Skip to content
Zenga News

Trump memberikan "dukungan penuh dan total" kepada Netanyahu menjelang pemilu Israel

Presiden AS mendukung perdana menteri Israel dalam sebuah unggahan di Truth Social sembilan hari sebelum pemungutan suara pada 27 Oktober. Jajak pendapat menunjukkan kebuntuan antara koalisi Netanyahu dan blok oposisi.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Photograph of the Knesset in Jerusalem (Israeli parliament), front side
File photo: Photograph of the Knesset in Jerusalem (Israeli parliament), front side Foto: Clema12 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

ISRAEL — Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan "dukungan penuh dan total" kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sembilan hari sebelum pemilu umum Israel pada 27 Oktober, menurut Middle East Eye dan Kantor Berita Anadolu.

Trump menyampaikan pernyataan itu dalam pesan panjang di platform Truth Social miliknya, yang ditujukan kepada rakyat Israel. Ia menyebut Netanyahu "kuat, berani, dan brilian".

"Saya telah menyaksikan Bibi dalam situasi tersulit," tulis Trump, menurut Middle East Eye. Ia mengatakan banyak orang akan "layu di bawah tekanan", tetapi Netanyahu "tidak layu" dan "justru menjadi lebih kuat".

Trump menggambarkan unggahan itu sebagai surat yang mewakili dukungannya terhadap upaya Netanyahu untuk kembali terpilih. Ia menulis bahwa Netanyahu "tidak akan pernah mengecewakan kalian", menurut laporan yang sama.

Peringatan terhadap Iran

Trump juga menyinggung Iran. Middle East Eye melaporkan bahwa ia mengatakan Amerika Serikat akan "menuntaskan pekerjaan itu segera" dengan Teheran jika Iran tidak mengubah arah. Anadolu menyebut pesan tersebut menyoroti kemitraan Netanyahu dengan Washington dalam menghadapi Iran.

"Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yaitu siapa pun selain Bibi, Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya." — Donald Trump, presiden AS, dalam unggahan Truth Social

Kedua media tersebut mengutip bagian ini. Middle East Eye menyebut Trump mengisyaratkan dirinya enggan bertindak tanpa Netanyahu yang menjabat.

Jajak pendapat menunjukkan kebuntuan

Dukungan ini muncul di tengah jajak pendapat yang menunjukkan kebuntuan antara koalisi Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot, menurut Middle East Eye.

Jajak pendapat Maariv yang dipublikasikan pada Minggu menempatkan masing-masing blok pada 51 kursi. Mayoritas di parlemen Israel membutuhkan 61 kursi. Middle East Eye menyebut kebuntuan yang diproyeksikan itu bertahan dalam jajak pendapat sepanjang masa kampanye.

Laporan yang sama menyebutkan responden ditanya siapa yang lebih layak menjadi perdana menteri. Eisenkot unggul atas Netanyahu, 48 persen berbanding 41 persen.

Anadolu menggambarkan kampanye ini sebagai periode yang sensitif secara politik bagi Netanyahu. Kepemimpinannya, menurut Anadolu, sedang disorot terkait keamanan, perang di Gaza, dan posisi Israel di dunia internasional.

Belum terkonfirmasi

Sumber-sumber tersebut tidak melaporkan adanya tanggapan dari Eisenkot atau bloknya terhadap dukungan ini. Sumber-sumber itu juga tidak menjelaskan apa yang dimaksud Trump, jika ada, dengan AS "menuntaskan pekerjaan" terhadap Iran. Tidak ada sumber yang memberikan rincian tentang tindakan AS yang direncanakan.

Latar belakang

Netanyahu dan Trump terakhir tampil bersama dalam sumber-sumber tersebut pada konferensi pers bersama di kediaman Trump, Mar-a-Lago, di Florida, pada 29 Desember 2025, menurut keterangan foto dari Middle East Eye.

Anadolu melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang di Gaza, menurut otoritas Palestina. Menurut otoritas yang sama, sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, lapor Anadolu. Mahkamah Internasional (ICJ), badan peradilan utama PBB, juga sedang menangani perkara yang diajukan Afrika Selatan. Perkara ini, yang diikuti beberapa negara, menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait