Skip to content
Zenga News

Qatar sebut seluruh negara kawasan, termasuk Iran, akan paling terdampak jika internet diputus

Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan negara-negara di kawasan akan paling menderita jika akses internet diputus, menurut laporan kanal Telegram Al Jazeera pada 20 Oktober 2026.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 1 menit baca
File photo: On Monday, August 9, 2021, the State Minister for Foreign Affairs of Bangladesh, Mr. Md. Shahriar Alam, met with the State Minister for Foreign Affairs of Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, in Doha, the capital of Qatar. The English desc
File photo: On Monday, August 9, 2021, the State Minister for Foreign Affairs of Bangladesh, Mr. Md. Shahriar Alam, met with the State Minister for Foreign Affairs of Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, in Doha, the capital of Qatar. The English desc Foto: Press Information Department / Wikimedia Commons · Public domain

DOHA — Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan seluruh negara di kawasan, termasuk Iran, akan menjadi pihak yang paling dirugikan jika akses internet diputus, menurut dua kanal Telegram Al Jazeera pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kedua kanal, Al Jazeera Arabic dan Al Jazeera Mubasher, memublikasikan unggahan "berita terkini" yang hampir sama. Masing-masing menyebutkan bahwa kementerian menggambarkan "seluruh negara di kawasan" sebagai pihak yang "paling terdampak" jika terjadi pemutusan internet, "termasuk Iran."

Unggahan Al Jazeera Arabic muncul pukul 09.59 GMT. Unggahan Al Jazeera Mubasher menyusul pada pukul 10.02 GMT.

Yang belum diketahui

Unggahan tersebut merupakan judul singkat. Tidak disebutkan siapa di kementerian yang membuat pernyataan itu, dan tidak jelas apakah pernyataan itu disampaikan dalam bentuk pernyataan resmi, konferensi pers, atau wawancara.

Tidak disebutkan pula apakah pernyataan itu merupakan respons terhadap peristiwa tertentu. Tidak dijelaskan apakah ada pemutusan internet yang telah diumumkan, sedang berlangsung, atau sedang dipertimbangkan di Iran maupun di tempat lain.

Unggahan tersebut tidak memuat komentar lanjutan dari kementerian mengenai bagaimana negara-negara di kawasan akan terdampak. Tidak ada pula reaksi dari pejabat Iran maupun pemerintah lain.

Zenga News belum melihat pernyataan lengkap atau transkrip dari Kementerian Luar Negeri Qatar. Laporan ini hanya bersandar pada dua unggahan Telegram, yang merupakan konten media sosial dan belum terverifikasi. Pernyataan yang dikaitkan dengan kementerian sebaiknya dipandang sebagai laporan, bukan konfirmasi independen, hingga tersedia pernyataan resmi kementerian atau laporan lengkap dari media berita.

Latar belakang

Materi sumber tidak memuat latar belakang konteks pernyataan tersebut. Zenga News akan memperbarui laporan ini jika kementerian atau pejabat lain memberikan keterangan lebih lanjut.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait