Skip to content
Zenga News

Al-Azhar serukan komite mediasi mendesak untuk hentikan konflik regional

Al-Azhar Mesir pada Minggu menyerukan dibentuknya komite mediasi yang terdiri atas perwakilan Arab dan Muslim untuk meredakan konflik di kawasan. Lembaga itu menyatakan siap mendukung kerja badan tersebut.

Onur Irmako
Zenga News Desk Iman & Masyarakat · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Cairo - Islamic district - Al Azhar Mosque and University
File photo: Cairo - Islamic district - Al Azhar Mosque and University Foto: Daniel Mayer / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

KAIRO — Al-Azhar, lembaga Sunni terkemuka di Mesir, pada Minggu malam menyerukan dibentuknya komite mediasi mendesak yang terdiri atas perwakilan dari negara-negara Arab dan Muslim untuk meredakan konflik di kawasan, sebagaimana tertera dalam pernyataan dari imam besarnya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Imam Besar Ahmed al-Tayeb pada 18 Oktober 2026. Al Arabiya melaporkannya melalui unggahan di Telegram pada hari yang sama, dan menggambarkan badan yang diusulkan itu sebagai komite "orang-orang bijak". Surat kabar Mesir Mansheet juga memberitakan pernyataan tersebut, dengan mengutip situs Al-Shorouk Online.

Isi pernyataan

Al-Tayeb menyerukan dibentuknya "komite mediasi dan de-eskalasi" yang beranggotakan perwakilan dari "berbagai negara Arab dan Islam". Pernyataan itu menggambarkan para anggotanya sebagai orang-orang yang tulus dan bijaksana, serta mengutamakan perdamaian dan stabilitas.

Menurut teks yang dilaporkan Mansheet, komite tersebut akan ditugaskan untuk melakukan "tindakan segera" guna meredakan krisis dan konflik, mendekatkan pandangan, serta mengakhiri perselisihan di antara umat Islam. Pernyataan itu menyebutkan bahwa langkah ini harus menjaga kekuatan dan kedaulatan dunia Arab serta melindungi nyawa rakyatnya.

Al-Tayeb juga mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk mengedepankan semangat persaudaraan. Ia menyebutkan ikatan agama, darah, dan bahasa. Ia menyerukan "penghentian segera dan menyeluruh atas segala tindakan perang dan pertempuran".

Ia memperingatkan bahwa perpecahan dan saling bermusuhan adalah "penyebab utama" melemahnya umat Islam. Pernyataan itu menyebutkan hal ini membuat kesucian umat Islam dilanggar dan mengundang bangsa lain untuk menyerang mereka. Menurut pernyataan tersebut, umat Islam paling membutuhkan persatuan pada saat ini.

Al-Azhar menyatakan siap memberikan dukungan "sepenuhnya" bagi upaya komite. Lembaga itu menyatakan keyakinannya bahwa semua pihak dapat mengatasi perbedaan mereka dan "membalik halaman masa lalu".

Pernyataan itu mengutip dua ayat Al-Qur'an. Yang pertama adalah Surah Ali 'Imran ayat 103, tentang berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah. Yang kedua adalah Surah Al-Hujurat ayat 9, yang menyerukan perdamaian antara dua kelompok beriman yang saling berperang. Pernyataan itu juga mengutip sabda yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad yang memperingatkan umat Islam agar tidak saling memerangi.

Yang belum terkonfirmasi

Laporan yang tersedia tidak menyebutkan nama konflik atau negara yang dimaksud dalam seruan tersebut. Pernyataan itu berbicara tentang "konflik dan perselisihan berdarah" yang disebutnya telah merugikan keamanan nasional dan mengguncang stabilitas kawasan. Pernyataan itu tidak mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Sumber-sumber tidak menyebutkan siapa yang akan membentuk atau menggelar komite tersebut, bagaimana anggotanya akan dipilih, atau apakah pemerintah atau organisasi mana pun telah memberikan tanggapan. Mansheet menyebutkan bahwa pihak berwenang masih memverifikasi rincian. Menurut laporan itu, pernyataan resmi tetap menjadi rujukan utama untuk perkembangan lebih lanjut.

Latar belakang

Al-Tayeb membingkai seruan tersebut sebagai bagian dari "tanggung jawab historis dan keagamaan" Al-Azhar terhadap perjuangan bangsa Arab dan Islam. Al-Azhar berpusat di Kairo, dan imam besarnya merupakan tokoh tertingginya.

Unggahan Telegram dari Al Arabiya adalah konten media sosial dan dikutip di sini hanya untuk judulnya serta fakta bahwa unggahan itu memberitakan seruan tersebut. Isi pernyataan berasal dari teks yang dimuat Mansheet.

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?