Skip to content
Zenga News

Parlemen Mesir akan gelar sidang darurat atas permintaan Sisi untuk membela Arab Saudi

Presiden Abdel Fattah el-Sisi telah meminta parlemen memberikan otorisasi untuk membantu membela Arab Saudi jika Riyadh memintanya. Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar sidang darurat pada hari Minggu.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: The Egyptian Parliament building in the new capital of Egypt
File photo: The Egyptian Parliament building in the new capital of Egypt Foto: Abdelrhman 1990 / Wikimedia Commons · CC BY 4.0

KAIRO — Parlemen Mesir akan menggelar sidang darurat pada hari Minggu setelah Presiden Abdel Fattah el-Sisi meminta anggota parlemen untuk memberikan otorisasi bantuan bagi Arab Saudi jika kerajaan tersebut memintanya, demikian dilaporkan surat kabar Al-Ahram.

Sisi menyampaikan permintaan itu pada hari Sabtu dalam pidato di sebuah upacara wisuda di Akademi Militer Mesir, menurut Middle East Eye. Ia mengatakan Mesir akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela Arab Saudi jika diminta.

"Saya tahu ini memerlukan persetujuan parlemen Mesir, dan saya meminta agar sidang darurat digelar agar parlemen dapat memberi kami otorisasi tersebut jika kami diminta," kata Sisi, sebagaimana dikutip Middle East Eye.

Sidang

Al-Ahram melaporkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat, yang dipimpin Hisham Badawy, akan bersidang "menanggapi seruan Presiden Abdel Fattah el-Sisi." Middle East Eye menyebutkan bahwa parlemen mengumumkan sidang pleno tidak lama setelah pidato tersebut. Parlemen tidak mengungkap agenda sidangnya.

Al Jazeera English melaporkan bahwa Sisi menginginkan persetujuan untuk bantuan militer jika Riyadh memintanya. Ia menegaskan bahwa Mesir tidak menginginkan perang. Al Jazeera menggambarkan konteksnya sebagai serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Materi yang tersedia tidak memberikan rincian mengenai serangan tersebut.

Peran kepemimpinan Saudi

Menurut Middle East Eye, Sisi mengatakan Mesir akan bertindak sesuai arahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Laporan media tersebut tidak menyebutkan bahwa Arab Saudi telah mengajukan permintaan bantuan militer Mesir.

Hal yang belum dikonfirmasi

Sumber-sumber tidak menyebutkan bentuk bantuan Mesir yang mungkin diberikan. Sumber juga tidak menyebutkan apakah anggota parlemen akan melakukan pemungutan suara pada hari Minggu, ataupun rumusan resolusi yang akan digunakan. Tidak ada tanggapan pemerintah Saudi terhadap pernyataan Sisi dalam materi yang ditinjau. Reaksi Houthi juga tidak dilaporkan di sana.

Latar belakang

Middle East Eye melaporkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengunjungi Sisi pada 15 September, setelah pertempuran di Yaman kembali memanas. Keduanya disebut membahas sejumlah isu, termasuk keamanan dan pelayaran di Laut Merah.

Sisi mengatakan otorisasi yang ia minta memerlukan persetujuan parlemen. Pernyataannya menunjukkan bahwa setiap pengerahan atau dukungan militer di luar perbatasan Mesir perlu mendapat persetujuan tersebut sebelum dapat dilaksanakan, jika Arab Saudi mengajukan permintaan.

Houthi, yang berbasis di Yaman, adalah pihak yang diidentifikasi Al Jazeera terkait serangan terhadap Arab Saudi. Kedua sumber tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden terkini, korban jiwa, maupun kerusakan.

Informasi lebih lanjut mengenai hasil sidang darurat belum dipublikasikan dalam sumber-sumber pada saat laporan ini ditulis.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait