Eisenkot: Israel memilih perubahan dan dia akan berupaya membentuk pemerintahan
Kandidat oposisi Gadi Eisenkot mengatakan kepada para pendukungnya pada awal Rabu bahwa warga Israel telah memilih perubahan setelah Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan akan berupaya membentuk pemerintahan baru.

ISRAEL — Kandidat oposisi Gadi Eisenkot mengatakan pada awal Rabu bahwa Israel telah memilih perubahan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan akan berupaya membentuk pemerintahan baru, menurut Middle East Eye.
Eisenkot berbicara kepada para pendukungnya ketika hasil awal pemilihan umum Israel mulai masuk. Sumber-sumber tersebut tidak memuat jumlah kursi atau perolehan suara, dan tidak menyebutkan apakah hasil resmi telah diumumkan.
Dari lokasi, di media sosial
Pernyataan Eisenkot
Eisenkot memperingatkan Netanyahu agar tidak menggunakan keamanan nasional untuk kepentingan politik. "Jangan berani-berani menggunakan keamanan Israel untuk kebutuhan politik Anda," katanya, menurut Middle East Eye. Media tersebut menilai pernyataan itu kemungkinan merujuk pada ancaman Netanyahu untuk melancarkan serangan baru ke Iran. Eisenkot tidak menyebut Iran dalam kutipan ucapannya.
Ia juga mengatakan tidak menginginkan pemilihan ulang. "Dalam pemilihan ini, dengan persentase pemilih yang tinggi, akan menjadi kesalahan jika pemilihan diulang," katanya. "Merupakan tugas saya dan tugas semua orang untuk mewujudkan kehendak rakyat."
Unggahan Telegram
Al Jazeera Arabic memuat item terpisah di saluran Telegram-nya. Unggahan tersebut diberi label "breaking" dan menyebut Eisenkot menggambarkan Netanyahu sebagai perdana menteri yang tidak sah serta mengatakan tidak ada kepercayaan kepadanya. Unggahan ini merupakan konten media sosial yang belum terverifikasi. Pernyataan tersebut tidak dikonfirmasi oleh sumber kedua dalam materi yang tersedia, dan tidak muncul dalam laporan Middle East Eye mengenai ucapannya.
Yang belum dikonfirmasi
Sumber-sumber tersebut tidak mencakup hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel. Mereka juga tidak menyebutkan partai mana yang meraih kursi terbanyak, atau apakah blok Eisenkot memiliki dukungan yang cukup untuk membentuk koalisi. Tidak ada pula tanggapan dari Netanyahu maupun partai Likud-nya.
Pernyataan Eisenkot merupakan niat yang disampaikan. Di Israel, kepala negara menugasi pihak yang akan membentuk pemerintahan. Sumber-sumber tersebut tidak menyebutkan apakah langkah itu sudah dimulai.
Latar belakang
Dalam laporan sumber, Eisenkot disebut sebagai kandidat oposisi yang menantang Netanyahu. Middle East Eye melaporkan bahwa ia mengaitkan seruannya untuk hasil yang stabil dengan tingginya partisipasi pemilih. Ia berpendapat bahwa menggelar pemungutan suara lagi akan bertentangan dengan keputusan para pemilih.
Laporan tersebut tidak memuat rincian lebih lanjut mengenai kampanye, daftar partai, atau platform kebijakan. Informasi tambahan diharapkan setelah hasil final diumumkan dan para pemimpin partai mulai berunding mengenai koalisi.
Perkembangan berita
- 27 Oktober 2026Satu orang tewas dalam serangan Israel terhadap tenda pengungsi di Gaza, sumber medis menyebutkan
- 28 Oktober 2026Eisenkot: karier politik Netanyahu telah berakhir saat jajak pendapat keluar Israel menunjukkan persaingan ketat
- 28 Oktober 2026Eisenkot: Israel memilih perubahan dan dia akan berupaya membentuk pemerintahan
- 28 Oktober 2026Komisi PBB temukan penganiayaan berbasis usia terhadap anak-anak Palestina di Tepi Barat
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?