Iran menyatakan kerja sama dengan IAEA masih jauh dari normal
Menteri luar negeri Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masih jauh dari kembali normal, menurut unggahan Telegram Al Jazeera Arabic.

TEHERAN — Menteri luar negeri Iran mengatakan negaranya masih "sangat jauh" dari memulihkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke kondisi normal, menurut unggahan berita terkini Al Jazeera Arabic di aplikasi pesan Telegram, yang bertanggal 31 Oktober 2026.
Unggahan tersebut melaporkan pernyataan itu sebagai keterangan yang disampaikan kepada Al Jazeera. Ini hanya berupa judul singkat dan ringkasan. Materi sumber tidak mencakup wawancara lengkap, nama menteri, ataupun alasan spesifik yang ia sampaikan mengenai kesenjangan kerja sama tersebut. Unggahan itu juga tidak menjelaskan ketentuan kesepakatan apa pun atau inspeksi yang terlibat.
IAEA adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memantau kegiatan nuklir dan memverifikasi komitmen negara-negara berdasarkan perjanjian pengamanan (safeguards) mereka. Materi sumber tidak menyebutkan pengaturan spesifik mana yang sedang dipersoalkan.
Mengapa ini penting
Kerja sama antara Iran dan IAEA menentukan seberapa leluasa inspektur mengakses fasilitas nuklir Iran dan seberapa banyak informasi yang diterima badan tersebut. Unggahan itu tidak menyebutkan perubahan apa, jika ada, yang diharapkan sang menteri atau langkah apa saja yang terdampak.
Langkah selanjutnya
Materi sumber tidak menyebutkan pertemuan, tenggat waktu, keputusan dewan, ataupun pernyataan lanjutan mengenai hal ini yang dijadwalkan. Belum diketahui dari materi yang tersedia apakah Iran atau IAEA akan mengumumkan langkah untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Sumber
Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?