Skip to content
Zenga News

Arab Saudi dan UEA serukan koordinasi Teluk yang lebih erat terkait serangan Houthi

Arab Saudi dan UEA menyerukan penguatan koordinasi di antara negara-negara Teluk setelah serangan Houthi terhadap Kerajaan terus berlanjut, menurut Arab News.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Perspective from the viewpoint Maria Ruh near Urbar over the Rhine to the Lorelei
File photo: Perspective from the viewpoint Maria Ruh near Urbar over the Rhine to the Lorelei Foto: Jörg Braukmann / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

RIYADH — Arab Saudi dan UEA pada Senin menyerukan penguatan koordinasi di antara negara-negara Teluk untuk membendung meningkatnya ketegangan regional, menurut Arab News. Seruan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya serangan Houthi terhadap Kerajaan.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dan rekan sejawatnya dari Emirat, Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan, membahas perkembangan terbaru di kawasan dalam percakapan telepon. Keduanya mengecam serangan milisi Yaman terhadap situs-situs sipil di Arab Saudi, lapor Arab News.

Menurut Kantor Berita Arab Saudi (SPA), sebagaimana dikutip Arab News, para menteri menekankan perlunya konsultasi yang lebih erat serta upaya diplomatik bersama. Mereka menyatakan bahwa langkah tersebut akan memperkuat kerja sama di antara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), mendukung upaya de-eskalasi, dan mencegah konflik meluas di seluruh kawasan.

Arab News menyebutkan bahwa seruan ini menyusul pertemuan di Bahrain sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, menteri luar negeri GCC mengecam serangan berulang yang belakangan terjadi terhadap Arab Saudi oleh Houthi, sebagaimana digambarkan mereka. Mereka menegaskan kembali solidaritas dengan Kerajaan dan komitmen terhadap keamanan kolektif.

Keenam anggota GCC, yakni Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain, kembali menegaskan bahwa serangan terhadap satu anggota merupakan ancaman bagi semua. Mereka merujuk pada perjanjian pertahanan bersama organisasi tersebut dan mendukung hak Arab Saudi untuk membela diri, demikian laporan tersebut.

Pembicaraan telepon ini juga menyusul kunjungan Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, ke Abu Dhabi pada Minggu. Menurut Arab News, ia bertemu Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, untuk membahas kerja sama bilateral dan keamanan regional.

Dalam panggilan telepon terpisah pada Senin, Pangeran Faisal dan rekan sejawatnya dari Turki, Hakan Fidan, juga mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Keduanya membahas perkembangan terbaru di kawasan serta upaya memperkuat stabilitas regional, lapor Kantor Berita Arab Saudi.

Latar belakang

Arab News melaporkan bahwa Houthi di Yemen telah meningkatkan serangan terhadap Kerajaan pada bulan ini. Serangan tersebut menargetkan bandara Saudi, infrastruktur energi, dan kawasan sipil. Menurut laporan itu, beberapa serangan mematikan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan bandara lain di negara tersebut.

Serangan-serangan itu telah mengganggu transportasi udara, demikian laporan tersebut. Laporan itu menambahkan bahwa serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran keamanan regional. Perang antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional masih berlanjut, kata Arab News.

Laporan ini tidak memberikan angka korban jiwa akibat serangan tersebut, dan tidak menyebutkan berapa banyak serangan yang terjadi atau kapan masing-masing serangan berlangsung. Arab News merupakan satu-satunya sumber untuk laporan ini. Keterangannya belum diperiksa silang dengan media lain maupun pernyataan resmi dari Houthi.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait