Skip to content
Zenga News

Pemerintah Yaman mengklaim telah menyerang posisi Houthi dekat Taiz

Pasukan pemerintah Yaman menyatakan telah melancarkan serangan udara terhadap bala bantuan Houthi dan sebuah gudang senjata di sebelah barat Taiz. Klaim ini berasal dari satu unggahan di Telegram dan belum dikonfirmasi secara independen.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 1 menit baca
File photo: Cairo fortress in Taizz 200612_Yemen-214
File photo: Cairo fortress in Taizz 200612_Yemen-214 Foto: ai@ce / Wikimedia Commons · CC BY 2.0

TAIZ — Pasukan pemerintah Yaman menyatakan pada Minggu bahwa mereka telah melancarkan serangan udara terhadap bala bantuan Houthi di Najd Qasim dan terhadap sebuah gudang senjata di Jabal Habashi, sebelah barat Taiz, menurut sebuah unggahan di kanal Telegram Al Jazeera Arabic. Unggahan tersebut dipublikasikan pada pukul 20.04 GMT tanggal 19 Oktober 2026.

Unggahan itu mengutip pernyataan pasukan pemerintah bahwa serangan tersebut menyasar bala bantuan milik gerakan Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, serta sebuah tempat penyimpanan senjata. Unggahan itu tidak menyebutkan jumlah korban, dan tidak menjelaskan apakah serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada lokasi yang disebutkan.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang tersedia dalam materi sumber. Unggahan itu tidak menyertakan pernyataan dari gerakan Houthi, dan belum ada media independen atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi serangan tersebut ataupun lokasinya.

Taiz adalah salah satu kota terbesar di Yaman dan telah menjadi front utama dalam perang negara itu antara pemerintah yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi, yang menguasai ibu kota, Sanaa, dan sebagian besar wilayah utara. Pertempuran di garis depan sekitar Taiz telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan kedua pihak melaporkan serangan udara dan bentrokan darat di distrik-distrik sekitarnya.

Latar belakang

Konflik di Yaman meningkat pada 2014, ketika Houthi merebut Sanaa. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi ikut campur tangan pada 2015 untuk mendukung pemerintah. Sejak itu, Taiz terbagi antara wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah dan wilayah yang dikuasai Houthi, dengan kota dan sekitarnya mengalami bentrokan berulang.

Materi sumber untuk laporan ini hanya terdiri dari unggahan Telegram tersebut. Materi itu tidak memuat informasi tentang skala serangan, jumlah pejuang yang terlibat, ataupun dampak terhadap warga sipil. Diperlukan pemberitaan lebih lanjut untuk memverifikasi klaim tersebut dan memastikan hasilnya.

Perkembangan berita

  1. 20 Oktober 2026Inggris akan kirim jet Typhoon RAF untuk melindungi Arab Saudi dari serangan Houthi
  2. 20 Oktober 2026PBB serukan akses bantuan ke Taiz yang terkepung
  3. 20 Oktober 2026UNICEF: pertempuran di Yaman ganggu layanan bagi 3 juta orang

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait