Skip to content
Zenga News

PM Prancis menuding kelompok kiri jauh berupaya menebarkan kekacauan lewat unjuk rasa menjelang pemilihan presiden

Perdana menteri Prancis mengatakan kelompok kiri jauh berupaya menciptakan kekacauan lewat demonstrasi menjelang pemilihan presiden, menurut sebuah unggahan Telegram dari Al Jazeera Mubasher.

Onur Irmako
Zenga News Desk Eropa & Amerika · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 1 menit baca
File photo: Hôtel de Matignon, located in 57 rue de Varenne, the 7th arrondissement of Paris, France.
File photo: Hôtel de Matignon, located in 57 rue de Varenne, the 7th arrondissement of Paris, France. Foto: ScareCriterion12 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

PARIS — Perdana menteri Prancis mengatakan kelompok kiri jauh berupaya menebarkan kekacauan di negara itu melalui demonstrasi menjelang pemilihan presiden, menurut unggahan berita terkini dari Al Jazeera Mubasher di Telegram pada 19 Oktober 2026.

Unggahan tersebut merupakan satu-satunya sumber untuk laporan ini. Ini adalah unggahan media sosial, dan Zenga News belum memverifikasinya secara independen. Belum ada media berita atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi pernyataan tersebut pada saat tulisan ini dibuat.

Dari lokasi, di media sosial

Isi unggahan

Dalam unggahan itu, kanal berbahasa Arab tersebut melaporkan bahwa perdana menteri mengatakan "kiri ekstrem" telah berupaya, melalui unjuk rasa, menciptakan kekacauan di seluruh Prancis menjelang pemungutan suara presiden. Kanal itu menyajikan pernyataan tersebut sebagai berita terkini.

Unggahan itu hanya berupa satu baris bergaya judul. Unggahan itu tidak mengutip perdana menteri secara langsung, sehingga kata-kata pasti dari pernyataan asli tidak diketahui.

Hal yang belum dikonfirmasi

Unggahan tersebut tidak menyebutkan nama perdana menteri. Unggahan itu juga tidak menjelaskan di mana atau kapan pernyataan itu disampaikan, atau apakah itu disampaikan dalam pidato, wawancara, atau pernyataan tertulis.

Unggahan itu juga tidak mengidentifikasi demonstrasi mana yang dimaksud perdana menteri. Tidak ada rincian mengenai jumlah peserta, lokasi, penyelenggara, atau tanggalnya. Tidak dijelaskan apakah ada penangkapan, korban luka, atau kerusakan.

Unggahan itu tidak menyebutkan nama kelompok atau partai yang disebut perdana menteri sebagai "kiri ekstrem". Tidak dijelaskan apakah ada dari mereka yang sudah menanggapi. Unggahan itu juga tidak menyebutkan tanggal pemilihan presiden.

Zenga News belum melihat pernyataan dari pengunjuk rasa, partai-partai sayap kiri, ataupun pemerintah yang dapat menguatkan atau membantah laporan tersebut. Sampai pernyataan itu dikonfirmasi melalui transkrip resmi atau media berita, laporan ini sebaiknya dibaca sebagai laporan yang belum terverifikasi tentang apa yang dikatakan perdana menteri.

Latar belakang

Materi sumber tidak memuat latar belakang lebih lanjut mengenai demonstrasi maupun pemilihan. Laporan ini akan diperbarui jika pernyataan tersebut dikonfirmasi atau jika rincian lebih lanjut dipublikasikan.

Perkembangan berita

  1. 17 Oktober 2026Reform UK skors aktivis atas pernyataan tentang Muslim dan identitas Inggris dalam rekaman ITV
  2. 18 Oktober 2026Protes inflasi berubah menjadi kekerasan di Prancis, 1.200 orang ditangkap
  3. 19 Oktober 2026PM Prancis menuding kelompok kiri jauh berupaya menebarkan kekacauan lewat unjuk rasa menjelang pemilihan presiden
  4. 19 Oktober 2026Slogan 'Bismillah' menyebar di spanduk demonstrasi mahasiswa di Prancis

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait