Skip to content
Zenga News

IRGC Iran: kapal tanker minyak terkena ranjau dan terbakar di bagian selatan Selat Hormuz

Angkatan laut Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah kapal tanker minyak menabrak ranjau laut pada Minggu malam. Ini merupakan insiden ketiga yang dilaporkannya dalam tiga hari. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Onur Irmako
Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Strait of Hormuz Transits
File photo: Strait of Hormuz Transits Foto: Wikideas1 / Wikimedia Commons · CC0

SELAT HORMUZ — Sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz pada Minggu malam, 18 Oktober, menurut angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Pernyataan IRGC dimuat oleh kantor berita semi-resmi Fars dan dilaporkan oleh Antara, dengan mengutip Anadolu, serta oleh Middle East Eye. Menurut Fars, ledakan menghantam ruang mesin kapal ketika kapal itu berusaha keluar dari jalur perairan tersebut.

"Sebuah kapal tanker minyak ilegal meledak dan terbakar di ruang mesinnya setelah menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz," kata Fars, mengutip IRGC.

Tuduhan IRGC

Angkatan laut IRGC mengatakan kapal tanker tersebut mematikan semua sistem penentuan posisi dan navigasinya sejak awal pelayarannya. Mereka juga menyatakan kapal itu mencoba menggunakan rute selatan yang menurut Iran tidak resmi.

Pasukan tersebut menuduh kapal itu melanggar peraturan maritim yang menurut Iran mengatur lintas di selat tersebut. Middle East Eye menyebut aturan ini sebagai aturan yang diberlakukan Iran.

IRGC juga mengeluarkan peringatan kepada kapal lain.

"Jika kapal yang melintasi Selat Hormuz dan Teluk Persia mematikan sistem navigasi dan identifikasi mereka, mereka akan ditindak dengan tegas dan keras." — Angkatan laut IRGC, sebagaimana dikutip Fars

Hal yang belum dikonfirmasi

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan nama kapal tanker itu. Menurut Antara, pernyataan itu tidak memberikan informasi tentang korban jiwa maupun tingkat kerusakan. Sumber yang ditinjau tidak mencakup konfirmasi dari pemilik kapal, negara bendera, ataupun otoritas maritim independen mana pun. Informasi mengenai insiden ini hanya berasal dari IRGC, yang disampaikan melalui media Iran.

Insiden sebelumnya

Pengumuman ini menyusul serangkaian laporan serupa. Pada Sabtu, 17 Oktober, angkatan laut IRGC mengatakan sebuah supertanker kedua, yang membawa lebih dari 2 juta barel minyak mentah, menabrak ranjau laut dan terbakar. Menurut IRGC, kapal tersebut berusaha melintasi selat melalui rute yang tidak diizinkan.

Sehari sebelumnya, IRGC melaporkan bahwa kapal tanker lain menabrak ranjau, menyebabkan ledakan dan kebakaran, menurut Antara.

Latar belakang

Amerika Serikat dan Israel telah berperang melawan Iran sejak 28 Februari, menurut Antara. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke sasaran di seluruh kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz. Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi di selat tersebut, lapor Antara. Pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai keamanan di perairan tersebut.

Selat ini merupakan jalur pelayaran strategis keluar dari kawasan Teluk. Liputan terkait Antara mencakup pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance bahwa harga bahan bakar dalam negeri akan naik jika Amerika Serikat meninggalkan selat tersebut. Sumber-sumber tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pernyataan itu.

Tidak ada komentar resmi lanjutan mengenai insiden Minggu tersebut dalam sumber yang tersedia.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait