Skip to content
Zenga News

Presiden Lebanon: perang memperlambat kembalinya institusi negara ke selatan

Presiden Lebanon mengatakan perang yang dipaksakan terhadap negara itu berdampak negatif pada kembalinya institusi negara ke selatan, menurut unggahan Al Jazeera di Telegram.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 1 menit baca
File photo: the Upper Galilee
File photo: the Upper Galilee Foto: Pacman / Wikimedia Commons · Public domain

BEIRUT — Presiden Lebanon mengatakan pada hari Selasa bahwa perang yang dipaksakan terhadap negara itu telah merugikan proses kembalinya institusi negara ke wilayah selatan, menurut dua unggahan Al Jazeera di Telegram yang diterbitkan pada 21 Oktober 2026.

Unggahan tersebut mengutip presiden yang menyebut bahwa perang telah "berdampak negatif" pada jalannya kembalinya institusi negara ke selatan. Unggahan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pernyataannya, termasuk di mana atau kepada siapa ia berbicara. Materi sumber hanya berisi judul dan teks ringkasan dari setiap unggahan, sehingga pernyataan lengkapnya tidak dapat diperiksa.

Kedua unggahan memuat kalimat yang sama. Satu diterbitkan oleh Al Jazeera Mubasher pukul 10.15 GMT, dan yang lain oleh Al Jazeera Arabic pukul 10.13 GMT. Tidak ada unggahan yang menyertakan tanggapan dari pejabat lain, dan tidak ada pernyataan terpisah dari kepresidenan dalam materi yang ditinjau.

Tidak diketahui perang mana yang dimaksud presiden, atau langkah spesifik apa yang direncanakan untuk kembalinya institusi negara ke selatan. Materi tersebut juga tidak menyebutkan hambatan yang masih ada, jika ada, ataupun tenggat waktu yang ditetapkan pejabat.

Latar belakang

Lebanon selatan selama beberapa tahun terakhir menjadi fokus upaya pemerintah untuk memperluas otoritas negara. Wilayah ini berbatasan dengan Israel, dan kota-kota serta desa-desanya terdampak siklus konflik yang berulang. Pejabat kerap mengaitkan pemulihan layanan negara, termasuk militer dan administrasi sipil, dengan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Para pemimpin Lebanon selama bertahun-tahun berbicara tentang perlunya negara memegang monopoli senjata dan menempatkan institusinya di seluruh negeri. Pernyataan tersebut sering muncul pada masa ketegangan di selatan.

Pernyataan presiden, sebagaimana dilaporkan dalam unggahan tersebut, sejalan dengan perdebatan panjang tersebut. Materi yang ditinjau tidak memuat rincian lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru di selatan, sehingga laporan ini hanya boleh dibaca sebatas apa yang dinyatakan unggahan tersebut.

Perkembangan berita

  1. 20 Oktober 2026Pasukan PBB di Lebanon tetap beroperasi saat Dewan Keamanan membahas langkah selanjutnya
  2. 20 Oktober 2026Pembicaraan militer Lebanon-Israel di Florida berakhir hari pertama
  3. 21 Oktober 2026Prancis Akan Bahas Dukungan untuk Tentara Lebanon Usai Berakhirnya UNIFIL
  4. 21 Oktober 2026Presiden Lebanon: perang memperlambat kembalinya institusi negara ke selatan

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait