Diplomat Eropa dan jurnalis AS diserang pemukim di Tepi Barat yang diduduki
Uni Eropa mengecam serangan pemukim terhadap diplomat dan warga Palestina di Tepi Barat selama musim panen zaitun. Israel menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober.

RAMALLAH, Tepi Barat yang diduduki — Uni Eropa pada hari Minggu mengecam serangan pemukim Israel terhadap diplomat Eropa, petani Palestina, dan seorang jurnalis di Tepi Barat yang diduduki, menurut Al Jazeera. Serangan tersebut terjadi selama musim panen zaitun.
Al Jazeera melaporkan lonjakan serangan pemukim dalam beberapa pekan terakhir. Menurut laporan itu, serangan tersebut meningkat menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober.
Serangan di dekat Taybeh
Pada hari Sabtu, pemukim menghadang delegasi Eropa yang mengunjungi para pemanen zaitun Palestina di dekat desa Taybeh, menurut Al Jazeera. Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan para pemukim menargetkan konsul jenderal Belgia, diplomat Prancis dan Polandia, serta perwakilan Katolik.
"Seorang wali kota Prancis diserang dan kendaraan Belgia rusak," kata Prevot. Ia mengaitkan insiden tersebut dengan "kebijakan permukiman ilegal" Israel dan mengatakan akan mendorong sanksi tambahan dari UE.
Wali kota tersebut, Bernard Baudoux, kepada AFP mengatakan serangan itu menunjukkan "adanya toleransi dari pihak pemerintah Israel" terhadap kekerasan pemukim.
Video yang dibagikan aktivis Amit Orfali memperlihatkan Baudoux duduk di tanah dan bersandar pada sebuah kendaraan, menurut Al Jazeera. Rekaman lain memperlihatkan pemuda bermasker mengetuk jendela mobil dan meminta identitas. Pria bermasker yang membawa tongkat terlihat dari kejauhan. Orfali mengatakan para pria itu "mengancam akan membunuh kami".
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot meminta Israel menangkap "pemukim ekstremis" dan membawa mereka ke pengadilan. Dalam unggahan di X, ia mengatakan Israel harus "menjamin keselamatan penduduk sipil".
Tanggapan Israel
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan di X bahwa laporan tersebut "dugaan" dan memerlukan "bukti yang kuat", menurut Al Jazeera. Media itu mencatat bahwa kantor tersebut mengakui adanya rekaman insiden yang telah dipublikasikan.
UE mengatakan telah mencermati pernyataan sejumlah perwakilan Israel yang mengecam serangan tersebut. "Kami mengharapkan akuntabilitas penuh serta langkah efektif untuk mencegah tindak kekerasan yang terus berlanjut," kata UE dalam pernyataannya. UE merujuk pada kekerasan terhadap warga Palestina selama musim panen dan terhadap jurnalis.
Serangan terhadap jurnalis
Heidi Levine, 64 tahun, jurnalis Amerika yang bekerja lepas untuk Washington Post, juga diserang pada hari Sabtu, menurut Al Jazeera. Saksi mengatakan ia terjatuh ke tanah lalu dipukuli.
Jurnalis independen Jasper Nathaniel kepada Al Jazeera mengatakan ia melihat orang-orang mengepungnya, "memukulinya, memukul dengan tongkat, merampoknya". Levine kepada wartawan mengatakan para penyerangnya "terus menendang saya dan menendang saya, mungkin sekitar 50 kali".
Ia mengenakan rompi bertuliskan "PERS". Washington Post melaporkan bahwa kamera dan telepon genggamnya diambil.
Petani terluka di Burqa
Dalam laporan terpisah, Quds News Network melalui unggahan di Telegram menyebutkan petani Palestina-Amerika Haitham Nawabit, 47 tahun, memerlukan sekitar 200 jahitan akibat luka di kepala. Kanal itu mengatakan pemukim menyerangnya ketika ia memanen zaitun di Burqa, sebelah timur laut Ramallah. Laporan ini belum terverifikasi.
Dalam unggahan tersebut Nawabit dikutip mengatakan sekitar 50 pemukim menyerang para petani dengan batu dan pentungan. Ia mengatakan kehilangan kesadaran dan kemudian melihat lima pemukim memukulinya dengan tongkat. Kanal itu melaporkan luka di kepala, tangan, kaki, dan punggungnya.
Latar belakang
Panen zaitun setiap musim gugur membawa petani Palestina ke area dekat permukiman dan sering kali berhadapan dengan pemukim. Al Jazeera mengatakan ini bukan pertama kalinya pemukim menyerang pejabat asing atau tokoh Palestina terkemuka di Tepi Barat. Israel sejauh ini belum menanggapi laporan-laporan individual tersebut di luar pernyataan yang dikutip di atas.
Perkembangan berita
- 18 Oktober 2026Utusan PBB desak Israel izinkan komite teknokratis masuk ke Gaza
- 18 Oktober 2026Pemakaman massal digelar di Al-Daraj, Kota Gaza, untuk 75 orang yang dievakuasi dari reruntuhan
- 18 Oktober 2026Netanyahu: Israel akan luncurkan operasi ofensif besar di Tepi Barat
- 18 Oktober 2026Diplomat Eropa dan jurnalis AS diserang pemukim di Tepi Barat yang diduduki
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?