Skip to content
Zenga News

Kekurangan air di Gaza makin parah akibat blokade ketika pembatasan barang memasuki hari kelima

Sebuah unggahan Telegram dari lembaga penyiaran Turki menyebutkan bahwa perempuan dan anak-anak kesulitan mendapatkan air minum di Gaza. Al Jazeera melaporkan kenaikan harga pangan setelah Israel menghentikan pengiriman barang komersial.

Zenga News Desk Timur Tengah · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 3 menit baca
File photo: Images from Gaza war 2023-2025
File photo: Images from Gaza war 2023-2025 Foto: Jaber Jehad Badwan / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

GAZA CITY — Kekurangan air semakin parah di Gaza di bawah blokade yang terus berlangsung, menurut sebuah unggahan di Telegram pada hari Minggu, ketika pembatasan Israel terhadap barang komersial memasuki hari kelima dan harga pangan naik, lapor Al Jazeera.

Dalam unggahan tersebut, TRT Arabi mengatakan gambar-gambar memperlihatkan perempuan dan anak-anak kesulitan memperoleh air minum. Disebutkan bahwa air sangat langka dan kondisi kehidupan memburuk di Jalur Gaza. Unggahan itu tidak mencantumkan angka atau lokasi, dan klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Harga pangan naik

Secara terpisah, Al Jazeera melaporkan pada 18 Oktober bahwa harga barang-barang pokok di Gaza naik setiap hari. Disebutkan bahwa harga tepung, telur, bawang, dan bahan pokok lainnya meningkat tajam sejak hari Rabu. Pada hari itu, Israel menyatakan bahwa barang komersial tidak lagi akan masuk ke wilayah tersebut.

Menurut Al Jazeera, langkah itu menyusul perselisihan mengenai biaya yang melibatkan pedagang Palestina dan Hamas, yang masih memegang sebagian kewenangan di Jalur Gaza.

Ismail al-Barawi, 52 tahun, dari Jabalia di Gaza utara, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa harga naik dalam waktu dua hingga tiga hari setelah perlintasan ditutup. Ia mengatakan harga satu karton telur naik dari 35 shekel ($11,34) menjadi antara 60 dan 70 shekel ($18 hingga $21). Harga satu kilogram bawang naik dari lima atau enam shekel menjadi antara delapan dan 10 shekel, katanya.

Ia mengatakan kini membeli dalam jumlah lebih sedikit. Alih-alih satu karton penuh berisi 30 butir telur, ia mungkin hanya membeli empat atau lima butir.

"Sebagian orang bahkan tidak mampu memberi makan diri mereka sendiri selama sehari. Berapa banyak yang bisa mereka simpan atau setok ketika tidak punya uang?" ujarnya.

Al-Barawi mengatakan ia menanggung keluarga besar yang beranggotakan 11 atau 12 orang. Ia memperkirakan satu karung tepung 50 kg dapat berharga 200 bahkan 300 shekel jika perlintasan tetap ditutup.

Ia juga menjelaskan keterbatasan dalam menyetok barang. Sayuran segar dapat busuk dalam hitungan hari, katanya, dan listrik yang tidak menentu menyulitkan penyimpanan daging dalam waktu lama.

Perselisihan biaya

Kantor Media Pemerintah Gaza menolak penjelasan Israel mengenai penangguhan tersebut pada hari Kamis, menurut Al Jazeera. Kantor itu membantah bahwa otoritas di Gaza memberlakukan pajak atau biaya pemerintah atas truk komersial.

Kantor itu menyatakan bahwa jumlah 10.000 shekel ($3.242) yang disebut Israel terkait dengan dana komunitas sukarela. Dana tersebut, katanya, ditujukan untuk mendukung keluarga rentan dan proyek bantuan keuangan.

Kantor itu juga mengatakan bahwa ketentuan yang mewajibkan tarif 30 persen untuk transaksi tunai telah diberlakukan sesuai kesepakatan dengan Kamar Dagang. Teks Al Jazeera mengenai poin ini terpotong dalam materi yang tersedia.

Yang belum terkonfirmasi

Unggahan TRT Arabi adalah satu-satunya sumber dalam materi yang tersedia yang menyebut kekurangan air. Unggahan itu tidak menyebutkan berapa banyak orang yang terdampak ataupun lokasinya. Tidak ada data resmi mengenai pasokan air yang disertakan. Pernyataan Israel sendiri mengenai penangguhan tersebut hanya dijelaskan melalui Al Jazeera dan tanggapan Kantor Media Pemerintah Gaza.

Latar belakang

Al Jazeera menyebutkan bahwa ratusan ribu warga Palestina di Gaza telah jatuh miskin sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Disebutkan pula bahwa pendapatan menyusut dan harga barang-barang pokok naik seiring Israel memperketat pengepungannya.

Al-Barawi menggambarkan siklus yang berulang, ketika ketidakpastian mengenai status perlintasan diikuti oleh kenaikan harga. Ia mengatakan para pedagang menaikkan harga begitu mendengar perlintasan mungkin tetap ditutup, yang memperparah dampak kekurangan yang sebenarnya.

Al Jazeera menyebutkan bahwa keluarga yang tidak memiliki uang untuk membeli dalam jumlah besar akan paling terdampak jika perbatasan tetap ditutup.

Perkembangan berita

  1. 18 Oktober 2026Kota Gaza memakamkan 75 jenazah yang dievakuasi dari reruntuhan rumah-rumah yang hancur pada awal perang
  2. 18 Oktober 2026Tiga pelajar tewas akibat tembakan Israel di Gaza dalam 24 jam, kata kementerian pendidikan
  3. 18 Oktober 2026Kekurangan air di Gaza makin parah akibat blokade ketika pembatasan barang memasuki hari kelima
  4. 18 Oktober 2026Utusan PBB desak Israel izinkan komite teknokratis masuk ke Gaza

Sumber

Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?

Liputan terkait