Skip to content
Zenga News

Pasukan Israel tahan puluhan orang dalam penggerebekan di Tepi Barat saat serangan pemukim dilaporkan

Pasukan Israel menahan warga Palestina, termasuk para guru, di seluruh Tepi Barat yang diduduki pada hari Senin, dan serangan pemukim dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, menurut Wafa dan Middle East Eye.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Bedouin (the nomads ) on the West Bank of the Jordan River , Palestine .
File photo: Bedouin (the nomads ) on the West Bank of the Jordan River , Palestine . Foto: Obendorf / Wikimedia Commons · CC0

TEPI BARAT YANG DIDUDUKI — Pasukan Israel menahan puluhan warga Palestina, termasuk para guru, di seluruh Tepi Barat yang diduduki pada 19 Oktober, dan para pemukim menyerang warga di beberapa wilayah, menurut laporan yang mengutip kantor berita Palestina Wafa.

Middle East Eye, yang menyampaikan kembali laporan Wafa, menyebutkan bahwa pasukan juga mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran di Gubernuran Jenin. Otoritas Israel belum memberikan tanggapan dalam materi yang ditinjau oleh Zenga News.

Dari lokasi, di media sosial

Penahanan dan penggerebekan

Di Kota Jenin, tentara Israel menggerebek empat lingkungan, demikian dilaporkan Wafa. Menurut laporan itu, mereka menahan puluhan orang dan menahan mereka selama berjam-jam untuk interogasi di lapangan.

Di Susiya, tentara menghentikan sekelompok guru Palestina yang sedang menuju sekolah dasar setempat, menurut laporan tersebut. Mereka menahan seorang guru yang disebut bernama Ismail al-Nawaj'ah dan menyita kendaraan yang digunakan kelompok itu. Para guru lainnya melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki.

Di desa al-Tuwani, di Masafer Yatta, tentara menahan dua warga Palestina dan dua aktivis solidaritas asing. Wafa menyebutkan bahwa penahanan ini terjadi setelah serangan pemukim ke rumah Musab Rab'i.

Wafa juga melaporkan penggerebekan militer Israel di Qalqilya.

Dalam sebuah unggahan di Telegram, Palestine Chronicle menyebutkan bahwa pasukan Israel menahan 12 warga Palestina di Gubernuran Tulkarm, sebagian besar di antaranya adalah mantan tahanan. Unggahan tersebut belum terverifikasi, dan Zenga News tidak dapat memastikan angka tersebut secara independen.

Insiden pemukim

Di Nablus, Sekolah Dasar Campuran Jalud mengevakuasi siswanya setelah pemukim mencoba menyerbu gedung sekolah, menurut Wafa.

Di wilayah Ramallah, dua warga Palestina terluka setelah dipukuli pemukim di kota Turmus Ayya dan desa Deir Abu Mash'al, kata Wafa. Menurut laporan itu, pemukim membakar sebuah kendaraan yang diparkir di depan dua rumah lalu berusaha membakar rumah-rumah tersebut.

Unggahan Palestine Chronicle memuat versi kejadian yang berbeda. Disebutkan bahwa pemukim, didampingi pasukan Israel, melukai dua warga Palestina di dekat Taybeh dan menyerang sebuah ambulans yang menuju lokasi untuk membantu mereka. Unggahan itu juga menyebutkan bahwa pemukim menyerang para pemanen zaitun serta mencuri hasil panen dan peralatan. Disebutkan pula bahwa pasukan Israel tetap menutup akses ke Madama. Klaim ini berasal dari satu unggahan media sosial dan belum dikonfirmasi oleh media berita maupun pernyataan resmi.

Pembongkaran

Otoritas Israel mengeluarkan lebih dari 20 pemberitahuan pembongkaran di Gubernuran Jenin, menurut Wafa. Pemberitahuan tersebut mencakup rumah kaca, gudang pertanian, sebuah taman, dan sebuah dealer mobil.

Di Negev, otoritas merobohkan tiga rumah di desa Umm Numaila dan bangunan lain di desa Abu Quraynat, menurut laporan yang sama. Middle East Eye, dengan mengutip Wafa, menggambarkan hal ini sebagai bagian dari eskalasi pembongkaran yang menargetkan desa-desa Palestina di kawasan tersebut.

Yang belum terkonfirmasi

Zenga News tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah tahanan maupun kesaksian mengenai serangan pemukim. Wafa adalah kantor berita Palestina, sedangkan unggahan Palestine Chronicle menggunakan istilah "pasukan pendudukan" dan "pemukim ilegal". Sumber ketiga, situs Mesir Vetogate, menerbitkan judul pada hari yang sama yang menggambarkan "penangkapan besar-besaran dan eskalasi pemukim" di Tepi Barat yang diduduki. Teksnya tidak tersedia untuk ditinjau.

Latar belakang

Laporan-laporan tersebut menggambarkan insiden di Masafer Yatta, Nablus, Jenin, Qalqilya, Tulkarm, dan Ramallah, serta pembongkaran di Negev. Laporan itu menunjukkan aktivitas di beberapa gubernuran dalam satu hari. Tidak ada satu pun sumber yang memberikan total jumlah orang yang ditahan.

Perkembangan berita

  1. 19 Oktober 2026Netanyahu: Israel sedang membangun zona penyangga di perbatasan termasuk Jalur Gaza
  2. 19 Oktober 2026Fatwa rabi tentang pengambilan zaitun Palestina dan serangan saat panen di Tepi Barat, menurut laporan
  3. 19 Oktober 2026Pasukan Israel tahan puluhan orang dalam penggerebekan di Tepi Barat saat serangan pemukim dilaporkan
  4. 19 Oktober 2026Liga Arab: Jalur Gaza harus tetap menjadi bagian dari negara Palestina yang merdeka

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait