Israel Menjadwalkan Pemilihan Umum pada 27 Oktober
Pemilihan umum Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober, menurut sejumlah laporan. Para pejabat keamanan menyebut militer telah meningkatkan operasi di Gaza menjelang pemungutan suara.

YERUSALEM — Israel dijadwalkan menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober, menurut laporan yang diterbitkan pada 21 Oktober 2026. Pemungutan suara ini akan menjadi yang pertama sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, menurut sebuah kanal Telegram.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengintensifkan operasi terhadap Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Jalur Gaza selama dua pekan terakhir, kata sebuah sumber keamanan kepada Walla pada Rabu. Sumber tersebut menyatakan militer telah menewaskan rata-rata dua hingga tiga komandan lapangan dan operatif setiap hari. Sebagian sasaran, kata sumber itu, sedang dalam perjalanan untuk melakukan operasi terhadap pasukan IDF.
Sumber keamanan itu mengaitkan operasi tersebut dengan kekhawatiran akan kemungkinan upaya mengganggu pemilihan. "Kami melihat Hamas tertarik pada pemilihan Israel dan bagaimana pemilihan itu akan memengaruhi 'hari setelahnya'," kata sumber tersebut. "Tidak ada intelijen konkret mengenai operasi tertentu, tetapi kami tidak mau mengambil risiko."
Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir mengunjungi Jalur Gaza pada Selasa, lapor Jerusalem Post. Zamir mengatakan tujuannya adalah "untuk menggagalkan setiap ancaman dan memungkinkan pemilihan umum yang demokratis berlangsung tanpa pengaruh dari luar."
Menteri Pertahanan Israel Katz telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk memperluas pengumpulan intelijen menjelang pemungutan suara, menurut sumber yang sama. Mayor Jenderal Itzik Cohen, kepala Direktorat Operasi IDF, telah memerintahkan penguatan operasi udara, laut, dan darat dalam beberapa hari mendatang, demikian laporan tersebut. Penguatan ini mencakup unit pasukan khusus yang ditempatkan sebagai kekuatan tanggap cepat dan cadangan.
Komando Selatan IDF, Angkatan Udara Israel, Direktorat Intelijen Militer, dan Shin Bet sedang bersiap menghadapi kemungkinan ancaman dari Gaza, menurut laporan tersebut. Ancaman itu meliputi peluncuran roket, serangan terhadap posisi IDF di sepanjang Garis Kuning, serta upaya penyusupan ke pos-pos militer di sepanjang Garis Kuning dan Pagar Hourglass di perbatasan internasional. Para pejabat keamanan menyatakan operasi semacam itu dapat dimaksudkan untuk mengganggu agenda publik Israel menjelang pemungutan suara.
Pejabat keamanan mengakui bahwa cakupan intelijen masih belum lengkap, demikian laporan tersebut. Sumber keamanan menyatakan jumlah pembunuhan terarah menurun dalam 24 jam terakhir karena kesenjangan intelijen, bukan atas instruksi dari pimpinan politik.
Sebuah unggahan terpisah di Telegram oleh Palestine Chronicle menyatakan warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan militer Israel di Tepi Barat dan Gaza tidak memiliki hak suara. Unggahan itu menyatakan warga Palestina yang merupakan warga negara Israel dapat memberikan suara. Unggahan yang sama juga menyatakan penulisnya menentang partisipasi Palestina dalam pemilihan Knesset. Klaim akun ini belum dikonfirmasi oleh sumber resmi.
Tidak ada laporan yang mengutip pemerintah Israel maupun Komite Pemilihan Pusat yang mengonfirmasi tanggal tersebut melalui pernyataan resmi. Laporan-laporan itu juga tidak menyebutkan berapa korban jiwa di Gaza akibat operasi terbaru. IDF belum mempublikasikan angka korban dalam sumber-sumber yang ditinjau.
Latar Belakang
Pemilihan umum Israel yang terakhir tidak dijelaskan dalam sumber-sumber tersebut. Laporan-laporan itu merujuk pada serangan 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza. Garis Kuning adalah garis yang memisahkan wilayah Gaza di bawah kendali militer Israel dari sisa wilayah tersebut, menurut laporan Jerusalem Post. Pagar Hourglass membentang di sepanjang perbatasan internasional.
Unggahan Palestine Chronicle menggambarkan serangan 7 Oktober sebagai serangan yang "mengguncang Israel" dan menimbulkan kerusuhan di seluruh Timur Tengah. Laporan Jerusalem Post menggambarkan serangan tersebut sebagai pembantaian.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?