Skip to content
Zenga News

Pemukim serang diplomat Eropa dan wali kota Prancis dekat Taybeh di Tepi Barat yang diduduki

Pemukim Israel menyerang sebuah delegasi yang mencakup staf konsulat Prancis dan Belgia di dekat Taybeh pada hari Sabtu. Militer Israel mengecam insiden tersebut, sementara kantor Netanyahu menuding adanya kampanye "pencemaran nama baik".

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 3 menit baca
File photo: View of Israel and Palestine taken during ISS Expedition 75. Ramallah , West Bank , villages Deir Dibwan, Ofra, Rammun, Taybeh, Deir Jarir, Silwad, Hizma, ... Jerusalem , Hizma, Ramat Shlomo, roads, forests, quarries
File photo: View of Israel and Palestine taken during ISS Expedition 75. Ramallah , West Bank , villages Deir Dibwan, Ofra, Rammun, Taybeh, Deir Jarir, Silwad, Hizma, ... Jerusalem , Hizma, Ramat Shlomo, roads, forests, quarries Foto: Earth Science and Remote Sensing Unit , Lyndon B. Johnson Space Center / Wikimedia Commons · Public domain

RAMALLAH — Pemukim Israel menyerang sebuah delegasi diplomat Eropa dan seorang wali kota Prancis di dekat kota Taybeh, sebelah timur Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, pada hari Sabtu, menurut pejabat Palestina dan laporan media.

Delegasi tersebut mencakup konsul Prancis dan Belgia, seorang perwakilan Polandia, serta pejabat Gereja Katolik, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Palestina. Kementerian itu menyatakan bahwa seorang wali kota Prancis diserang dan kendaraan konsulat Belgia dirusak.

Bernard Baudoux, wali kota Aulnoye-Aymeries di Prancis utara yang berusia 78 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa pemukim bertopeng meneriakkan hinaan tentang Prancis, menendangnya, dan memukulnya dengan batang besi, menurut kutipan Republika atas pernyataannya. Ia tidak memerlukan perawatan rumah sakit.

"Menurut saya, jika pemukim berperilaku seperti ini, berarti ada toleransi dari pihak pemerintah Israel." — Bernard Baudoux, wali kota Aulnoye-Aymeries

Perbedaan versi

Wali kota Taybeh, Suleiman Khoury, mengatakan kepada The New Arab bahwa delegasi tersebut telah menghadiri acara yang terkait dengan perjanjian kembar kota antara Taybeh dan sebuah kota di Prancis. Kelompok itu kemudian pergi membantu para petani memanen zaitun di sebelah barat kota, tempat pemukim menyerang mereka dan memecahkan jendela kendaraan konsulat Belgia, katanya.

Khoury menyatakan bahwa para diplomat meninggalkan lokasi tanpa cedera, tetapi dua warga Palestina terluka. Ia memperkirakan jumlah penyerang sekitar sepuluh orang dan mengatakan mereka datang dari tujuh pos permukiman di sekitar kota dengan mengendarai traktor.

Radio militer Israel melaporkan bahwa tujuh penyerang bertopeng tiba dengan kendaraan off-road, mengepung mobil diplomatik, dan meminta identitas sebelum memecahkan jendela kendaraan Belgia. Menurut Anadolu Agency, radio tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan dan polisi baru tiba tiga jam kemudian, meskipun mereka telah menerima lokasi dan rekaman delegasi dalam hitungan menit.

Reaksi

Militer Israel menyebut insiden itu sebagai "insiden kekerasan serius" dan mengatakan polisi sedang mengumpulkan bukti di lokasi. Militer juga menyatakan bahwa delegasi tersebut tidak berkoordinasi terlebih dahulu dan tidak ada pasukan yang hadir di lokasi, menurut Anadolu.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuding adanya "kampanye terkoordinasi untuk mencemarkan nama Israel dan warga Yahudi di Yudea dan Samaria selama panen zaitun tahunan", menggunakan istilah Israel untuk Tepi Barat. Netanyahu mengatakan para diplomat seharusnya berkoordinasi dengan militer terkait pergerakan mereka, menurut Middle East Eye. Kantornya juga menyebutkan bahwa Baudoux adalah seorang komunis yang dikenal mendukung perjuangan Palestina.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak Israel untuk "segera menghentikan kekerasan kriminal" dan menangkap para pelakunya, menurut Republika. Wakil Perdana Menteri Belgia Maxime Prevot mengecam serangan tersebut dan mengatakan Belgia akan terus mendesak penjatuhan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab serta para pendukungnya.

Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan serangan itu sebagai bukti "terorisme pemukim yang terorganisir" dan menuduh pemerintah Israel melindungi para penyerang. Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menyerukan respons internasional yang tegas.

Gadi Eisenkot, saingan utama Netanyahu dalam pemilihan Israel yang akan datang, menuduh pemerintah mensponsori "terorisme Yahudi", menurut Middle East Eye.

Latar belakang

Serangan itu terjadi selama musim panen zaitun, yang dimulai awal bulan ini. Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan 40 serangan dan pelanggaran oleh pasukan Israel dan pemukim terhadap petani, tanah, dan tanaman zaitun pada hari Sabtu, menurut Anadolu.

Pada hari Kamis, pemukim memukuli seorang jurnalis foto AS yang bekerja untuk The Washington Post dan sedang meliput panen, menurut Middle East Eye. Republika melaporkan bahwa ia sedang dirawat karena patah tulang belakang, rincian yang tidak dikonfirmasi oleh sumber lain. Duta Besar AS Mike Huckabee menyerukan agar para penyerang dituntut dan dipenjara.

Perkembangan berita

  1. 17 Oktober 2026Pemukim serang diplomat Eropa dan wali kota Prancis dekat Taybeh di Tepi Barat yang diduduki
  2. 17 Oktober 2026Kementerian Palestina mencatat 3.522 pohon buah rusak di Tepi Barat dalam sepekan panen zaitun
  3. 18 Oktober 2026Dewan Eropa peringatkan perusahaan terkait keterlibatan dalam pembangunan permukiman E1 Israel
  4. 18 Oktober 2026Kelompok pemukim Israel dirikan pos di dekat perbatasan Gaza dan desak pindah ke dalam wilayah kantong

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait