Serangan Israel tewaskan pasangan suami istri dekat Al-Shifa di Kota Gaza
Seorang pria Palestina dan istrinya tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah apartemen hunian di Kota Gaza bagian barat, menurut sumber medis. Serangan itu terjadi selama gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.

KOTA GAZA — Seorang pria Palestina dan istrinya tewas pada awal hari Selasa dalam serangan Israel terhadap sebuah apartemen hunian di dekat Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza bagian barat, menurut sumber medis yang dikutip Anadolu. Beberapa orang lainnya terluka.
Sumber-sumber tersebut menyebutkan korban sebagai Akram Yassin dan istrinya, Dina Yassin. Al Jazeera Arabic melaporkan kematian tersebut melalui sebuah unggahan di Telegram, yang menyebutkan bahwa pasangan itu tewas dalam serangan terhadap apartemen pada dini hari. Unggahan Telegram itu belum dikonfirmasi oleh pernyataan resmi pada saat artikel ini diterbitkan.
Secara terpisah, artileri Israel menembaki wilayah timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, menurut Anadolu. Tidak ada laporan korban jiwa segera dari penembakan tersebut.
Serangan-serangan itu terjadi di tengah terus berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025, lapor Anadolu.
Pada hari Senin, seorang warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan Israel terpisah di seluruh Jalur Gaza, menurut sumber medis. Sebuah drone Israel menghantam kerumunan warga sipil di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza bagian barat, menewaskan seorang pria dan melukai dua lainnya. Warga Palestina lainnya terluka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda yang menampung pengungsi di barat daya Khan Younis di Gaza selatan.
Belum jelas apakah militer Israel telah mengeluarkan pernyataan terkait serangan dekat Al-Shifa. Jumlah orang yang terluka dalam serangan hari Selasa itu tidak disebutkan dalam laporan yang ditinjau.
Latar belakang
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata telah menewaskan 1.522 warga Palestina dan melukai 5.421 lainnya. Angka kementerian tersebut dirilis sebagaimana dilaporkan Anadolu. Tanggal angka terbaru tidak disebutkan dalam sumber.
Sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya, menurut angka yang dikutip Anadolu. Sumber yang sama menyebutkan bahwa operasi tersebut menyebabkan kehancuran luas yang memengaruhi sekitar 90% infrastruktur sipil.
Perkembangan berita
- 20 Oktober 2026MSF reports intimidation of Palestinians by settlers in West Bank
- 20 Oktober 2026UNICEF: Lebih dari 60.000 anak di Gaza kehilangan orang tua
- 20 Oktober 2026Tembakan Israel tewaskan empat warga Palestina di Gaza, kata petugas medis
- 20 Oktober 2026Jerusalem church leaders urge international community to protect Palestinians
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 20 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 20 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 20 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?