Skip to content
Zenga News

Menlu Arab Saudi dan Yordania serukan koordinasi yang lebih erat usai serangan Houthi

Pangeran Faisal bin Farhan dan Ayman Safadi berbicara melalui telepon pada Sabtu, menurut Arab News, dengan mengutip Kantor Berita Arab Saudi (SPA). Panggilan telepon itu terjadi setelah gelombang serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Riyadh Skyline is growing. Dated February 2018
File photo: Riyadh Skyline is growing. Dated February 2018 Foto: B.alotaby / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

RIYADH — Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyerukan koordinasi yang lebih erat terkait ketegangan regional dalam percakapan telepon pada Sabtu, lapor Arab News.

Menurut Arab News, yang mengutip Kantor Berita Arab Saudi (SPA), kedua menteri membahas upaya untuk membendung konflik dan mengurangi dampak regional maupun global. Arab News menyebutkan bahwa panggilan telepon itu berlangsung di tengah gelombang serangan terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.

Pernyataan para menteri

Arab News melaporkan bahwa kedua menteri menegaskan kembali solidaritas negara mereka dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas. Menurut laporan itu, keduanya menekankan perlunya konsultasi berkelanjutan untuk melindungi keamanan regional serta kepentingan rakyat mereka.

Laporan tersebut tidak mengutip pernyataan langsung dari kedua menteri. Laporan itu juga tidak menyebutkan apakah kedua pihak menyepakati langkah-langkah khusus.

Serangan terhadap Arab Saudi

Arab News menggambarkan Houthi sebagai milisi yang didukung Iran. Menurut laporan itu, kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan rudal dan drone yang menargetkan infrastruktur sipil dan bandara.

Sebelumnya pada Sabtu, Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman mencegat dan menghancurkan empat drone, menurut Arab News. Laporan itu menyebutkan drone-drone tersebut terbang di atas Riyadh serta wilayah timur dan selatan Kerajaan. Informasi itu disandarkan kepada juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki.

Arab News tidak melaporkan adanya kerusakan atau korban jiwa akibat serangan dalam uraiannya tentang panggilan telepon tersebut. Laporan itu juga tidak memuat tanggapan dari Houthi. Zenga News belum memverifikasi secara independen rincian tersebut.

Latar belakang

Menurut Arab News, Yordania berulang kali mengecam serangan terhadap Arab Saudi. Surat kabar itu menyebutkan Amman telah menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Saudi dan hukum internasional.

Arab News juga melaporkan bahwa Safadi sebelumnya pada bulan ini menegaskan kembali solidaritas penuh Yordania kepada Riyadh. Menurut laporan itu, ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil Arab Saudi untuk melindungi wilayah, warga, dan penduduknya.

Panggilan pada Sabtu itu merupakan kontak terbaru antara kedua menteri luar negeri sebagaimana diuraikan dalam laporan Arab News. Artikel tersebut tidak menyebutkan seberapa sering keduanya berbicara dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan ini bersumber dari satu sumber, Arab News, yang pada gilirannya mengutip Kantor Berita Arab Saudi (SPA) untuk isi panggilan tersebut. Tidak ada pernyataan terpisah dari pihak Yordania dalam bahan yang ditinjau.

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait