Skip to content
Zenga News

Macron menolak pengunduran diri menteri dalam negeri setelah kerusuhan di seluruh Prancis

Istana Élysée menyatakan Presiden Emmanuel Macron telah menolak pengunduran diri menteri dalam negeri setelah kekerasan di sejumlah kota Prancis. Data resmi menyebutkan sekitar 1.500 usaha menjadi sasaran dan hampir 2.400 orang ditangkap.

Onur Irmako
Zenga News Desk Eropa & Amerika · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Secretary of State Michael R. Pompeo arrives to meet with French Foreign Minister Jean-Yves Le Drian in Paris, France, on November 16, 2020. [State Department photo by Ron Przysucha/ Public Domain]
File photo: Secretary of State Michael R. Pompeo arrives to meet with French Foreign Minister Jean-Yves Le Drian in Paris, France, on November 16, 2020. [State Department photo by Ron Przysucha/ Public Domain] Foto: U.S. Department of State from United States / Wikimedia Commons · Public domain

PARIS — Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menolak pengunduran diri menteri dalam negerinya setelah unjuk rasa dan kekerasan di sejumlah kota Prancis, kata Istana Élysée pada Senin, 19 Oktober 2026.

Pengumuman ini pertama kali disiarkan oleh saluran berbahasa Arab Al Jazeera di Telegram, yang mengutip keterangan kepresidenan. Kantor Berita Anadolu kemudian melaporkan keputusan tersebut dan menggambarkan peristiwa itu sebagai kerusuhan di seluruh Prancis.

Skala kekerasan

Menurut data resmi yang dikutip Anadolu, kekerasan pada hari Sabtu menyasar sekitar 1.500 usaha. Data yang sama menyebutkan jumlah orang yang ditangkap hampir 2.400. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan lembaga yang menyusun data itu atau rentang waktu penangkapan.

Unggahan Al Jazeera menyebutkan bahwa unjuk rasa dan kekerasan terjadi di "sejumlah kota" di seluruh negeri. Unggahan itu tidak menyebutkan nama kota-kotanya.

Yang tidak disebutkan sumber

Materi yang tersedia tidak menyebutkan nama menteri dalam negeri. Materi itu juga tidak menyebutkan kapan menteri menawarkan pengunduran diri atau alasan yang diberikan. Materi tersebut juga tidak menjelaskan apa yang memicu unjuk rasa, siapa saja yang terlibat, atau berapa orang yang terluka.

Tidak ada pernyataan dari menteri dalam negeri yang disertakan dalam laporan. Pernyataan Élysée disampaikan secara singkat, dan tidak ada kutipan langsung dari kepresidenan yang dipublikasikan dalam sumber yang ditinjau.

Dua unggahan Al Jazeera di Telegram merupakan konten media sosial yang belum terverifikasi. Penjelasannya tentang keputusan Élysée sejalan dengan laporan Anadolu, yakni laporan kantor berita atas peristiwa yang sama. Unggahan itu sendiri tidak memuat rincian lain.

Sumber-sumber tersebut juga tidak memuat informasi tentang perkiraan kerusakan, korban luka di kalangan polisi maupun warga sipil, atau apakah ada yang didakwa. Tidak disebutkan apakah orang-orang yang ditangkap masih ditahan.

Latar belakang

Menteri dalam negeri Prancis bertanggung jawab atas kepolisian dan ketertiban umum, dan biasanya menjadi figur paling menonjol di pemerintahan ketika kekerasan jalanan pecah. Tawaran pengunduran diri setelah periode kerusuhan merupakan salah satu cara bagi menteri untuk bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Presiden dapat menerima atau menolaknya. Dalam kasus ini, menurut Élysée, Macron menolaknya.

Sumber-sumber tidak mengaitkan kerusuhan dengan perdebatan politik yang lebih luas, dan laporan ini tidak membuat kaitan semacam itu. Pernyataan resmi lanjutan, data pengadilan mengenai penangkapan, dan rincian kota-kota yang terdampak belum dipublikasikan dalam materi yang ditinjau pada saat laporan ini ditulis.

Zenga News akan memperbarui laporan ini jika Élysée, kementerian dalam negeri, atau otoritas Prancis merilis informasi tambahan mengenai keputusan tersebut, peristiwa hari Sabtu, atau penangkapan.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026Protes inflasi berubah menjadi kekerasan di Prancis, 1.200 orang ditangkap
  2. 19 Oktober 2026PM Prancis menuding kelompok kiri jauh berupaya menebarkan kekacauan lewat unjuk rasa menjelang pemilihan presiden
  3. 19 Oktober 2026Slogan 'Bismillah' menyebar di spanduk demonstrasi mahasiswa di Prancis
  4. 19 Oktober 2026Macron menolak pengunduran diri menteri dalam negeri setelah kerusuhan di seluruh Prancis

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait