Israel menuduh Qatar dan Turki atas partisipasi pemilih Arab, keduanya membantah tuduhan
Partai Likud pimpinan Netanyahu menyatakan dana asing mendongkrak partisipasi pemilih Arab dalam pemilu 27 Oktober. Qatar dan Turki menolak tuduhan tersebut, sementara Shin Bet menyatakan penyelidikannya tidak menargetkan pemilih Arab.

YERUSALEM — Partai Likud yang berkuasa di Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh Qatar dan Turki ikut campur dalam pemilu 27 Oktober, yang oleh oposisi dan para pemimpin partai Arab disebut sebagai upaya mendiskreditkan hasil pemilu, menurut BBC Türkçe.
Likud menuduh partai-partai Arab di Israel "mencuri" suara. Shin Bet, dinas keamanan internal Israel, sedang menyelidiki apakah partai-partai tersebut menerima dana ilegal dari Qatar dan Turki, lapor BBC Türkçe. Hingga kini belum ada bukti yang dipublikasikan.
Bantahan dari Doha dan Ankara
Turki menolak tuduhan tersebut. Pusat Pemberantasan Disinformasi, yang berada di bawah kepresidenan Turki, mengeluarkan pernyataan tertulis pada 29 Oktober. Pusat itu menyebut tuduhan tersebut "sepenuhnya tidak berdasar" dan bagian dari kampanye disinformasi yang disengaja untuk memanipulasi publik.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut tuduhan itu "absurd dan berbahaya". Kementerian tersebut menuduh politisi Israel menjalankan kampanye disinformasi terhadap Doha dan menolak tuduhan itu secara tegas, kata BBC Türkçe.
Media Israel melaporkan bahwa sebuah tuduhan telah diajukan kepada Komisi Pemilihan Pusat (CEC). Tuduhan itu menyatakan bahwa Qatar telah memberikan dana yang bertujuan meningkatkan partisipasi di komunitas Arab. Laporan tersebut tidak memastikan kebenaran tuduhan itu, dan Qatar membantahnya.
Hasil pemilu
Hasil akhir menegaskan bahwa blok Netanyahu maupun oposisi Yahudi tidak meraih mayoritas, menurut BBC Türkçe. Blok Netanyahu memperoleh 53 kursi. Blok yang dipimpin rivalnya, Gadi Eisenkot, memperoleh 48 kursi.
Dua aliansi Arab, Joint List dan Ra'am, meraih rekor 19 kursi dari 120 kursi di Knesset. BBC Türkçe menyebut hasil ini melampaui perkiraan dan terjadi setelah kenaikan partisipasi pemilih Arab.
Pada hari Kamis, Likud menyatakan para pemilih telah "disuap" untuk mendukung partai-partai Arab. Pernyataan itu dibuat setelah CEC meminta Shin Bet memeriksa apa yang disebutnya "kecurigaan serius tentang campur tangan asing", lapor BBC Türkçe. Joint List, yang mayoritas anggotanya warga Arab, menyatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.
Netanyahu dan Likud menyebut persoalan ini sebagai "gempa politik" dan "serangan terhadap demokrasi", menurut laporan yang sama. Mereka menyatakan tujuannya adalah menyingkirkan pemerintahan sayap kanan mereka dari kekuasaan.
Tanggapan Shin Bet dan penyelenggara pemilu
Shin Bet kemudian menyatakan penyelidikannya tidak ditujukan kepada seluruh komunitas yang memberikan suara secara sah, lapor BBC Türkçe. Dean Livne, direktur jenderal sementara CEC, mengatakan tuduhan adanya pelanggaran sistematis terhadap integritas pemilu "tidak berdasar".
Eisenkot, yang mengatakan telah diberi pengarahan tentang penyelidikan tersebut, menyebut "terlalu dini" untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, atau bahkan apakah sesuatu telah terjadi. Ia menuduh Netanyahu menjalankan kampanye terkoordinasi dan terorganisir untuk mendelegitimasi hasil pemilu.
Sami Abu Shehadeh, pemimpin partai Balad yang merupakan bagian dari Joint List, juga menolak tuduhan tersebut.
"Pihak yang kalah sedang membangun kampanye fitnah rasis dan menyerukan kepada dinas keamanan untuk menggunakan kekerasan guna membatalkan hasil pemilu." — Sami Abu Shehadeh, pemimpin partai Balad
Para pengkritik Netanyahu melihat perselisihan ini sebagai upaya menggambarkan partai-partai Arab sebagai tidak sah, menurut BBC Türkçe. Mereka menilai hal ini dapat membuat Eisenkot secara politik tidak mungkin bekerja sama dengan partai-partai tersebut.
Klaim di media sosial
Dalam unggahan di Telegram, Quds News Network menyatakan Likud menamai persoalan ini "Ra'amgate". Kanal tersebut menyebut ketua CEC telah memerintahkan Shin Bet untuk menyelidiki. Kanal itu juga menyatakan polisi tidak menemukan bukti kecurangan yang meluas dan Likud dilaporkan telah menyiapkan klaim pemilu "dicuri" sebelum pemungutan suara dimulai. Poin-poin ini berasal dari unggahan media sosial dan belum terverifikasi. BBC Türkçe menyebut CEC meminta Shin Bet untuk menyelidiki, bukan memerintahkannya.
BBC Türkçe juga melaporkan bahwa Netanyahu selama beberapa hari terakhir telah mengkritik pemilih dan partai Arab. Pada hari pemungutan suara, ia menulis di media sosial bahwa partisipasi warga Arab merupakan "keadaan darurat" dan "persoalan hidup dan mati" bagi kubu kanan Israel. Ia juga membagikan gambar yang dihasilkan kecerdasan buatan yang memperlihatkan pemilih Arab di tempat pemungutan suara, yang dimaksudkan untuk mendorong pemilih sayap kanan agar datang memilih.
Latar belakang
Warga Arab Israel sering menyebut diri mereka sebagai warga Palestina di Israel. Mereka membentuk sekitar seperlima dari populasi, menurut BBC Türkçe.
Selama bertahun-tahun, banyak dari mereka memboikot pemilu Israel. Mereka berpendapat bahwa memberikan suara akan melegitimasi sistem yang, menurut pandangan mereka, memperlakukan mereka sebagai warga kelas dua.
BBC Türkçe menyebut partisipasi mereka pada hari Selasa mencerminkan keinginan untuk menyingkirkan koalisi yang dipimpin Netanyahu, yang disebutnya sebagai pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah Israel.
Perkembangan berita
- 28 Oktober 2026Eisenkot: Israel memilih perubahan dan dia akan berupaya membentuk pemerintahan
- 28 Oktober 2026Komisi PBB temukan penganiayaan berbasis usia terhadap anak-anak Palestina di Tepi Barat
- 28 Oktober 2026Belanda mundur dari Eurovision 2027 terkait partisipasi Israel, klaim lembaga penyiaran
- 30 Oktober 2026Israel menuduh Qatar dan Turki atas partisipasi pemilih Arab, keduanya membantah tuduhan
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 30 Oktober 2026
- BBC Türkçetr · 29 Oktober 2026
- Quds News Network (Telegram)en · 29 Oktober 2026
- The New Araben · 29 Oktober 2026
- Al Jazeera Arabic (Telegram)ar · 30 Oktober 2026
- BBC News Arabicar · 30 Oktober 2026
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?