Skip to content
Zenga News

Menteri Luar Negeri Yaman tolak tawaran mediasi Iran dalam perang Yaman

Afrah Al-Zouba mengatakan Iran tidak dapat menjadi mediator dalam konflik yang, menurutnya, Iran persenjatai kelompok Houthi, menurut Arab News. Laporan tersebut tidak memuat tanggapan dari Iran maupun Houthi.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 3 menit baca
File photo: The old town of Aden, Yemen, situated in the crater of an extinct volcano
File photo: The old town of Aden, Yemen, situated in the crater of an extinct volcano Foto: Jialiang Gao www.peace-on-earth.org / Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0

YEMEN — Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Al-Zouba menolak usulan Iran untuk memediasi konflik di Yaman, dengan alasan bahwa Iran adalah pihak dalam perang tersebut, menurut laporan Arab News yang terbit pada 18 Oktober 2026.

Arab News menyebutkan bahwa Al-Zouba menyampaikan pernyataannya dalam sebuah unggahan panjang di platform X. Laporan ini hanya bersumber dari akun tersebut, dan klaim-klaim di bawah ini adalah klaim Al-Zouba sebagaimana disampaikan ulang oleh Arab News.

"Pihak yang mempersenjatai salah satu sisi dalam perang tidak dapat menjadi mediator dalam perang yang sama," tulisnya, menurut Arab News. Ia mengatakan pemerintah Iran telah "menjadikan dirinya pihak dalam perang melawan rakyat Yaman" dengan memberikan pendanaan, pelatihan, senjata, rudal, dan drone kepada Houthi.

Seruan agar Iran menarik dukungannya

Al-Zouba mengatakan Teheran seharusnya tidak menawarkan mediasi. Sebaliknya, menurutnya, Iran harus "menarik pengaruh dan senjatanya dari Yaman" serta menghormati kedaulatan nasional dan hukum internasional, menurut Arab News.

Ia menuduh Iran memperpanjang perang dengan mendukung Houthi. Menurutnya, pembicaraan Iran tentang mediasi bertepatan dengan eskalasi di lapangan. Dalam keterangannya, Houthi meningkatkan serangan terhadap markas kepresidenan dan pemerintahan di Aden, yang ia sebut sebagai ibu kota sementara. Ia juga mengatakan kelompok itu mengepung Taiz, menyerang sasaran sipil, menyerang Arab Saudi, dan mengancam pelayaran internasional.

Al-Zouba mengatakan tawaran tersebut bertentangan dengan penolakan berulang Houthi terhadap inisiatif politik serta upaya regional dan internasional, termasuk yang dimaksudkan untuk memulihkan proses politik. Ia menyebut kelompok itu "memanfaatkan masa-masa de-eskalasi untuk berkonsolidasi dan memperkuat persenjataan militernya." Ia juga mengatakan Iran telah menjadikan Yaman sebagai "alat tawar" dalam konflik-konflik regionalnya.

Penolakan terhadap klaim Houthi sebagai wakil Yaman

Menurut Arab News, menteri tersebut menolak apa yang ia sebut sebagai upaya Iran menampilkan Houthi sebagai wakil negara Yaman. Ia juga menolak upaya menggambarkan perang ini sebagai sengketa antara Yaman dan Arab Saudi.

Ia mengatakan hubungan Teheran dengan kelompok tersebut tidak memberikan legitimasi kepada kelompok itu atau hak untuk berbicara atas nama Yaman. Hubungan itu juga, katanya, tidak memberi Iran kewenangan atas pengambilan keputusan nasional Yaman. Arab News melaporkan bahwa ia mengatakan kelompok tersebut bertanggung jawab atas keputusannya sendiri, tetapi hal itu tidak membebaskan Iran dari tanggung jawab atas dukungan yang diberikannya.

Al-Zouba menegaskan kembali solidaritas Yaman dengan Arab Saudi dan mendukung hak kerajaan tersebut untuk mempertahankan keamanan serta warga dan penduduknya. Ia mengatakan keamanan kedua negara "saling terkait." Ia menggambarkan Arab Saudi sebagai penopang negara dan rakyat Yaman melalui bantuan ekonomi, kemanusiaan, dan pembangunan.

Ia juga mengatakan serangan dan ancaman terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Yordania bukan "insiden yang berdiri sendiri." Ia menggambarkannya sebagai bagian dari pendekatan Iran yang mencampuri urusan negara lain serta mempersenjatai dan mendanai milisi.

Klaim kedaulatan

Menanggapi seruan Iran untuk menghormati kedaulatan negara, Al-Zouba memaparkan apa yang ia sebut sebagai pelanggaran kedaulatan Yaman, menurut Arab News. Pelanggaran tersebut mencakup menerima perwakilan Houthi di Teheran dan menyerahkan kepadanya sebuah markas diplomatik Yaman. Hal itu juga mencakup penunjukan perwakilan Iran untuk kelompok tersebut di Sanaa serta pengoperasian penerbangan ke bandara Sanaa tanpa persetujuan pemerintah yang diakui secara internasional.

Hal yang belum dikonfirmasi

Arab News tidak melaporkan tanggapan dari Iran maupun Houthi atas pernyataannya. Laporan tersebut tidak menjelaskan isi usulan mediasi Iran ataupun waktu penyampaiannya. Tuduhan mengenai senjata, pendanaan, dan pelatihan dari Iran berasal dari Al-Zouba dan tidak diverifikasi secara independen dalam sumber tersebut. Unggahannya dikutip sebagian, dan teks laporan berakhir sebelum ia menyelesaikan pernyataannya tentang kedaulatan.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026KSrelief and WHO agree $1.55 million project for malnourished children in Yemen
  2. 18 Oktober 2026Eight Yemeni soldiers killed in Lahj fighting with Houthis, army says
  3. 18 Oktober 2026Houthi otoritas bebaskan 159 tahanan dalam amnesti, kata ICRC
  4. 18 Oktober 2026Menteri Luar Negeri Yaman tolak tawaran mediasi Iran dalam perang Yaman

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait