Tembakan Israel tewaskan empat warga Palestina di Gaza, kata petugas medis
Serangan udara dan tembakan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina dalam insiden terpisah di Jalur Gaza pada Selasa, menurut pejabat kesehatan. Militer Israel mengatakan telah menyerang seorang militan.

KOTA GAZA — Serangan udara dan tembakan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina dalam insiden terpisah di seluruh Jalur Gaza pada Selasa, 20 Oktober 2026, kata pejabat kesehatan. Korban tewas termasuk sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki berusia 17 tahun.
Petugas medis mengatakan serangan udara Israel menewaskan Akram Yassin dan istrinya, Dina Abu Baker, di sebuah apartemen di Kota Gaza. Warga Palestina memeriksa lokasi tersebut sebelum berkumpul untuk pemakaman pasangan itu.
Di Khan Younis, di selatan, petugas medis mengatakan seorang anak laki-laki berusia 17 tahun tewas akibat tembakan Israel di dekat lingkungan Qizan Al-Najar. Petugas medis juga mengatakan seorang lain tewas akibat tembakan Israel di pinggiran Zeitoun, timur Kota Gaza. Secara keseluruhan, kematian ini membuat jumlah korban pada Selasa menjadi sedikitnya empat orang, menurut pejabat kesehatan.
Militer Israel mengatakan telah menyerang seorang militan di wilayah Kota Gaza, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Militer belum memberikan komentar atas kedua insiden tembakan tersebut.
Mahmoud Yassin, yang saudaranya tewas, mengatakan wilayah itu dalam praktiknya tidak berada dalam gencatan senjata. "Seharusnya kita berada dalam masa gencatan senjata, tapi jujur saja, kami tidak melihat gencatan senjata atau apa pun," katanya. "Perang masih berlangsung, pembunuhan terus terjadi, dan penembakan belum berhenti."
Israel mengatakan kelompok militan Hamas terus mempersenjatai kembali diri dan melancarkan serangan dengan melanggar gencatan senjata. Israel telah meningkatkan serangan terhadap kelompok tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Hamas membantah berupaya melakukan serangan atau membangun kembali persenjataannya. Kelompok itu menuduh Israel merusak kesepakatan damai Gaza.
Dari laporan yang tersedia, belum jelas siapa orang yang tewas di Zeitoun, dan laporan tersebut tidak menyebutkan identitas militan yang menjadi sasaran serangan di Kota Gaza. Unggahan media sosial dari saluran Arab Al Jazeera dan saluran Telegram Mubasher memberikan jumlah korban yang sama, yaitu empat orang, termasuk seorang anak dan seorang perempuan, dengan mengutip sumber di rumah sakit Gaza. Unggahan tersebut belum dikonfirmasi oleh laporan media itu sendiri maupun pernyataan resmi.
Latar belakang
Gencatan senjata, yang dimediasi Amerika Serikat setahun lalu, menyerukan rekonstruksi wilayah tersebut pada akhirnya. Sedikit kemajuan telah dicapai menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan itu mencakup ketentuan agar Hamas melucuti senjatanya dan agar Israel menarik pasukannya.
Pejabat kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 1.500 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata berlaku. Israel mengatakan empat tentaranya tewas oleh militan di Gaza dalam periode yang sama.
Perkembangan berita
- 20 Oktober 2026MSF reports intimidation of Palestinians by settlers in West Bank
- 20 Oktober 2026UNICEF: Lebih dari 60.000 anak di Gaza kehilangan orang tua
- 20 Oktober 2026Tembakan Israel tewaskan empat warga Palestina di Gaza, kata petugas medis
- 20 Oktober 2026Jerusalem church leaders urge international community to protect Palestinians
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Arab Newsen · 20 Oktober 2026
- Middle East Eyeen · 20 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 20 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 20 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?