Kelompok HAM desak AS tangkap komandan Israel terkait pembunuhan Hind Rajab
Hind Rajab Foundation telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki Sean Glass, mantan komandan militer Israel yang menurut mereka kini berada di Amerika Serikat. Kelompok ini mengaitkannya dengan pembunuhan seorang gadis berusia lima tahun di Gaza pada 2024.

WASHINGTON DC — Hind Rajab Foundation (HRF), yang berbasis di Brussels, telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk menangkap dan menuntut Sean Glass, seorang komandan militer Israel yang menurut kelompok tersebut saat ini berada di Amerika Serikat, sebagaimana tercantum dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, 20 Oktober 2026.
Kelompok itu menyatakan Glass memimpin kompi "Vampire Empire" dari Batalion Lapis Baja ke-52, bagian dari Brigade Lapis Baja ke-401, saat pembunuhan Hind Rajab yang berusia lima tahun di Jalur Gaza pada Januari 2024. HRF mengatakan penyelidikannya menempatkan Glass dan pasukannya "berada di sekitar langsung kendaraan Hind saat pembunuhan berlangsung". Mereka menuduh bahwa Glass "kemungkinan besar memberi perintah untuk melepaskan tembakan" ke arah kendaraan tersebut. Kelompok ini menuduhnya melakukan kejahatan perang dan genosida berdasarkan hukum AS.
"Bukti dalam berkas ini sangat memberatkan dan jumlahnya besar," kata Natacha Bracq, kepala litigasi HRF. "Kami meminta Departemen Kehakiman AS untuk segera membuka penyelidikan." Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa "Glass bebas berkeliaran di Amerika Serikat".
Perwakilan Demokrat Rashida Tlaib mendukung permintaan tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia menulis bahwa Amerika Serikat, sebagai pihak dalam Konvensi Genosida dan Konvensi Jenewa, berkewajiban untuk menangkap dan menyelidiki Glass. Unggahan itu dibagikan di media sosial dan bukan merupakan tindakan resmi pemerintah.
Departemen Kehakiman belum memberikan tanggapan saat dimintai komentar oleh Anadolu Agency. Belum ada pengadilan yang memutuskan tanggung jawab pidana individual Glass. Tuduhan tersebut merupakan klaim HRF dan belum diuji secara independen di pengadilan AS.
Sebuah unggahan Telegram dari kanal Palestine Chronicle menyebutkan bahwa berkas tersebut didasarkan pada analisis forensik, citra yang telah diberi koordinat geografis, serta pernyataan publik Glass. Keterangan ini berasal dari kanal media sosial dan belum dikonfirmasi oleh media berita maupun sumber resmi.
Secara terpisah, sebuah unggahan Telegram dari kanal Quds News Network melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance menolak mendukung pencalonan kembali Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sementara Presiden Donald Trump secara terbuka mendukung Netanyahu pada Minggu. Laporan kanal tersebut belum terverifikasi, dan pernyataan tersebut tidak dikaitkan dengan kasus Hind Rajab dalam sumber-sumber yang ada.
Latar belakang
Hind Rajab tewas pada 29 Januari 2024, setelah mobil yang ditumpanginya bersama keluarganya dihujani tembakan dari pihak Israel. Terjebak di antara jenazah anggota keluarganya, ia memohon pertolongan dalam panggilan telepon kepada Palestine Red Crescent Society (PRCS).
Dua paramedis PRCS yang dikirim untuk menyelamatkannya, Yusuf Zeino dan Ahmed al-Madhoun, juga tewas. Jenazah mereka, bersama jenazah Hind, ditemukan 12 hari kemudian, menurut laporan Anadolu.
Kelompok riset berbasis di London, Forensic Architecture, menemukan bahwa 335 peluru ditembakkan ke arah mobil tersebut dan tidak ada bukti adanya saling tembak, menurut laporan yang sama. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan tanggal temuan itu.
Perkembangan berita
- 20 Oktober 2026Jerusalem church leaders urge international community to protect Palestinians
- 20 Oktober 2026Kelompok HAM desak AS tangkap komandan Israel terkait pembunuhan Hind Rajab
- 20 Oktober 2026Kabinet Palestina memperingatkan pemotongan dana bantuan Gaza
- 20 Oktober 2026Kelompok HAM desak AS tangkap komandan Israel terkait pembunuhan Hind Rajab
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Quds News Network (Telegram)en · 20 Oktober 2026
- Palestine Chronicle (Telegram)en · 20 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 20 Oktober 2026
- Al Arabiya (Telegram)ar · 20 Oktober 2026
- Antaraid · 20 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?