Kelompok HAM desak AS tangkap komandan Israel terkait pembunuhan Hind Rajab
Yayasan Hind Rajab telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki Sean Glass, seorang komandan militer Israel yang menurut yayasan tersebut kini berada di Amerika Serikat. Kelompok ini menghubungkannya dengan pembunuhan seorang gadis berusia lima tahun di Gaza pada 2024.

WASHINGTON DC — Yayasan Hind Rajab (HRF) yang berbasis di Brussel telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk menangkap dan mengadili Sean Glass, seorang komandan militer Israel yang menurut yayasan tersebut kini berada di Amerika Serikat. Kelompok ini menghubungkannya dengan pembunuhan Hind Rajab yang berusia lima tahun di Jalur Gaza pada 29 Januari 2024, sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan kelompok tersebut pada hari Senin.
HRF menyatakan bahwa Glass memimpin Kompi "Vampire Empire" dari Batalyon Lapis Baja ke-52, bagian dari Brigade Lapis Baja ke-401. "Penyelidikan HRF menempatkan dirinya dan pasukannya tepat di sekitar kendaraan Hind selama pembunuhan itu," kata yayasan tersebut dalam pernyataannya. Yayasan itu juga menyebutkan bahwa ia "kemungkinan besar memberi perintah untuk melepaskan tembakan" ke arah kendaraan tersebut. Kelompok ini menuduh Glass melakukan kejahatan perang dan genosida berdasarkan hukum AS.
"Bukti dalam berkas ini sangat memberatkan dan jumlahnya banyak," kata Natacha Bracq, kepala bidang litigasi HRF. "Kami menyerukan kepada Departemen Kehakiman AS untuk segera membuka penyelidikan."
Anggota Kongres dari Partai Demokrat Rashida Tlaib mendukung permintaan tersebut melalui unggahan di media sosial. "Sebagai pihak dalam Konvensi Genosida dan Konvensi Jenewa, pemerintah kami wajib menangkap dan menyelidiki dia atas kejahatan perang dan tindakan genosida ini," tulisnya.
Departemen Kehakiman belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Anadolu Agency. Tanggapan Glass terhadap tuduhan tersebut tidak dilaporkan dalam sumber-sumber yang ditinjau. Secara terpisah, sebuah kanal Telegram yang memuat berita Gaza melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance menolak mendukung pencalonan kembali Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Unggahan kanal tersebut belum dikonfirmasi oleh media berita maupun pernyataan resmi, dan tidak terkait dengan permintaan HRF.
The Palestine Chronicle, yang juga beroperasi di Telegram, menyebutkan bahwa berkas tersebut didasarkan pada analisis forensik, citra yang telah dipetakan secara geografis, serta pernyataan publik Glass. Media itu juga menyebutkan bahwa belum ada pengadilan yang menetapkan tanggung jawab pidana individual Glass. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan apakah Departemen Kehakiman telah membuka kasus.
Latar belakang
Hind tewas setelah mobil yang membawa dirinya dan kerabatnya dihujani tembakan Israel. Ia terjebak di antara jasad anggota keluarganya dan menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) untuk meminta bantuan, menurut Anadolu Agency. Dua paramedis PRCS yang dikirim untuk menyelamatkannya, Yusuf Zeino dan Ahmed al-Madhoun, juga tewas. Jasad mereka, bersama jasad Hind, ditemukan 12 hari kemudian.
Kelompok riset yang berbasis di London, Forensic Architecture, menemukan bahwa 335 peluru ditembakkan ke arah mobil tersebut dan tidak ada bukti adanya baku tembak, menurut Anadolu Agency. Sumber-sumber yang ditinjau tidak menyebutkan tanggal temuan tersebut.
Perkembangan berita
- 21 Oktober 2026Iron gate isolates 700 Jerusalemites in Wadi al-Rababa
- 21 Oktober 2026Korban tewas di Gaza naik menjadi 74.480, 175.539 terluka sejak Oktober 2023
- 21 Oktober 2026Rumah sakit di Gaza terancam listrik padam karena minyak generator habis
- 21 Oktober 2026Malaysian premier reiterates call for justice for Palestinians
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Quds News Network (Telegram)en · 20 Oktober 2026
- Palestine Chronicle (Telegram)en · 20 Oktober 2026
- Anadolu Agencyen · 20 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?