Skip to content
Zenga News

Suriah pertimbangkan bergabung dengan pakta pertahanan Mekkah, kata menlu

Menteri luar negeri Suriah mengatakan pembicaraan sedang berlangsung mengenai kemungkinan Damaskus bergabung dengan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah, menurut The New Arab.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: മക്കയില്‍ വാഹനങ്ങള്‍ കടന്നു പോകുന്ന തുരങ്കം
File photo: മക്കയില്‍ വാഹനങ്ങള്‍ കടന്നു പോകുന്ന തുരങ്കം Foto: yousefmadari / Wikimedia Commons · Public domain

MANAMA — Menteri luar negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, menegaskan pada Sabtu bahwa sedang dilakukan pembahasan untuk menilai kemungkinan keanggotaan Suriah dalam Pakta Pertahanan Bersama Mekkah, menurut The New Arab. Ia berbicara dalam acara Pillars of Regional Security di Manama Dialogue 2026 yang diselenggarakan Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS). The New Arab melaporkan pernyataan tersebut pada 31 Oktober 2026.

Menurut laporan itu, Shaibani mengatakan keamanan Teluk merupakan "bagian integral dari keamanan regional Suriah". Ia mengatakan Damaskus berdiri bersama negara-negara Teluk dan rakyatnya dalam menghadapi milisi lintas batas. Menteri itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pembicaraan untuk bergabung dengan pakta tersebut, menurut laporan media itu.

Pakta Mekkah ditandatangani oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan di kota suci umat Islam, Mekkah, pada 7 Agustus, menurut laporan tersebut. Pakta ini menetapkan perjanjian pertahanan bersama yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Shaibani juga mengecam serangan rudal dan drone terbaru terhadap Arab Saudi, menurut laporan itu. Ia menegaskan solidaritas Damaskus dengan para mitranya dalam menghadapi serangan tersebut. Ia juga menolak penggunaan wilayah Suriah untuk mengancam negara-negara tetangga. Ia menambahkan bahwa Suriah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam memulihkan kedaulatannya atas negara itu.

Mengapa ini penting

Bagi Suriah, pertanyaannya adalah apakah peran keamanan regional akan mengikat angkatan bersenjatanya pada komitmen pertahanan yang dibuat oleh tiga negara lain. Laporan itu tidak menyebutkan kewajiban apa, jika ada, yang akan diambil Suriah. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah pembicaraan tersebut memiliki jadwal.

Pernyataan menteri itu menghubungkan keamanan Suriah dengan Teluk dan Yaman. Menurut laporan tersebut, Shaibani mengatakan Suriah memiliki pengalaman menghadapi milisi yang campur tangan di negara itu selama perang 14 tahun, dan pengalaman ini dapat dibagikan untuk memperkuat kerja sama dan stabilitas regional.

Latar belakang

Pakta Mekkah merupakan kesepakatan yang baru. Menurut The New Arab, Arab Saudi diserang oleh pemberontak Houthi Yaman sejak pakta itu ditandatangani, dan telah melanjutkan pertempuran melawan kelompok tersebut di Yaman. Laporan itu menyebutkan hal ini telah menghidupkan kembali perang saudara di negara tersebut. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Pakistan dan Turki belum mengumumkan serangan terhadap Houthi yang didukung Iran.

Terkait Dataran Tinggi Golan, Shaibani mengatakan posisi Damaskus tetap teguh. Ia mengutip Resolusi Dewan Keamanan PBB 497, yang menolak undang-undang Israel tentang Dataran Tinggi Golan dan menganggap aneksasi wilayah tersebut batal demi hukum internasional. Ia juga mengatakan Suriah telah mengalami lebih dari seribu serangan Israel dalam kurang dari dua tahun, yang menewaskan puluhan orang. Ia mempertanyakan bagaimana tuntutan Israel terkait kontrol perbatasan dan penyitaan senjata dapat didamaikan dengan apa yang ia sebut sebagai pelanggaran harian terhadap kedaulatan Suriah. Laporan itu merujuk pada alasan yang dinyatakan Israel untuk serangan-serangan tersebut.

Langkah selanjutnya

The New Arab tidak melaporkan tanggal untuk keputusan mengenai keanggotaan Suriah. Menteri tidak menyebutkan kapan pembicaraan akan berakhir. Tidak ada pernyataan dari Arab Saudi, Turki, atau Pakistan mengenai kemungkinan keanggotaan Suriah yang dikutip dalam laporan tersebut.

Perkembangan berita

  1. 21 Oktober 2026Syria and Lebanon discuss refugee returns and child protection
  2. 23 Oktober 2026Hakim pengadilan Damaskus menyatakan bukti mengaitkan Bashar al-Assad dengan perintah dalam putusan terhadapnya
  3. 27 Oktober 2026Suriah menyatakan serangan udara Yordania menewaskan tujuh orang, membantah klaim koordinasi Amman
  4. 31 Oktober 2026Suriah pertimbangkan bergabung dengan pakta pertahanan Mekkah, kata menlu

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait