Militer AS menyatakan sebagian besar serangan Iran terhadap pelayaran di Hormuz gagal
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan sekitar 97 persen kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak terkena serangan dan jalur air tersebut tetap terbuka, menurut laporan Middle East Eye atas wawancara Fox News.

SELAT HORMUZ — Militer AS pada hari Sabtu menyatakan bahwa "sebagian besar" dari upaya serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz telah gagal dan jalur air tersebut tetap terbuka, menurut Middle East Eye.
Middle East Eye melaporkan bahwa juru bicara Komando Pusat AS Tim Hawkins menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan Fox News. Semua rincian dalam laporan ini berasal dari satu sumber, yaitu laporan Middle East Eye, dan Zenga News belum memverifikasinya secara independen.
Angka Centcom
Menurut Middle East Eye, Hawkins mengatakan sekitar 97 persen kapal yang berupaya melintasi selat tersebut berhasil melakukannya tanpa terkena serangan. Media itu melaporkan bahwa banyak dari kapal tersebut melintas dengan perlindungan militer AS.
Laporan itu tidak menyebutkan periode waktu pengukuran angka 97 persen tersebut. Laporan itu juga tidak menyebutkan berapa banyak kapal yang tercakup dalam angka tersebut atau berapa banyak yang terkena serangan.
Hawkins juga menggambarkan tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau IRGC. "Apa yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran tidak dapat dibenarkan dan juga tidak berhasil karena mereka tidak mencapai tujuan untuk menutup Selat Hormuz," kata Hawkins, sebagaimana dikutip Middle East Eye.
Middle East Eye merangkum pernyataannya sebagai klaim bahwa serangan tersebut tidak menutup selat. Dalam laporan media tersebut, militer AS menyatakan selat itu masih terbuka bagi pelayaran.
Yang belum dikonfirmasi
Klaim tersebut berasal dari juru bicara militer AS. Laporan Middle East Eye, sebagaimana tersedia bagi Zenga News, tidak memuat tanggapan dari Iran maupun IRGC. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah pejabat Iran menerima gambaran AS mengenai serangan tersebut atau hasilnya.
Laporan itu juga tidak mengidentifikasi kapal mana pun yang menjadi sasaran. Laporan itu tidak menyebutkan pemilik atau bendera kapal mana pun. Tidak ada informasi mengenai kerusakan, korban jiwa, atau senjata yang digunakan. Laporan itu juga tidak menyebutkan di mana atau kapan masing-masing serangan terjadi.
Konfirmasi independen atas angka 97 persen, misalnya dari data perusahaan pelayaran atau badan pemantau maritim, tidak tercantum dalam sumber. Klaim bahwa banyak kapal melintas di bawah perlindungan militer AS juga hanya dikaitkan dengan pernyataan Hawkins sebagaimana disampaikan ulang oleh Middle East Eye.
Latar belakang
Laporan Middle East Eye dimuat dalam liputan langsung (live blog) mereka pada 17 Oktober 2026 dengan judul "Iran's attacks on Hormuz shipping 'unsuccessful', Centcom says". Ringkasan media tersebut menyajikan pernyataan itu sebagai penilaian militer AS terhadap upaya Iran mengganggu lalu lintas di selat tersebut.
Dalam kutipan ucapan Hawkins, tujuan IRGC adalah menutup Selat Hormuz. Ia mengatakan kelompok itu belum mencapainya. Materi sumber tidak memberikan konteks lebih luas tentang perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran maupun insiden sebelumnya di jalur air tersebut.
Zenga News akan memperbarui laporan ini jika Iran, IRGC, atau sumber maritim independen memberikan tanggapan atas pernyataan AS tersebut.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Middle East Eyeen · 17 Oktober 2026
- Al Jazeera Englishen · 18 Oktober 2026
- Al Jazeera Englishen · 17 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?