Parlemen Iran setujui Mehrdad Akhlaqi sebagai menteri pertahanan baru
Anggota parlemen memberikan 237 suara setuju dan 15 suara menolak untuk Mehrdad Akhlaqi Ketabchi, lapor Anadolu Agency. Ia memperingatkan respons luas terhadap serangan baru AS-Israel.
ISTANBUL — Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan baru negara itu pada Minggu, menurut laporan Anadolu Agency yang mengutip siaran pemerintah IRIB.
Menurut Anadolu, Akhlaqi memperoleh 237 suara setuju dan 15 suara menolak. Tidak ada suara abstain. Sebanyak 277 suara diberikan dalam sidang parlemen yang digelar melalui konferensi video.
Anadolu melaporkan bahwa anggota parlemen memberikan suara setelah mendengar argumen dari para pendukung dan penentang Akhlaqi. Mereka juga meninjau rencana kerjanya untuk Kementerian Pertahanan.
Peringatan soal kemungkinan serangan baru
Anadolu menyebutkan Akhlaqi menyampaikan pidato di hadapan anggota parlemen sebelum pemungutan suara. Menurut kantor berita tersebut, ia memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons yang "mengejutkan dan luas" jika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan lagi terhadap negara itu.
"Jika musuh Amerika-Zionis sekali lagi melakukan kesalahan perhitungan, respons bangsa Iran dan para pejuang Islam akan mengejutkan dan luas," kata Akhlaqi, seperti dikutip Anadolu.
Kantor berita itu melaporkan bahwa ia menambahkan Washington dan sekutunya akan menanggung tanggung jawab atas setiap konsekuensi regional maupun internasional.
Prioritas
Anadolu melaporkan bahwa Akhlaqi mengatakan dirinya telah masuk dalam apa yang ia sebut "daftar pembunuhan" musuh-musuhnya selama 35 tahun. Ia berjanji akan semakin memperkuat apa yang oleh Iran disebut "poros perlawanan".
Menurut kantor berita tersebut, ia menyebutkan tiga prioritas untuk kementerian:
- memperluas produksi pertahanan di seluruh jaringan industri Iran;
- meningkatkan riset;
- menyesuaikan struktur kementerian dengan ancaman keamanan saat ini.
Anadolu tidak melaporkan reaksi dari Amerika Serikat maupun Israel terhadap pengangkatannya ataupun pernyataannya. Kantor berita itu juga tidak memberikan rincian argumen dari mereka yang menentangnya di parlemen.
Latar belakang
Anadolu menyebutkan Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan awal AS-Israel terhadap Iran pada 28 Feb. Majid Ebn al-Reza sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan ad interim setelah kematian Nasirzadeh, menurut kantor berita tersebut.
Anadolu menggambarkan Akhlaqi sebagai pejabat senior Kementerian Pertahanan yang telah lama berkarier di sana. Ia sebelumnya memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran. Menurut Anadolu, ia terkena sanksi AS karena keterlibatannya dalam kegiatan terkait rudal Iran.
Rincian dalam laporan ini berasal dari satu sumber, Anadolu Agency, yang pada gilirannya mengaitkan hasil pemungutan suara dengan IRIB. Zenga News belum memverifikasi secara independen angka-angka maupun pernyataan yang dikaitkan dengan Akhlaqi.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?