirmasi oleh Zenga News.

Middle East Eye menerbitkan laporannya sekitar 80 menit kemudian, pukul 05.38 GMT. Media itu menyajikan pernyataan koalisi dalam siaran langsung dan mengaitkan setiap klaim kepada koalisi. Media tersebut menggunakan kata "mengklaim" untuk operasi di garis depan.

Yang belum dikonfirmasi

Laporan yang tersedia menyisakan beberapa pertanyaan terbuka.

  • Lokasi. Tidak ada sumber yang menyebutkan di mana di Yaman terowongan, gudang, landasan peluncuran, atau posisi garis depan berada.
  • Waktu. Sumber-sumber tidak menyebutkan kapan serangan terjadi atau berapa lama operasi berlangsung. Mereka hanya memberikan waktu ketika pernyataan dilaporkan.
  • Korban jiwa. Kedua laporan tidak menyebutkan kematian, cedera, atau korban sipil. Tidak ada angka korban dari sumber mana pun.
  • Tanggapan Houthi. Sumber-sumber tidak memuat pernyataan dari Houthi. Tidak disebutkan apakah kelompok itu membenarkan atau membantah klaim koalisi tentang apa yang dihancurkan.
  • "Serangan berulang". Unggahan Telegram merujuk pada serangan Houthi yang berulang sebagai alasan operasi tersebut. Materi tidak menyebutkan serangan mana yang dimaksud, kapan terjadinya, atau siapa sasarannya.
  • Verifikasi independen. Tidak ada pengamat, jurnalis, atau badan internasional independen yang dikutip membenarkan kerusakan yang digambarkan.

Angka lima terowongan, satu gudang, dan empat landasan peluncuran hanya berasal dari pernyataan koalisi sendiri. Sampai Houthi, pemantau independen, atau media lain melaporkan serangan tersebut, angka-angka itu tetap merupakan klaim.

Latar belakang

Koalisi dipimpin oleh Arab Saudi dan sedang berperang melawan Houthi di Yaman. Laporan Middle East Eye merujuk pada "garis depan di dalam Yaman," yang menunjukkan bahwa garis pertempuran darat masih ada. Sumber-sumber tidak menjelaskan di mana garis-garis tersebut berada atau bagaimana perubahannya.

Pernyataan koalisi dalam kedua laporan mengikuti pola yang serupa. Operasi itu disajikan sebagai sasaran kemampuan, seperti rudal balistik yang disimpan dan siap diluncurkan, bukan sebagai serangan terhadap wilayah tertentu. Kedua laporan membingkai tindakan tersebut sebagai respons terhadap permusuhan Houthi. Laporan-laporan itu tidak memberikan bukti untuk pembingkaian tersebut.

Zenga News akan memperbarui laporan ini jika Houthi memberikan tanggapan, jika koalisi merilis rincian lebih lanjut, atau jika konfirmasi independen atas serangan tersebut tersedia.

Perkembangan berita

  1. 21 Oktober 2026Delapan nelayan tewas dalam serangan terhadap perahu di Taiz, Yaman, kata kementerian
  2. 21 Oktober 2026Rudal balistik Houthi menargetkan bandara Aden, lapor Al-Arabiya
  3. 27 Oktober 2026Suriah membantah mengirim pasukan ke Yaman saat analis menimbang bentuk dukungan lain bagi Arab Saudi
  4. 27 Oktober 2026Koalisi pimpinan Saudi mengklaim menghancurkan terowongan rudal dan landasan peluncuran Houthi di Yaman

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait