Skip to content
Zenga News

Kunjungan diplomatik meningkat untuk mencegah kembalinya perang AS-Iran seiring klaim IRGC bahwa drone ditembak jatuh

Menteri luar negeri Rusia berkunjung ke Teheran dan kepala staf angkatan darat Pakistan dijadwalkan tiba di sana, ketika negara-negara kawasan berupaya mencegah pertempuran baru. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah menembak jatuh drone AS di atas Selat Hormuz.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 4 menit baca

TEHERAN — Negara-negara kawasan dan internasional meningkatkan diplomasi pada Senin dan Selasa untuk mencegah kembalinya perang skala penuh antara Amerika Serikat dan Iran, menurut The New Arab, ketika Iran melaporkan telah menembak jatuh sebuah drone AS.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya mencegat dan menghancurkan drone MQ-9 milik AS di atas Selat Hormuz pada awal Selasa. Pernyataan yang dimuat media pemerintah Iran itu menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan oleh angkatan udara IRGC melakukan serangan tersebut. Middle East Eye menyampaikan klaim itu. AS belum memberikan komentar dalam materi yang ditinjau, dan klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Kunjungan Rusia dan Pakistan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjamu rekan sejawatnya dari Rusia, Sergey Lavrov, di Iran pada Senin. Itu merupakan kunjungan pertama Lavrov sejak konflik dimulai, menurut The New Arab.

Araghchi menulis di X pada Selasa bahwa kedua pihak telah membahas berbagai isu. "Kami membahas segala hal mulai dari Eropa hingga Asia Barat, termasuk Lebanon, Palestina, Ukraina dan Yaman. Kami juga memusatkan perhatian pada perluasan kerja sama ekonomi dan nuklir," tulisnya. Ia menambahkan: "Tidak pernah dalam sejarah kita Iran dan Rusia bekerja sama seerat sekarang."

Lavrov mengatakan sebelum kunjungan bahwa upaya Moskow "bertujuan mencegah kembalinya perang skala besar." Ia menyampaikan pernyataan itu ketika perundingan antara Amerika Serikat dan Iran masih terhenti, lapor The New Arab. Media tersebut menyebutkan Moskow berupaya mengambil peran sebagai mediator dalam perang di Timur Tengah.

Panglima angkatan darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, dijadwalkan tiba di Teheran pada Selasa, menurut kantor berita semi-resmi Iran Tasnim. The New Arab mengutip laporan tersebut. Materi sumber tidak menyebutkan apa yang diharapkan akan dibahas Munir.

Laporan The New Arab menyebutkan aktivitas diplomatik "meningkat secara signifikan" ketika negara-negara kawasan dan internasional berupaya mencegah pertempuran baru. Teks sumber terputus setelah penyebutan percakapan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekan sejawatnya dari Iran. Isi pembicaraan tersebut tidak tersedia.

Trump mengkritik sekutu NATO

Presiden AS Donald Trump mengkritik sekutu NATO terkait perang melawan Iran, dengan mengatakan mereka "tidak ada di sana untuk membantu" Washington. Middle East Eye melaporkan komentarnya, yang disampaikan dalam sebuah rapat kampanye.

"Kami berdiri bersama Eropa meski memiliki kekurangan, kelemahan... Tetapi jika mereka tidak segera menemukan jalannya, dan mereka harus menemukannya, kami tidak punya pilihan selain pergi," kata Trump, menurut Middle East Eye. Laporan itu tidak menjelaskan apa maksud Trump dengan kata "pergi".

Hegseth di Israel

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungan tak diumumkan ke Israel pada Senin, menurut Axios, sebagaimana dikutip Middle East Eye. Axios menyebutkan Pentagon dan Kedutaan Besar Israel di Washington menolak berkomentar. Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar, menurut laporan tersebut. Hanya Axios yang memberitakan kunjungan ini dalam materi yang ditinjau, dan kedua pemerintah belum mengonfirmasinya.

Sumber lokal juga melaporkan pesawat tempur Israel terbang di atas wilayah selatan dan timur Suriah, serta di atas provinsi Muthanna di Irak selatan, menurut Middle East Eye. Laporan tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas Israel dalam materi sumber.

Yaman dan Arab Saudi

Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan pada Senin bahwa mereka melancarkan sejumlah serangan terhadap target energi, bandara, dan militer Saudi. Mereka menyebut fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dan Bandara Abha, menurut The New Arab.

Tidak ada konfirmasi segera dari Arab Saudi, dan Reuters belum dapat segera memverifikasi klaim tersebut, lapor The New Arab.

Terpisah, koalisi pimpinan Saudi di Yaman memperingatkan Houthi agar tidak menyelundupkan senjata, rudal, dan peralatan militer melalui laut, lapor Middle East Eye. Komando Gabungan koalisi menyatakan tindakan semacam itu mengancam keamanan di Yaman dan wilayah lain. Koalisi juga mendesak pemilik kapal untuk tidak bekerja sama dengan kelompok tersebut.

Yang belum dikonfirmasi

Sejumlah klaim masih belum terverifikasi. Pernyataan IRGC soal penembakan drone berasal dari media pemerintah Iran. Klaim Houthi tentang serangan terhadap sasaran Saudi belum dikonfirmasi oleh Arab Saudi atau diperiksa secara independen. Kunjungan Hegseth bersumber dari laporan Axios, dan penampakan pesawat tempur Israel berasal dari sumber lokal yang tidak disebutkan namanya.

Latar belakang

The New Arab menggambarkan konfrontasi ini sebagai perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Sumber-sumber tidak menyebutkan tanggal dimulainya perang, jumlah korban, atau syarat gencatan senjata apa pun. Mereka hanya menyebutkan bahwa perundingan antara Washington dan Teheran terhenti dan para diplomat berupaya mencegah kembalinya pertempuran skala besar.

Selat Hormuz, tempat IRGC mengatakan drone tersebut ditembak jatuh, disebutkan dalam laporan, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi atau keadaan insiden tersebut.

The New Arab juga melaporkan bahwa Trump telah mendukung Netanyahu menjelang pemilu Israel. Menurut media tersebut, warga Palestina di Gaza memandang dukungan itu sebagai tanda bahwa tekanan AS terhadap Israel tidak akan meningkat. Reaksi tersebut merupakan catatan media itu tentang pandangan warga Palestina dan dalam sumber tidak dikaitkan dengan diplomasi Iran.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait