Skip to content
Zenga News

Pasukan PBB di Lebanon tetap beroperasi saat Dewan Keamanan membahas langkah selanjutnya

Pasukan Sementara PBB di Lebanon menyatakan pekerjaannya terus berlanjut, sementara Dewan Keamanan mempertimbangkan berbagai opsi untuk periode setelah mandatnya berakhir pada 31 Desember 2026.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: The withdrawal line of Israeli armed forces in south Lebanon is marked in the ground with "Blue barrels" by United Nations.
File photo: The withdrawal line of Israeli armed forces in south Lebanon is marked in the ground with "Blue barrels" by United Nations. Foto: United Nations Interm Force In Lebanon / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

LONDON — Pasukan Sementara PBB di Lebanon menyatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya terus menjalankan operasi saat Dewan Keamanan mempertimbangkan opsi untuk periode setelah mandatnya berakhir pada 31 Desember.

"Sementara Dewan Keamanan mempertimbangkan opsi untuk periode pasca-UNIFIL, pekerjaan kami di lapangan terus berlanjut," kata misi tersebut dalam sebuah pernyataan, menurut Arab News.

Misi itu menyatakan tetap berkomitmen pada tugasnya berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701. Tugas tersebut mencakup memantau perkembangan, melaporkan pelanggaran, menjaga kontak dengan pihak-pihak terkait, mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon, dan memfasilitasi misi kemanusiaan.

Dewan Keamanan memberikan suara pada Agustus 2025 untuk mengakhiri mandat misi pada 31 Desember 2026. Penarikan pasukan secara bertahap dan terkoordinasi akan dilakukan selama setahun berikutnya, menurut Arab News.

Para pemimpin Lebanon telah meminta agar penjaga perdamaian PBB tetap ditempatkan sebagai penyangga antara pasukan Israel dan Lebanon, kata Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, pada hari Jumat, menurut Arab News. Lacroix memperingatkan bahwa insiden di sepanjang Garis Biru, yakni garis yang ditetapkan PBB sebagai batas penarikan Israel dari Lebanon, dapat lepas kendali.

Peringatan itu disampaikan di tengah serangan udara, tembakan artileri, dan operasi darat Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan. PBB juga melaporkan adanya pembatasan terhadap pergerakan penjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan misi itu mencatat serangan udara Israel, tembakan artileri dan mortir berat, serta aktivitas teknik militer dari Jumat hingga Minggu. Ia mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan. Dujarric juga mengatakan tank-tank Israel menghadang konvoi pasokan UNIFIL pada hari Jumat dan barikade jalan memaksa pembatalan patroli. Misi itu menegaskan bahwa penjaga perdamaian harus dapat beroperasi dengan aman dan tanpa hambatan.

Laporan ini tidak menyebutkan opsi mana yang sedang dipertimbangkan Dewan Keamanan untuk periode setelah mandat berakhir. Laporan ini juga tidak memberikan data korban jiwa atas insiden yang dilaporkan, dan tidak menyebutkan apakah Israel telah menanggapi kritik terhadap operasinya.

Latar belakang

Pasukan Sementara PBB di Lebanon, yang dikenal sebagai UNIFIL, dibentuk pada 1978 setelah Israel menginvasi Lebanon selatan. Dewan Keamanan secara signifikan memperluas mandatnya berdasarkan Resolusi 1701 setelah perang 2006.

Pemungutan suara Dewan Keamanan pada Agustus 2025 menetapkan tanggal berakhirnya misi. Mandat berakhir pada 31 Desember 2026, dan penarikan pasukan dijadwalkan berlangsung selama setahun setelahnya, menurut Arab News.

Perkembangan berita

  1. 20 Oktober 2026CENTCOM Dukung Kesepakatan Kerangka Lebanon-Israel
  2. 20 Oktober 2026Israel tuduh militer Lebanon jelang perundingan yang didukung AS
  3. 20 Oktober 2026Tentara Lebanon membantah klaim Israel di selatan Litani
  4. 20 Oktober 2026Pasukan PBB di Lebanon tetap beroperasi saat Dewan Keamanan membahas langkah selanjutnya

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait