Skip to content
Zenga News

Polisi Inggris tangkap 325 orang dalam unjuk rasa Palestine Action di London

Polisi London menangkap 325 orang di luar Kedutaan Besar AS pada hari Sabtu, menurut Kepolisian Metropolitan, menjelang banding di Mahkamah Agung atas larangan pemerintah terhadap Palestine Action.

Onur Irmako
Zenga News Desk Eropa & Amerika · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: The U.S. Embassy in Nine Elms, London
File photo: The U.S. Embassy in Nine Elms, London Foto: The wub / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

LONDON — Polisi Inggris menangkap 325 orang dalam unjuk rasa mendukung Palestine Action di luar Kedutaan Besar AS di London pada hari Sabtu, kata Kepolisian Metropolitan dalam pembaruan pada hari Minggu. Penangkapan ini terjadi menjelang sidang Mahkamah Agung mengenai pelarangan kelompok tersebut.

Kepolisian Metropolitan menyebutkan 320 orang yang ditangkap ditahan karena menyatakan dukungan terhadap organisasi terlarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme. Kepolisian tidak memberikan rincian untuk lima orang lainnya dalam pembaruan yang dilaporkan oleh sumber-sumber tersebut.

Dari lokasi, di media sosial

Para pengunjuk rasa menggelar "aksi massal" di luar Kedutaan Besar AS pada siang hari. Polisi mulai menahan orang-orang tak lama setelah unjuk rasa dimulai, menurut The New Arab. Sebagian pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan "Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action."

Sejumlah kecil orang berkumpul di luar konsulat AS di Edinburgh pada hari Sabtu. Tidak ada penangkapan yang dilakukan di sana pada saat itu, kata Kepolisian Skotlandia dalam pernyataan yang dibagikan kepada AFP pada hari Minggu. Kepolisian Skotlandia mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlihat mengenakan kaus dan membentangkan spanduk yang menunjukkan dukungan terhadap kelompok tersebut, serta tindakan lebih lanjut akan diambil sesuai kebutuhan.

Angka 325 berbeda dengan angka 139 yang muncul dalam unggahan media sosial di Telegram dari Palestine Chronicle dan Quds News Network. Unggahan tersebut, yang belum terverifikasi, menyebutkan 139 orang ditangkap. Pembaruan Kepolisian Metropolitan, sebagaimana dilaporkan oleh The New Arab, menyebutkan 325. Sumber berita tidak menjelaskan perbedaan tersebut.

Defend Our Juries, penyelenggara unjuk rasa, dalam pernyataannya menyebut "sangat distopia" bahwa terdapat lebih dari 4.000 penangkapan berdasarkan undang-undang antiterorisme untuk aksi jaga yang damai. Para aktivis dan data kepolisian, sebagaimana dikutip oleh The New Arab, menyebutkan total penangkapan yang terkait dengan larangan tersebut lebih dari 4.000.

Mengapa ini penting

Berdasarkan Undang-Undang Terorisme, keanggotaan dalam Palestine Action atau dukungan terhadapnya merupakan tindak pidana yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara. Menurut The New Arab, penangkapan tersebut mencakup banyak warga lanjut usia dan penyintas Holocaust yang menampilkan tulisan dalam unjuk rasa.

Latar belakang

Pemerintah Inggris melarang Palestine Action pada Juli 2025 berdasarkan undang-undang antiterorisme. Amerika Serikat juga menetapkan kelompok tersebut sebagai "teroris" pada Agustus, menurut The New Arab. Penetapan oleh Inggris menempatkan kelompok ini dalam daftar yang juga mencakup kelompok Palestina Hamas.

Huda Ammori, salah satu pendiri Palestine Action, telah menggugat larangan tersebut di pengadilan. Ia berpendapat bahwa larangan itu "tidak proporsional" dan melanggar hak asasi manusia. Pengadilan Banding memutuskan mendukung pemerintah, menurut The New Arab. Pada Juli, sidang yang terkait dengan lebih dari 2.000 kasus ditunda hingga akhir tahun ini.

Apa selanjutnya

Mahkamah Agung dijadwalkan menggelar sidang selama dua hari mulai hari Rabu mengenai larangan pemerintah. Sebuah unggahan Quds News Network menyebutkan banding dijadwalkan pada 4 November. Tanggal tersebut belum dikonfirmasi oleh media berita maupun pernyataan resmi dalam sumber berita.

Kepolisian Skotlandia mengatakan penyelidikan terkait unjuk rasa di Edinburgh masih berlangsung.

Perkembangan berita

  1. 1 November 2026Kongres Buruh Kanada mendukung penolakan pengiriman senjata ke Israel
  2. 1 November 2026Dua warga Palestina tewas di Gaza saat serangan drone Israel menghantam kawasan Nuseirat
  3. 1 November 2026Serangan Israel di Kota Gaza dan Khan Younis tewaskan sembilan orang
  4. 1 November 2026Polisi Inggris tangkap 325 orang dalam unjuk rasa Palestine Action di London

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait