Netanyahu katakan tujuannya adalah mengakhiri ancaman dan rezim Iran
Al Jazeera Arab melaporkan melalui Telegram bahwa Netanyahu mengatakan tujuan Israel adalah menghilangkan ancaman Iran dan menggulingkan pemerintah di Teheran. Unggahan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.

TIMUR TENGAH — Netanyahu mengatakan tujuannya adalah menghilangkan ancaman Iran dan menjatuhkan pemerintah di Teheran, menurut unggahan berita terkini Al Jazeera Arab di kanal Telegram-nya pada 18 Oktober 2026.
Unggahan tersebut diberi label "mendesak" dan ditampilkan dalam satu baris. Dalam unggahan di Telegram, kanal itu menyebutkan Netanyahu menyatakan: "tujuan kami adalah menghilangkan ancaman Iran dan menggulingkan rezim di Teheran." Kalimat ini merupakan terjemahan dari bahasa Arab dan mungkin berbeda dengan apa yang dikatakan Netanyahu dalam bahasa aslinya.
Yang tidak disebutkan dalam unggahan
Unggahan di Telegram ini merupakan satu-satunya sumber untuk laporan ini. Teks dan ringkasannya sama, dan hanya terdiri dari judul. Zenga News belum memverifikasi pernyataan tersebut secara independen, dan tidak ada media berita atau pernyataan resmi yang mengonfirmasinya pada saat laporan ini ditulis.
Unggahan tersebut tidak menyebutkan di mana atau kapan Netanyahu membuat pernyataan itu. Unggahan itu juga tidak menjelaskan apakah ia berbicara dalam pidato, wawancara, pernyataan tertulis, atau konferensi pers. Tidak disebutkan pula apakah kata-kata itu merupakan tanggapan atas peristiwa atau pertanyaan tertentu.
Unggahan ini juga tidak menguraikan rencana, jadwal, atau cara apa pun untuk mencapai tujuan yang disebutkan. Tidak dijelaskan apakah pernyataan tersebut mencerminkan keputusan resmi pemerintah atau operasi militer. Hal-hal tersebut masih belum dikonfirmasi.
Unggahan ini tidak menyebutkan jabatan atau nama lengkap Netanyahu. Ia hanya menyebut nama belakangnya. Oleh karena itu, Zenga News melaporkan pernyataan ini sebagaimana dikaitkan dengan Netanyahu oleh Al Jazeera Arab, dan bukan sebagai fakta yang telah terbukti di luar atribusi tersebut.
Reaksi
Materi sumber tidak memuat reaksi dari pejabat Iran, pemerintah Israel, atau pemerintah maupun organisasi lain. Zenga News belum dapat memastikan apakah Teheran telah menanggapi pernyataan yang dilaporkan tersebut.
Latar belakang
Materi sumber tidak memuat latar belakang mengenai keadaan hubungan Israel dan Iran saat ini, maupun peristiwa terkini yang mungkin melatarbelakangi pernyataan tersebut. Oleh karena itu, laporan ini tidak menawarkan konteks di luar isi unggahan.
Unggahan ini menggunakan kata "rezim" untuk merujuk pada Teheran, dalam kalimat yang dikaitkan dengan Netanyahu. Zenga News hanya mengutip istilah tersebut sebagai bagian dari pernyataan yang diatribusikan.
Al Jazeera Arab menerbitkan berita terkini di Telegram, sering kali dalam bentuk singkat. Unggahan semacam itu biasanya diikuti laporan yang lebih panjang, tetapi tidak ada laporan lanjutan dalam materi yang ditinjau untuk artikel ini. Laporan ini perlu diperbarui jika kanal tersebut, kantor Netanyahu, atau media lain menyediakan pernyataan lengkap, tanggal dan latar pernyataan, atau klarifikasi resmi.
Hingga saat itu, satu-satunya fakta yang terkonfirmasi adalah kanal Telegram Al Jazeera Arab menerbitkan unggahan pada 18 Oktober 2026 yang mengaitkan pernyataan tersebut dengan Netanyahu.
Sumber
Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?