Skip to content
Zenga News

Dewan Eropa peringatkan perusahaan terkait keterlibatan dalam pembangunan permukiman E1 Israel

Dewan Eropa memperingatkan perusahaan bahwa mereka dapat menghadapi "konsekuensi hukum, ekonomi, dan reputasi" jika ikut serta dalam pembangunan permukiman E1 di Tepi Barat yang diduduki, demikian dilaporkan Middle East Eye.

Zenga News Desk Eropa & Amerika · Disunting oleh Onur Irmako · Diperbarui · 2 menit baca
File photo: Ma'ale Adumim, Derech HaGai
File photo: Ma'ale Adumim, Derech HaGai Foto: B1408 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

TEPI BARAT — Dewan Eropa pada Jumat memperingatkan perusahaan bahwa mereka dapat menghadapi "konsekuensi hukum, ekonomi, dan reputasi" jika terlibat dalam pembangunan permukiman E1 di Tepi Barat yang diduduki Israel, menurut Middle East Eye.

Media tersebut menggambarkan peringatan itu sebagai intervensi besar. Menurut laporan itu, pernyataan tersebut berasal dari badan yang menetapkan arah politik Uni Eropa. Media itu juga menyebutkan bahwa peringatan tersebut disampaikan beberapa hari sebelum tenggat penawaran pada 19 Oktober untuk salah satu tender konstruksi E1.

Seruan Dewan terhadap Israel

Menurut Middle East Eye, Dewan Eropa juga mendesak Israel untuk mengubah arah kebijakannya. Media tersebut mengutip pernyataan Dewan yang menyerukan "Israel untuk segera membatalkan perluasan permukiman, yang ilegal menurut hukum internasional, termasuk dengan menarik tendernya untuk konstruksi di kawasan E1."

Laporan Middle East Eye tidak menyebutkan perusahaan mana, jika ada, yang sedang mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran. Laporan itu juga tidak menyebut nama perusahaan yang mungkin menjadi sasaran peringatan tersebut. Selain itu, laporan itu tidak menjelaskan bagaimana "konsekuensi hukum, ekonomi, dan reputasi" tersebut akan diterapkan.

Laporan itu tidak memuat tanggapan dari pemerintah Israel terhadap pernyataan Dewan Eropa. Middle East Eye juga tidak menyebutkan apakah ada perusahaan yang memberikan komentar atas peringatan tersebut.

Waktu tender

Middle East Eye melaporkan bahwa peringatan itu disampaikan tidak lama sebelum tenggat penawaran pada 19 Oktober. Media tersebut menyebut "salah satu tender konstruksi permukiman E1", yang menunjukkan bahwa lebih dari satu tender terkait dengan proyek ini. Laporan itu tidak memberikan rincian mengenai tender lainnya.

Laporan itu juga tidak menyebutkan berapa banyak perusahaan yang telah menunjukkan minat terhadap tender tersebut atau nilai kontraknya. Rincian tersebut belum dikonfirmasi berdasarkan materi yang tersedia.

Latar belakang

Menurut Middle East Eye, rencana E1 pemerintah Israel mencakup pembangunan ribuan unit perumahan baru antara Yerusalem dan permukiman Tepi Barat yang sudah ada, Maale Adumim. Media itu menyebut Maale Adumim berjarak 7 km di sebelah timur kota tersebut.

Middle East Eye menyebut rencana itu bertujuan menghubungkan permukiman di Tepi Barat dengan Yerusalem Timur yang diduduki. Media itu menyatakan rencana tersebut secara efektif akan membelah Tepi Barat menjadi dua dan membuat negara Palestina tidak layak. Penilaian ini disampaikan dalam pemberitaan Middle East Eye sendiri. Media tersebut tidak mengaitkannya dengan pejabat atau analis yang disebutkan namanya.

Dewan Eropa, sebagaimana dikutip Middle East Eye, menggambarkan permukiman sebagai ilegal menurut hukum internasional. Laporan media itu tidak memaparkan dasar hukum untuk posisi tersebut maupun mengutip putusan atau perjanjian tertentu.

Middle East Eye juga menautkan laporan sebelumnya miliknya, yang berjudul peringatan Dewan Eropa kepada perusahaan agar tidak membiayai pembangunan permukiman E1 di Tepi Barat. Ringkasan yang tersedia tidak memuat isi artikel sebelumnya tersebut.

Seluruh rincian dalam laporan ini berasal dari satu sumber, Middle East Eye, dan belum dikonfirmasi secara independen oleh Zenga News. Teks lengkap pernyataan Dewan Eropa tidak termasuk dalam materi yang ditinjau.

Perkembangan berita

  1. 17 Oktober 2026Kementerian Palestina mencatat 3.522 pohon buah rusak di Tepi Barat dalam sepekan panen zaitun
  2. 18 Oktober 2026Dewan Eropa peringatkan perusahaan terkait keterlibatan dalam pembangunan permukiman E1 Israel
  3. 18 Oktober 2026Kelompok pemukim Israel dirikan pos di dekat perbatasan Gaza dan desak pindah ke dalam wilayah kantong
  4. 18 Oktober 2026US ambassador urges Israel to prosecute attackers of Washington Post photographer in West Bank

Sumber

Laporan ini didasarkan pada pernyataan resmi atau sumber di bawah, dan setiap klaim dikaitkan dengannya.

AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI

Menemukan kesalahan?