Skip to content
Zenga News

Kementerian Palestina mencatat 3.522 pohon buah rusak di Tepi Barat dalam sepekan panen zaitun

Kementerian Pertanian Palestina menyatakan pasukan Israel dan pemukim merusak sedikitnya 3.522 pohon buah antara 8 dan 15 Oktober. Sumber lokal melaporkan serangan lanjutan terhadap para pemanen pada hari Sabtu.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Israeli and palestinian olive harvesters in the village of Qafin , northern West Bank, Palestine
File photo: Israeli and palestinian olive harvesters in the village of Qafin , northern West Bank, Palestine Foto: Orrling / Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0

NABLUS — Pasukan Israel dan pemukim merusak sedikitnya 3.522 pohon buah di Tepi Barat yang diduduki antara 8 dan 15 Oktober, dengan kerugian lebih dari $1,9 juta, demikian disampaikan Kementerian Pertanian Palestina dalam laporan mingguannya.

Kementerian menyebut pemukim meningkatkan serangan terhadap petani dan tanaman selama musim panen zaitun. Menurut kementerian, sedikitnya 2.667 pohon zaitun rusak, sekitar tiga perempat dari pohon yang tercakup dalam survei mereka.

Menurut laporan tersebut, kerusakan meliputi pohon yang ditebang, dicabut, atau dibakar. Laporan itu juga mencatat pencurian dan perampasan zaitun, serta perusakan fasilitas pertanian dan jaringan irigasi. Kementerian menyebut pemukim mencuri 8.612 kilogram zaitun, sekitar 8,6 ton.

Kementerian juga menyatakan para petani dihalangi untuk mencapai lahan mereka. Hal ini mengancam kemampuan mereka untuk memanen, pada saat ribuan keluarga Palestina bergantung pada musim ini sebagai sumber penghasilan.

Menurut kementerian, Governorat Hebron mencatat kerugian terbesar, diperkirakan sekitar $455.000. Jenin menyusul dengan sekitar $452.000. Sisa kerugian tersebar di wilayah lain.

Insiden pada hari Sabtu

Sumber lokal dan medis memberikan keterangan lanjutan pada hari Sabtu, sebagaimana dilaporkan Arab News. Keterangan ini belum diverifikasi secara independen.

Sejumlah warga Palestina menderita gangguan napas akibat gas air mata di Desa Salem, timur Nablus, setelah pasukan Israel menembakkan kaleng gas ke arah petani dan menghalangi mereka mencapai lahan mereka. Sumber medis menyebut awak ambulans menangani beberapa orang yang mengalami kesulitan bernapas.

Di sebelah timur Burin, selatan Nablus, pemukim dilaporkan menyerang para pemanen zaitun, mencuri hasil panen dan peralatan, serta menembakkan amunisi tajam.

Di Beit Furik, timur Nablus, pemukim menebang dan merusak puluhan pohon zaitun di kawasan Al-Sahl, menurut laporan yang sama. Pada waktu yang sama, pasukan Israel menggerebek bagian timur kota, menyerang para pemanen, dan menahan sejumlah keluarga, menurut laporan tersebut.

Wali Kota Beit Furik Yousef Hannani mengatakan beberapa warga mengalami patah tulang dan memar setelah dikejar pasukan Israel. Seorang perempuan kehilangan kesadaran, menurut laporan tersebut, dan para korban dibawa ke pusat medis kota.

Pemukim juga menyerang para pemanen di Osarin, Lubban Al-Sharqiya, dan Asira Al-Qibliya, selatan Nablus, dan memaksa mereka meninggalkan lahan, menurut laporan tersebut. Sumber menyebut bahwa di kawasan Wadi Abwein, pemukim menyerang para pemanen untuk hari ketiga berturut-turut, mencuri zaitun dan peralatan, serta memaksa petani pergi.

Di Jaba', selatan Jenin, pasukan Israel menahan seorang pria Palestina yang sedang memetik zaitun di dekat pos permukiman baru di antara Jaba' dan Sanur, menurut sumber lokal. Pemukim mulai melakukan pekerjaan tanah beberapa hari lalu di lokasi bekas kamp militer Sanur, yang ditinggalkan tentara Israel pada 2005, menurut sumber tersebut.

Laporan yang tersedia tidak mencantumkan tanggapan dari otoritas Israel maupun perwakilan pemukim atas keterangan-keterangan ini.

Latar belakang

Laporan kementerian untuk 1 hingga 8 Oktober mencatat kerugian langsung sekitar $3.678.000 dan kerusakan pada 3.192 pohon zaitun di tujuh governorat, menurut The New Arab. Jenin merupakan wilayah yang paling terdampak pada minggu tersebut.

Panen zaitun merupakan sumber penghasilan dan lapangan kerja utama di banyak desa Palestina, menurut laporan tersebut. Panen ini menopang puluhan ribu keluarga, baik sebagian maupun seluruhnya. Aktivitas pemukim belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga tentang keamanan lahan dan panen mereka, menurut Arab News.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026Kelompok pemukim Israel dirikan pos di dekat perbatasan Gaza dan desak pindah ke dalam wilayah kantong
  2. 18 Oktober 2026US ambassador urges Israel to prosecute attackers of Washington Post photographer in West Bank
  3. 18 Oktober 2026AS desak Israel tekan serangan pemukim di Tepi Barat, kata Rubio
  4. 18 Oktober 2026Pemukim Israel serang petani dan jurnalis Palestina saat panen zaitun berlangsung

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait