GCC kecam serangan Houthi ke Arab Saudi seiring meningkatnya pertempuran di Yaman
Menteri luar negeri Teluk yang bertemu di Manama menyatakan dukungan kepada Arab Saudi, menurut Al Jazeera. Pertempuran di Yaman telah memaksa lebih dari 233.000 orang mengungsi, kata IOM.

MANAMA — Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Minggu mengecam serangan berulang kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman terhadap Arab Saudi, dan menyatakan dukungan kepada kerajaan tersebut, lapor Al Jazeera. Pertempuran di Yaman semakin intensif.
Menurut Al Jazeera, blok beranggotakan enam negara itu mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan menteri luar negeri di Manama, Bahrain. Anggotanya adalah Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota berarti serangan terhadap keenamnya, lapor Al Jazeera. Pernyataan itu juga mengacu pada perjanjian pertahanan bersama dan mendukung hak Arab Saudi untuk melindungi diri.
Drone dan langkah diplomatik
Al Jazeera menyebutkan bahwa koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi Houthi melaporkan telah menembak jatuh dua drone di dekat Riyadh dan di Provinsi Timur pada awal Minggu. Menurut laporan yang sama, koalisi juga mengatakan telah mencegat satu drone lain di dekat ibu kota beberapa jam sebelumnya. Koalisi tidak menyebutkan pihak yang meluncurkannya.
Para menteri Teluk menuduh Houthi melakukan serangan mematikan terhadap bandara sipil dan fasilitas vital, lapor Al Jazeera. Mereka menyerukan penegakan embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap kelompok tersebut secara lebih ketat. Mereka juga mendesak negara-negara untuk secara resmi menetapkan kelompok itu sebagai "organisasi teroris", menurut laporan tersebut.
Para menteri menyambut pernyataan 15 Oktober dari Dewan Keamanan PBB. Menurut Al Jazeera, pernyataan itu mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi serta ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional secara terpisah meminta Dewan Keamanan untuk bertindak terhadap serangan Houthi ke rumah-rumah dan fasilitas negara, kata Al Jazeera. Surat-suratnya dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepada Aglaia Balta, Presiden Dewan Keamanan untuk bulan Oktober. Menurut laporan tersebut, surat itu merujuk pada serangan terhadap istana presiden di Aden, tempat pemerintah untuk sementara berkedudukan.
Pada hari yang sama, Wakil Presiden UEA Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan bertemu Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman Al Saud di Abu Dhabi untuk membahas keamanan kawasan, lapor Al Jazeera, mengutip kantor berita negara UEA, WAM.
Pertempuran di lapangan
Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi sedang melancarkan serangan di beberapa front. Militer Yaman menyatakan Houthi menembakkan rudal ke arah kota Marib di tengah Yaman pada Minggu. Pasukan pemerintah melaporkan kemajuan di Taiz, lebih ke selatan.
Komandan yang berpihak kepada pemerintah menyebutkan delapan tentara tewas dalam pertempuran di Provinsi Lahij pada Sabtu, menurut Al Jazeera. Pasukan pemerintah juga mengklaim telah menewaskan 12 pejuang Houthi di Taiz selatan. Al Jazeera menyebutkan bahwa angka-angka tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan pertempuran telah membuat lebih dari 233.000 orang mengungsi, menurut Al Jazeera. Sekitar 121.000 di antaranya berada di Provinsi Taiz, tempat jalur pasokan terganggu.
Hadeel al-Yamani dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Taiz, mengatakan gas memasak tidak tersedia dan persediaan pangan menipis. Ia menyebutkan pasukan Houthi memblokir pasokan melalui pintu masuk barat kota. Kantor lokal yang memantau pengepungan itu menyebutkan harga pangan naik lima kali lipat, menurut laporan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 12 rumah sakit di Taiz hanya memiliki bahan bakar untuk empat hari lagi dan telah kehabisan perlengkapan bedah, lapor Al Jazeera. Oksigen dan obat-obatan juga sangat langka, dan kota itu tengah menghadapi wabah kolera, kata WHO.
Latar belakang
Menurut Al Jazeera, fase terbaru perang ini terjadi setelah Houthi merebut wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman bulan lalu. Pasukan pemerintah kemudian meluncurkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah dari Houthi, yang menguasai ibu kota, Sanaa, sejak 2014.
Perkembangan berita
- 18 Oktober 2026Bentrokan dilaporkan di Taiz dan Lahj, Yaman, saat pasukan pemerintah mengklaim merebut kembali Sanamat
- 18 Oktober 2026Enam orang terluka akibat proyektil yang jatuh di Najran, kata Pertahanan Sipil Saudi
- 18 Oktober 2026Houthi tembakkan delapan rudal balistik ke Kota Marib, lapor Al Jazeera Mubasher
- 18 Oktober 2026GCC kecam serangan Houthi ke Arab Saudi seiring meningkatnya pertempuran di Yaman
Sumber
Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?