Vance dilaporkan mengirim surat kepada pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei untuk memulai kembali perundingan damai
The Wall Street Journal melaporkan pada hari Rabu bahwa wakil presiden AS menulis surat kepada Mohsen Rezaei dari Iran. Tidak ada pemerintah yang memberikan komentar dalam bahan yang ditinjau.

WASHINGTON — Wakil Presiden AS JD Vance mengirim surat kepada Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei untuk berupaya memulai kembali perundingan damai, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Rabu, dengan mengutip pejabat AS dan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan itu disampaikan pada hari yang sama oleh Middle East Eye. Baik laporan WSJ maupun laporan Middle East Eye, sebagaimana ditinjau oleh Zenga News, tidak mencantumkan isi surat ataupun tanggal pengirimannya.
Isi laporan
Menurut WSJ, sebagaimana diringkas oleh Middle East Eye, surat tersebut merupakan upaya untuk menghidupkan kembali negosiasi antara Washington dan Teheran. Surat kabar itu menggambarkan langkah tersebut sebagai eksklusif. Dalam unggahan di media sosial yang mempromosikan berita tersebut, WSJ menyatakan bahwa Vance "telah menghubungi salah satu garis keras paling berkuasa di Iran untuk menghidupkan kembali perundingan damai".
Dalam unggahan di Telegram, kanal berbahasa Arab Al Jazeera menyebutkan bahwa WSJ, dengan mengutip pejabat AS dan sumber yang mengetahui situasi, melaporkan Vance menulis surat kepada Rezaei atas arahan Presiden Donald Trump. Unggahan Telegram tersebut merupakan item media sosial dan belum terverifikasi. Ringkasan Middle East Eye tidak menyebutkan siapa yang memberi arahan surat tersebut. Klaim di Telegram itu, dengan demikian, bertumpu pada laporan WSJ yang diteruskan oleh Al Jazeera, bukan pada konfirmasi dari Gedung Putih.
Kaitan dengan peringatan militer sebelumnya
WSJ menyebutkan bahwa langkah pendekatan ini terjadi ketika Trump mengancam akan memulai kembali perang setelah pemilihan umum sela AS pekan depan. Middle East Eye mencatat bahwa WSJ sebelumnya melaporkan Amerika Serikat telah memperingatkan beberapa negara Teluk Arab agar bersiap menghadapi serangan militer singkat dan intens terhadap Iran setelah pemilihan umum sela pada November.
Kedua laporan ini menggambarkan dua jalur yang berjalan paralel: upaya diplomatik kepada tokoh senior Iran dan persiapan kemungkinan aksi militer. Bahan yang ditinjau tidak menyebutkan bagaimana pejabat di Washington memandang hubungan antara keduanya.
Yang belum dikonfirmasi
Sumber-sumber tersebut tidak memuat komentar dari Gedung Putih, Kantor Wakil Presiden, maupun pihak berwenang Iran. Belum diketahui apakah Rezaei menerima surat tersebut, apakah ia sudah membalas, atau apa isi usulan dalam surat itu. Sumber WSJ bersifat anonim, dan Zenga News belum memverifikasi laporan ini secara independen.
Laporan-laporan tersebut juga tidak menyebutkan apakah serangan militer yang dijelaskan WSJ sudah diputuskan secara final atau bergantung pada hasil perundingan apa pun. Laporan itu tidak mengidentifikasi negara-negara Teluk Arab yang diperingatkan.
Latar belakang
Dalam laporan-laporan tersebut, Rezaei digambarkan sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Iran dan, menurut istilah WSJ, salah satu garis keras paling berkuasa di negara itu. Pernyataan WSJ mengenai ancaman Trump untuk "memulai kembali perang" menunjukkan bahwa pertempuran antara kedua pihak telah dihentikan sementara. Bahan yang ditinjau tidak memberikan rincian mengenai konflik sebelumnya tersebut ataupun putaran perundingan damai sebelumnya.
Pemilihan umum sela AS dijadwalkan pekan depan, menurut unggahan WSJ. Diperlukan laporan lanjutan atau pernyataan resmi untuk memastikan apa, jika ada, yang menyusul dari surat yang dilaporkan tersebut.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?