Skip to content
Zenga News

Iran dan Rusia sepakat tidak ada solusi militer untuk isu kawasan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Moskow meyakini masalah kawasan memerlukan diplomasi, setelah berunding dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov, menurut Antara.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Due to the heat, people place giant air conditioners on their rooves. Those air conditioners work day and night.
File photo: Due to the heat, people place giant air conditioners on their rooves. Those air conditioners work day and night. Foto: GolhaMedia / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan pada Senin, 19 Oktober, bahwa Iran dan Rusia sepakat masalah kawasan tidak memiliki solusi militer dan harus diupayakan melalui diplomasi, menurut Antara.

Antara, dengan mengutip kantor berita negara Iran IRNA, melaporkan bahwa Araghchi berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang sedang berkunjung. Acara itu digelar setelah pembicaraan keduanya di Teheran. Laporan Antara dicantumkan dengan keterangan sumber dari Xinhua. Laporan ini hanya bersandar pada keterangan Antara, dan pernyataan di bawah ini belum diverifikasi secara independen.

Ketidakamanan di Teluk

Menurut Antara, Araghchi mengatakan ketidakamanan di Teluk dan Selat Hormuz merupakan akibat langsung dari agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia mengatakan agresi itu dimulai pada 28 Februari dan terus berlanjut dalam berbagai bentuk hingga saat ini.

Antara tidak melaporkan adanya tanggapan dari Washington maupun Israel atas pernyataan tersebut.

Penentangan terhadap kebijakan AS

Araghchi mengatakan Iran dan Rusia sepenuhnya sepakat menentang apa yang disebutnya "unilateralisme agresif" oleh Amerika Serikat, menurut Antara. Ia mengatakan kedua negara akan bekerja sama di tingkat internasional untuk memperkuat multilateralisme dan melindungi hukum internasional.

Pernyataan Lavrov

Lavrov menggambarkan pertemuannya dengan Araghchi sebagai pertemuan yang bermanfaat, transparan, dan terbuka, menurut Antara. Dalam teks Antara berbahasa Indonesia, ia dikutip mengatakan bahwa kedua pihak melihat pertumbuhan perdagangan bilateral yang cepat dan berkelanjutan.

Lavrov juga mengatakan para spesialis dan tenaga ahli teknis Rusia secara bertahap kembali ke proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di selatan Iran, menurut laporan tersebut. Ia menambahkan bahwa terdapat prospek kerja sama yang luas antara kedua negara di bidang eksplorasi dan transit hidrokarbon.

Antara tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai skala perdagangan, jumlah personel Rusia yang kembali ke Bushehr, atau ketentuan proyek hidrokarbon mana pun. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah kedua menteri menandatangani kesepakatan.

Menurut laporan tersebut, Lavrov tiba di Teheran pada Senin sebelumnya.

Latar belakang

Antara menyebutkan bahwa Iran dan Rusia sama-sama terkena sanksi AS. Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Antara, kedua negara memperluas hubungan politik dan ekonomi untuk menghadapi pembatasan yang diberlakukan Amerika Serikat.

Laporan lembaga tersebut tidak memberikan rincian mengenai peristiwa yang disebut Araghchi sebagai agresi yang dimulai pada 28 Februari. Laporan itu juga tidak menjelaskan apa yang terjadi di Teluk atau Selat Hormuz sejak saat itu, selain penilaian menteri Iran tentang ketidakamanan di sana.

Keterangan foto yang disertakan dengan laporan Antara menyebutkan bahwa Araghchi menggelar konferensi pers di area pers Dewan Keamanan PBB di New York pada 25 September 2026.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait