Araghchi ancam serangan luas jika perang baru pecah
Al Arabiya melaporkan bahwa menteri luar negeri Iran memperingatkan serangan militer besar-besaran jika perang dilanjutkan. Juru bicara militer Iran secara terpisah memperingatkan bahwa konflik baru akan meluas jauh lebih luas.

ISTANBUL — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengancam akan melancarkan serangan militer yang luas jika perang baru pecah, menurut judul yang diunggah Al Arabiya di Telegram pada Sabtu. Unggahan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Unggahan Al Arabiya, yang diterbitkan pada 31 Oktober, hanya memuat judul dan ringkasan satu baris. Unggahan itu tidak menyebutkan kapan atau di mana Araghchi berbicara, siapa sasaran ancaman tersebut, atau apa yang akan dianggap sebagai awal perang baru. Zenga News belum memverifikasi secara independen unggahan tersebut, dan tidak ada sumber lain dalam bahan yang ditinjau yang mengulangi pernyataan Araghchi.
Dari lokasi, di media sosial
Peringatan juru bicara militer
Peringatan terpisah datang pada hari yang sama dari militer Iran. Juru bicara Brigjen Mohammad Akraminia mengatakan perang baru dapat meluas ke wilayah yang jauh lebih besar jika Presiden AS Donald Trump melancarkan "petualangan lain di kawasan" bersama Israel, menurut kantor berita Indonesia Antara.
Antara menyebutkan bahwa Akraminia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di X pada Sabtu. Dalam terjemahan Antara, ia menulis bahwa jika presiden AS kembali memulai petualangan militer di kawasan "di bawah tekanan dan desakan Zionis", api perang "tidak diragukan lagi" akan meluas ke wilayah geografis yang jauh lebih luas. Ia menambahkan bahwa berakhirnya konflik "tidak berada di tangannya", merujuk pada Trump.
Akraminia juga mengatakan Trump memiliki catatan mengkhianati diplomasi, menurut Antara. Ia menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran terus meningkatkan kesiapan tempur dan memantau dengan saksama pergerakan AS di kawasan.
Kutipan dari Akraminia diambil dari laporan Antara dalam bahasa Indonesia dan bukan merupakan kata-kata asli unggahannya. Zenga News belum melihat unggahan X tersebut.
Yang belum dikonfirmasi
Unggahan Al Arabiya tidak menyebutkan apakah pernyataan Araghchi dan pernyataan Akraminia saling terkait. Tidak ada sumber yang menyebutkan bahwa AS atau Israel telah mengumumkan rencana serangan baru. Keduanya juga tidak menyatakan bahwa tindakan militer baru telah dimulai atau akan segera terjadi.
Redaksi pasti ancaman Araghchi, dan serangan yang ia maksud, tidak dijelaskan dalam bahan yang tersedia. Unggahan ini merupakan konten media sosial, dan isinya sebaiknya diperlakukan sebagai laporan tentang apa yang dikatakan Araghchi hingga dikonfirmasi oleh pejabat Iran atau oleh laporan berita yang memuat pernyataan lengkapnya.
Latar belakang
Menurut Antara, ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan tindakan balasan di kawasan tersebut, kata kantor berita itu.
Upaya diplomatik kemudian dilakukan. Antara melaporkan bahwa Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Menurut kantor berita itu, ketegangan terus berlanjut terkait pengaturan keamanan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Laporan Antara terkait dua berita lain. Salah satunya berjudul bahwa Trump tidak akan membiarkan perang Iran berlarut-larut, pernyataan yang dikaitkan dengan Wakil Presiden JD Vance. Berita lainnya menyebutkan bahwa mediator Qatar kembali ke Teheran dalam upaya mewujudkan perdamaian antara AS dan Iran. Zenga News belum meninjau teks kedua berita tersebut.
Antara melengkapi laporannya dengan foto arsip para demonstran antiperang yang berunjuk rasa di dekat Gedung Putih di Washington pada 7 April, menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?