Netanyahu perintahkan penutupan Hebron dan pengepungan Tepi Barat usai serangan penembakan
Perdana Menteri Israel memerintahkan penutupan Hebron dan meminta pasukan menyiapkan pengepungan penuh Tepi Barat pada Jumat, menyusul penembakan yang menewaskan dua warga Palestina dan melukai sejumlah warga Israel.
HEBRON, Tepi Barat — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat memerintahkan penutupan Hebron secara segera dan meminta pasukan keamanan menyiapkan pengepungan penuh Tepi Barat yang diduduki, menyusul serangan penembakan di dekat kota tersebut.
Laporan berbeda-beda mengenai jumlah dan status warga Israel yang terluka. Middle East Eye menyebutkan bahwa laporan menunjukkan dua warga Palestina tewas dan enam tentara Israel terluka. Anadolu Agency menyebutkan lima warga Israel terluka dan bahwa tembakan tentara Israel menewaskan dua warga Palestina di dekat kota Halhul, di distrik Hebron. Middle East Eye menempatkan penembakan di pintu masuk utara Hebron pada awal pagi hari Jumat.
Dari lokasi, di media sosial
Perintah Netanyahu
Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan militer dan badan keamanan "untuk memberlakukan penutupan segera atas Hebron dan menyiapkan pengepungan menyeluruh di seluruh Yudea dan Samaria," menggunakan istilah Israel untuk Tepi Barat. Ia mengatakan langkah-langkah tersebut akan mulai diberlakukan pada Jumat. Middle East Eye melaporkan bahwa ia menulis di X bahwa ia telah memerintahkan militer dan pasukan keamanan untuk menyiapkan "pengepungan penuh."
Netanyahu mengatakan bahwa ia lebih dulu menggelar penilaian keamanan bersama para pejabat senior. Anadolu menyebutkan kepala staf militer serta kepala Shin Bet dan Dewan Keamanan Nasional. Middle East Eye menyebutkan bahwa ia berkonsultasi dengan kepala Shin Bet dan komandan Komando Pusat militer.
Penyiar Israel KAN melaporkan bahwa Kepala Staf Eyal Zamir telah menyetujui kordon keamanan di sekitar Hebron dan desa-desa terdekat setelah penembakan tersebut, menurut Anadolu.
Kondisi di lapangan
Saksi mata kepada Anadolu mengatakan bahwa pasukan Israel telah menutup semua pintu masuk Hebron dengan gerbang besi, sehingga kota itu berada dalam kondisi yang mereka sebut sebagai pengepungan. Mereka mengatakan militer juga memblokir pintu masuk ke kota-kota kecil dan permukiman warga dengan timbunan tanah dan pos pemeriksaan militer, yang menghentikan pergerakan di antara wilayah-wilayah tersebut.
Para saksi mengatakan pasukan Israel menggerebek pinggiran Hebron dan sejumlah kota terdekat. Mereka mengatakan tentara menggeledah toko-toko dan menyita rekaman dari kamera pengawas. Anadolu tidak menyebutkan jumlah penggerebekan atau mengatakan apakah ada yang ditahan. Zenga News tidak dapat memverifikasi secara independen keterangan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Telegram, Al Jazeera Mubasher mengutip militer Israel yang menyatakan bahwa pasukannya beroperasi di rumah-rumah pelaku penembakan Hebron dan tersangka lainnya. Pernyataan militer tersebut tidak tersedia secara lengkap dalam bahan sumber, dan unggahan itu belum terverifikasi.
Keterangan tentang penembakan
The Palestine Chronicle menyebutkan dalam unggahan Telegram bahwa enam tentara Israel terluka dalam penembakan di pos pemeriksaan Farsh al-Hawa. Saluran itu mengatakan laporan berbeda mengenai berapa banyak dari mereka yang luka kritis. Disebutkan pula bahwa pasukan Israel menewaskan dua warga Palestina setelah bentrokan berkepanjangan, dan militer Israel mengidentifikasi mereka sebagai Hamouda dan Firas al-Ja'ba. Keterangan ini berasal dari unggahan media sosial dan belum dikonfirmasi oleh pernyataan resmi Israel dalam bahan yang ditinjau.
Sumber-sumber tidak sepakat apakah yang terluka adalah tentara atau warga sipil. Anadolu menyebut lima warga Israel terluka, sementara Middle East Eye dan Palestine Chronicle melaporkan enam tentara. Sumber-sumber juga menempatkan insiden itu di lokasi yang sedikit berbeda: pintu masuk utara Hebron, pos pemeriksaan Farsh al-Hawa, dan area dekat Halhul. Tidak jelas dari bahan tersebut apakah deskripsi ini mengacu pada lokasi yang sama atau pada tahap-tahap terpisah dari insiden tersebut.
Reaksi
The Palestine Chronicle menyebutkan bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuntut pembatasan pergerakan warga Palestina. Tidak ada pernyataan langsung dari Ben-Gvir dalam sumber-sumber tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Telegram, Al Jazeera Arabic mengutip surat kabar Israel Maariv yang mengutip seorang perwira senior Israel. Menurut laporan itu, perwira tersebut mengatakan pasukan Israel telah mencegah apa yang ia sebut sebagai operasi yang sangat besar, tetapi Israel "membayar harga yang mahal" dalam serangan Hebron. Unggahan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi yang dimaksud perwira tersebut, dan klaim itu belum dikonfirmasi secara independen.
Situs berita Yordania Jo24 melaporkan, dalam sebuah judul berita, bahwa Hamas berduka atas dua orang yang melakukan serangan Hebron. Disebutkan bahwa kelompok itu menyerukan mobilisasi dan eskalasi apa yang disebutnya perlawanan di Tepi Barat. Teks lengkap pernyataan Hamas tidak tersedia dalam bahan yang ditinjau.
Yang belum dikonfirmasi
Beberapa hal masih belum jelas. Sumber-sumber tidak memberikan angka resmi Israel mengenai jumlah korban luka atau berapa banyak yang berada dalam kondisi serius. Sumber-sumber tidak memaparkan urutan peristiwa, termasuk bagaimana dua warga Palestina tewas. Sumber-sumber juga tidak menyebutkan berapa lama penutupan Hebron dan pengepungan Tepi Barat yang lebih luas akan berlangsung, atau apa saja yang akan tercakup dalam pengepungan itu selain pembatasan yang sudah dijelaskan oleh saksi mata.
Latar belakang
Perkembangan ini terjadi menjelang pemilihan legislatif Israel pada 27 Oktober, menurut catatan Anadolu.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, mengalami eskalasi operasi militer Israel dan kekerasan pemukim sejak Israel memulai perangnya di Jalur Gaza pada Oktober 2023, menurut Anadolu. Kantor berita itu mencantumkan di antara dampaknya pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, pembongkaran rumah, serangan terhadap masjid dan kendaraan, perusakan lahan pertanian, pembatasan petani menuju ladang mereka, pengungsian komunitas Palestina, dan perluasan permukiman. Pemerintah Israel menggunakan istilah yang berbeda dan memberikan pembenaran yang berbeda atas operasinya di wilayah tersebut.
Hebron, di Tepi Barat selatan, adalah salah satu kota Palestina terbesar di wilayah tersebut. Sumber-sumber tidak memberikan latar belakang lebih lanjut mengenai pengaturan keamanannya saat ini.
Perkembangan berita
- 21 Oktober 2026Rumah sakit di Gaza terancam listrik padam karena minyak generator habis
- 21 Oktober 2026Malaysian premier reiterates call for justice for Palestinians
- 23 Oktober 2026Netanyahu perintahkan penutupan Hebron dan pengepungan Tepi Barat usai serangan penembakan
- 23 Oktober 2026Guterres menyebut situasi di Tepi Barat yang diduduki "benar-benar di luar kendali"
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- jo24.netar · 23 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 23 Oktober 2026
- Middle East Eyeen · 23 Oktober 2026
- Palestine Chronicle (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- BBC Türkçetr · 23 Oktober 2026
- Palestine Chronicle (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Republikaid · 23 Oktober 2026
- nile.egar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Arabiya (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- BBC Persianfa · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Arab Newsen · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Arab Newsen · 23 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 23 Oktober 2026
- Arab Newsen · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Arab Newsen · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Englishen · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Middle East Eyeen · 23 Oktober 2026
- Palestine Chronicle (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Englishen · 23 Oktober 2026
- Al Arabiya (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Republikaid · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Mubasher (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Middle East Eyeen · 23 Oktober 2026
- Al Arabiya (Telegram)ar · 23 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 23 Oktober 2026
- Middle East Eyeen · 24 Oktober 2026
- Al Jazeera Englishen · 24 Oktober 2026
- nvdaily.comen · 23 Oktober 2026
- The New Araben · 24 Oktober 2026
- Arab Newsen · 24 Oktober 2026
- jpnews-sy.comar · 24 Oktober 2026
- The Express Tribuneen · 24 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?