Kepala HAM PBB sebut serangan Houthi ke bandara Saudi menimbulkan pertanyaan kejahatan perang
Volker Turk mengatakan kepada Arab News bahwa serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi dapat termasuk kejahatan perang. Ia juga mengecam penahanan 71 staf PBB di Yaman.

NEW YORK CITY — Komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, Volker Turk, mengatakan serangan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap bandara-bandara di Arab Saudi menimbulkan pertanyaan tentang kejahatan perang, menurut laporan Arab News mengenai konferensi pers Turk pada Rabu.
Arab News melaporkan bahwa Turk menyatakan hukum humaniter internasional hanya mengizinkan serangan terhadap bandara sipil jika bandara tersebut merupakan sasaran militer yang sah. "Jika Anda mulai menyerang warga sipil, infrastruktur sipil, hal itu memang menimbulkan pertanyaan tentang kejahatan perang," katanya, menurut media tersebut.
Dari lokasi, di media sosial
Turk mengatakan dirinya "sangat khawatir tentang eskalasi yang kita saksikan," lapor Arab News.
Staf PBB yang ditahan
Arab News menyebutkan bahwa Turk kembali menyoroti kasus 71 pekerja PBB yang ditahan kelompok Houthi di Yaman. Delapan di antaranya berasal dari kantornya sendiri, dan sebagian telah ditahan selama bertahun-tahun, menurut laporan tersebut.
"Ini sama sekali tidak dapat diterima," kata Turk, sebagaimana dikutip Arab News. Ia menggambarkan penahanan tersebut sebagai "pelanggaran paling mencolok" terhadap hak istimewa dan kekebalan yang diberikan kepada staf PBB. Ia mengatakan para tahanan ditahan dalam kondisi "sangat, sangat buruk" dan "harus dibebaskan tanpa syarat dan segera," menurut media tersebut.
Serangan terhadap bandara
Arab News melaporkan bahwa Turk sebelumnya pada bulan ini mengecam serangkaian serangan Houthi terhadap bandara di Arab Saudi. Media tersebut menyebutkan bahwa serangan itu menewaskan atau melukai puluhan warga Saudi dan warga negara asing. Pada saat itu, menurut Arab News, Turk menyerukan penyelidikan serius dan agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Menurut Arab News, lima bandara di kerajaan tersebut, termasuk King Khalid International di Riyadh, telah diserang sejak 5 Oktober. Media itu memberikan angka sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 350 orang terluka. Media tersebut tidak menyebutkan pihak yang memberikan angka-angka itu.
Arab News melaporkan bahwa Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, mengatakan pada 15 Oktober bahwa King Khalid International saja telah menjadi sasaran 20 kali sejak awal bulan. Media tersebut menyebutkan serangan masih berlanjut dan bahwa koalisi menyatakan pada Rabu telah mencegat rudal balistik Houthi yang ditembakkan ke arah kota Taif.
Pernyataan lain
Arab News juga menyebutkan bahwa Turk berbicara tentang Israel, tempat para pemilih mendatangi tempat pemungutan suara dalam pemilihan umum pada Selasa. Ia mendesak pemerintah berikutnya agar tidak melanjutkan "jalur peperangan saat ini, ketika Anda merasa berada di atas hukum internasional," menurut laporan tersebut. Ia mengatakan berharap pemerintah itu akan "mengubah arah secara besar-besaran."
Turk mengatakan pemantauan dan pelaporan kantornya di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah tetap menjadi "fungsi yang sangat penting," lapor Arab News.
Media tersebut menyebutkan bahwa ia menolak anggapan bahwa kantornya diam mengenai Hamas. Turk mengatakan dirinya telah "berulang kali" mengecam serangan 7 Oktober dan bahwa kantornya memantau Hamas dan Otoritas Palestina serta otoritas Israel. Menurut Arab News, ia mengatakan kantornya "sangat khawatir" tentang laporan eksekusi warga Palestina di Gaza, yang ia sebut "pada dasarnya, pembunuhan di luar hukum."
Arab News juga melaporkan bahwa Turk mengatakan warga Palestina di Gaza terkurung di kurang dari 30 persen wilayah dan menghadapi ancaman "pembunuhan yang terus berlangsung" oleh pasukan Israel.
Mengenai Lebanon, Turk mengatakan kepada Arab News bahwa warga yang mengungsi dari selatan telah menceritakan kepadanya tentang pembongkaran rumah dan kehancuran wilayah di sepanjang perbatasan dengan Israel. Ia mengingat kunjungannya pada akhir Juli, ketika ia meninjau lingkungan yang dibom di Beirut, menurut laporan tersebut.
Rincian dalam laporan ini berasal dari satu sumber, Arab News, dan belum dikonfirmasi secara independen di sini.
Perkembangan berita
- 27 Oktober 2026Koalisi pimpinan Saudi mengklaim menghancurkan terowongan rudal dan landasan peluncuran Houthi di Yaman
- 28 Oktober 2026Houthi Yaman klaim serangan rudal ke kilang Ras Tanura di Arab Saudi
- 28 Oktober 2026Koalisi mengatakan telah mencegat rudal Houthi yang ditembakkan dari Yaman ke arah Taif
- 29 Oktober 2026Kepala HAM PBB sebut serangan Houthi ke bandara Saudi menimbulkan pertanyaan kejahatan perang
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?