Skip to content
Zenga News

Utusan PBB desak Israel izinkan komite teknokratis masuk ke Gaza

Nickolay Mladenov pada Minggu meminta Israel membiarkan komite teknokratis dan pasukan stabilisasi internasional masuk ke Jalur Gaza, demikian dilaporkan The New Arab, dengan mengutip Haaretz.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: The map shows the Rafah governorate and its surroundings including border crossings.
File photo: The map shows the Rafah governorate and its surroundings including border crossings. Foto: OCHA OpT / Wikimedia Commons · Public domain

GAZA — Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, pada Minggu meminta Israel untuk "segera mengizinkan" komite teknokratis dan pasukan stabilisasi internasional masuk ke Jalur Gaza, menurut The New Arab.

Media tersebut, yang mengutip laporan Haaretz, menyebutkan bahwa tuntutan itu sejalan dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Informasi ini didasarkan pada satu sumber tersebut. Zenga News belum memverifikasinya secara independen.

Surat kepada COGAT

Menurut The New Arab, Mladenov menyampaikan permintaan itu dalam surat kepada Yoram Halevi, kepala COGAT, badan Israel yang mengoordinasikan kegiatan pemerintah di wilayah Palestina. Surat tersebut merupakan tanggapan atas pengumuman Halevi bahwa barang tidak lagi akan masuk ke Gaza melalui pedagang swasta "hingga pemberitahuan lebih lanjut", menurut Haaretz. The New Arab menggambarkan jalur ini sebagai saluran utama masuknya barang ke wilayah tersebut.

Mladenov menulis bahwa "pemerasan Hamas terhadap pedagang dan importir (yang dibantah gerakan itu) bukanlah masalah baru", menurut laporan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa jika impor sektor swasta dihentikan, tekanan serupa akan diterapkan pada bantuan kemanusiaan yang dibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional ke Gaza.

Proyek percontohan Rafah

Utusan PBB tersebut juga meminta pemerintah Israel untuk segera menyetujui proyek percontohan, kata The New Arab. Berdasarkan proyek itu, komite teknokratis Palestina dan pasukan stabilisasi internasional akan mulai bekerja di wilayah terbatas di Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza. Laporan itu menyebutkan bahwa tentara Israel saat ini menguasai wilayah tersebut dan Hamas tidak memiliki kehadiran di sana.

Mladenov mengakhiri suratnya dengan meminta Israel bekerja sama dengan yang disebut Peace Board untuk membentuk mekanisme baru pengelolaan pasokan barang ke Gaza, menurut laporan tersebut. Ia mengatakan staf Peace Board dan Israel sedang membahas hal itu, lapor The New Arab.

Tanggapan Hamas

The New Arab melaporkan bahwa Hamas mengkritik pernyataan Mladenov pada Jumat. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menuduhnya "berpihak pada dalih Israel untuk menghalangi masuknya barang ke Jalur Gaza dan memperdalam krisis kemanusiaan di sana", menurut media tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa Hamas menggambarkan posisinya sebagai adopsi narasi Israel atas keputusan pemerintahan Netanyahu untuk menangguhkan masuknya barang. Teks sumber terpotong pada titik ini, dan sisa pernyataan Hamas tidak tersedia.

Latar belakang

The New Arab menyebutkan bahwa surat Mladenov menyusul keputusan sebelumnya dari Kabinet Keamanan Israel. Pada akhir Juli, sebelum Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berangkat ke Washington, kabinet menyetujui pengiriman sejumlah terbatas pasukan penjaga perdamaian internasional ke Rafah, menurut laporan tersebut.

Media itu menyebutkan bahwa keputusan tersebut kemudian dibatalkan di bawah tekanan dari menteri-menteri gerakan Zionis religius. Mereka melaporkan bahwa Netanyahu mengumumkan pada akhir Agustus bahwa penempatan pasukan tersebut tidak disetujui.

Laporan The New Arab tidak memuat tanggapan Halevi, COGAT, atau pemerintah Israel terhadap surat Mladenov. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah penghentian barang melalui pedagang swasta sudah berlaku atau berapa lama berlangsungnya.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026Tiga pelajar tewas akibat tembakan Israel di Gaza dalam 24 jam, kata kementerian pendidikan
  2. 18 Oktober 2026Kekurangan air di Gaza makin parah akibat blokade ketika pembatasan barang memasuki hari kelima
  3. 18 Oktober 2026Utusan PBB desak Israel izinkan komite teknokratis masuk ke Gaza
  4. 18 Oktober 2026Pemakaman massal digelar di Al-Daraj, Kota Gaza, untuk 75 orang yang dievakuasi dari reruntuhan

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait