WFP peringatkan krisis kelaparan di Tepi Barat
Program Pangan Dunia PBB memperingatkan bahwa kekerasan oleh pemukim Israel dan meningkatnya kerawanan pangan dapat memicu krisis kelaparan di Tepi Barat yang diduduki, menurut sebuah unggahan Telegram dari Anadolu Ajansı.

TEPI BARAT — Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperingatkan bahwa Tepi Barat sedang menuju krisis kelaparan, menurut sebuah unggahan di Telegram dari kantor berita Turki Anadolu Ajansı. Unggahan tersebut dipublikasikan pada 19 Oktober 2026.
Unggahan itu menyebutkan bahwa WFP memperingatkan kekerasan oleh warga Israel terhadap lahan milik warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, bersama dengan meningkatnya kerawanan pangan, dapat memicu krisis kelaparan. Laporan tersebut menggambarkan situasi ini sebagai kondisi ketika kekhawatiran terkait hak asasi manusia dan keamanan terus berlangsung.
Menurut unggahan yang sama, kerawanan pangan di wilayah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat selama tiga tahun terakhir. Disebutkan pula bahwa sekitar 1 juta warga Palestina kini membutuhkan bantuan pangan. Unggahan itu tidak menyebutkan survei atau kumpulan data mana yang menjadi sumber angka-angka tersebut, dan pernyataan asli WFP tidak termasuk dalam materi yang ditinjau untuk laporan ini.
Unggahan tersebut tidak memuat pernyataan dari WFP, pemerintah Israel, maupun Otoritas Palestina terkait peringatan ini. Unggahan itu juga tidak menyebutkan berapa banyak orang yang terdampak kekerasan pemukim dalam beberapa bulan terakhir, atau apakah ada operasi bantuan baru yang direncanakan.
Unggahan Anadolu Ajansı merupakan konten media sosial dan belum dikonfirmasi oleh rilis WFP maupun media lain. Oleh karena itu, angka kerawanan pangan dan jumlah orang yang membutuhkan bantuan hanya dikaitkan dengan unggahan tersebut.
Latar belakang
Tepi Barat merupakan wilayah yang diduduki Israel sejak perang Timur Tengah 1967. Warga Palestina yang tinggal di sana berada di bawah kendali militer Israel, sementara permukiman Israel yang dibangun di wilayah tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional oleh sebagian besar masyarakat internasional. Israel membantah posisi ini.
Kerawanan pangan di Tepi Barat dalam laporan PBB sebelumnya dikaitkan dengan pembatasan pergerakan, pos pemeriksaan, hilangnya pendapatan, dan akses terhadap lahan. WFP telah menjalankan program bantuan pangan di wilayah Palestina selama bertahun-tahun. Pernyataan lembaga ini mengenai Tepi Barat biasanya berfokus pada dampak ekonomi dari pembatasan dan konflik terhadap rumah tangga.
Laporan mengenai serangan pemukim terhadap desa dan lahan pertanian Palestina meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menurut kelompok hak asasi dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Unggahan Anadolu Ajansı merujuk pada kekerasan terhadap lahan Palestina, tetapi tidak memberikan rincian mengenai insiden tertentu.
Perkembangan berita
- 20 Oktober 2026MSF reports intimidation of Palestinians by settlers in West Bank
- 20 Oktober 2026UNICEF: Lebih dari 60.000 anak di Gaza kehilangan orang tua
- 20 Oktober 2026Tembakan Israel tewaskan empat warga Palestina di Gaza, kata petugas medis
- 20 Oktober 2026Jerusalem church leaders urge international community to protect Palestinians
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?