Skip to content
Zenga News

PBB: 19,2 juta orang di Afganistan menghadapi rawan pangan akut musim dingin ini

Badan kemanusiaan PBB OCHA memproyeksikan rawan pangan akut di Afganistan akan meningkat menjadi 19,2 juta orang selama musim paceklik musim dingin, menurut Arab News.

Onur Irmako
Zenga News Desk Asia · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Kabul skyline.
File photo: Kabul skyline. Foto: Jim Kelly / Wikimedia Commons · CC BY 2.0

JENEWA — Jumlah orang di Afganistan yang menghadapi rawan pangan akut diproyeksikan naik menjadi 19,2 juta orang selama musim paceklik musim dingin, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa, menurut Arab News.

Lima juta dari orang-orang tersebut diperkirakan menghadapi tingkat kelaparan darurat, kata PBB, sebagaimana dilaporkan media tersebut. Musim paceklik berlangsung dari November hingga April, menurut laporan yang sama.

Pernyataan PBB

Olga Cherevko, juru bicara OCHA untuk Afganistan, badan kemanusiaan PBB, menyampaikan angka-angka tersebut dalam konferensi pers di Jenewa, lapor Arab News.

"Jumlah orang yang menghadapi rawan pangan akut diproyeksikan naik menjadi 19,2 juta, dan lima juta di antaranya diperkirakan menghadapi tingkat kelaparan darurat," kata Cherevko, menurut Arab News.

Ia menggambarkan tingkat darurat itu sebagai "satu langkah dari kelaparan," lapor media tersebut.

Angka-angka ini merupakan proyeksi. Arab News tidak melaporkan bahwa jumlah tersebut telah tercapai. Media itu menyebutkan bahwa angka tersebut diperkirakan berlaku sepanjang musim paceklik musim dingin, antara November dan April.

Yang tidak disebutkan dalam laporan

Artikel Arab News ini singkat dan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang cara PBB sampai pada perkiraannya. Artikel itu tidak menyebutkan apa yang mendorong peningkatan yang diperkirakan, dan tidak memberikan perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga tidak menyebutkan provinsi mana yang paling terdampak. Laporan itu tidak menyinggung berapa besar dana yang telah diterima atau dibutuhkan OCHA maupun badan bantuan lain untuk operasi mereka di Afganistan.

Arab News tidak menyertakan tanggapan dari otoritas Afganistan maupun dari organisasi bantuan lain. Zenga News belum memverifikasi angka-angka ini secara independen. Seluruh rincian dalam laporan ini dikaitkan dengan kisah Arab News tentang pengarahan di Jenewa.

Latar belakang

Rawan pangan akut adalah istilah yang digunakan PBB dalam pengarahan tersebut, sebagaimana dilaporkan Arab News. Menurut kisah media tersebut, tingkat kelaparan darurat yang diperkirakan akan dialami lima juta orang berada satu langkah di bawah kelaparan, menurut Cherevko.

OCHA, yang diwakili Cherevko untuk urusan Afganistan, menggelar pengarahan di Jenewa. Laporan Arab News dipublikasikan pada 20 Oktober 2026, dan ringkasannya menggambarkan proyeksi tersebut mencakup bulan-bulan musim dingin.

Bagi pembaca yang mengikuti berita Afganistan saat ini, poin utama dalam sumber hanya terbatas pada tiga angka dan satu rentang waktu. Yaitu 19,2 juta orang yang menghadapi rawan pangan akut, lima juta di antaranya diperkirakan menghadapi kelaparan darurat, dan musim paceklik dari November hingga April. Pembaruan lebih lanjut dari OCHA atau badan PBB lain diperlukan untuk memastikan bagaimana situasi berkembang dan apakah proyeksi itu berubah.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026Militer Pakistan membalas tembakan lintas perbatasan dari Afghanistan, sumber keamanan menyebutkan
  2. 19 Oktober 2026Uni Eropa kecam pembatasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Afganistan
  3. 20 Oktober 2026PBB: 19,2 juta orang di Afganistan menghadapi rawan pangan akut musim dingin ini
  4. 20 Oktober 2026Pakistan FM Dar urges Taliban to stop terror from Afghan soil

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait