AS kirim 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara Israel, lapor KAN
Lembaga penyiaran publik Israel menyebut pesawat-pesawat itu mendarat di Negev saat AS dan Israel bersiap menghadapi kemungkinan operasi terhadap Iran. Seorang pejabat Israel mengatakan belum ada keputusan yang diambil.

TEL AVIV — Amerika Serikat telah mengirim 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara di Israel selatan, lapor lembaga penyiaran publik Israel KAN pada Kamis, ketika Washington dan Israel bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran.
Menurut KAN, pesawat-pesawat itu mendarat di pangkalan udara Ovda dan Nevatim di kawasan Negev. Laporan tersebut juga disampaikan oleh Middle East Eye dan oleh media Indonesia Republika, yang mengutip kantor berita Anadolu dari Turki.
Dari lokasi, di media sosial
KAN juga melaporkan bahwa beberapa pesawat militer AS lainnya dikirim ke pangkalan di kawasan lain, termasuk di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Menurut versi laporan yang tersedia bagi Zenga News, lembaga penyiaran itu tidak menyebutkan jumlah pesawat yang dikirim ke masing-masing negara.
Pernyataan pejabat Israel
Seorang pejabat Israel kepada KAN menyatakan bahwa kedua negara bekerja sama erat. "Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi secara erat, dan meskipun belum ada keputusan mengenai hal ini, Amerika dan Israel sedang bersiap untuk keputusan apa pun yang diambil Presiden Donald Trump," kata pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Middle East Eye. Kutipan ini berasal dari laporan berbahasa Inggris. Republika memuat pernyataan yang sama dalam bahasa Indonesia.
Menurut Republika, pejabat tersebut tidak menyebutkan bentuk keputusan semacam itu maupun kapan keputusan itu mungkin diambil. Pejabat tersebut tidak disebutkan namanya dalam kedua laporan.
Titik keberangkatan
Republika melaporkan bahwa pesawat-pesawat itu berangkat dari Fort Bliss di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Republika menggambarkan lokasi tersebut sebagai salah satu pusat pertahanan udara terbesar militer AS, dengan fasilitas untuk rudal pencegat dan baterai pertahanan udara. Ringkasan Middle East Eye atas laporan KAN tidak menyebutkan titik keberangkatan, sehingga rincian ini hanya bersumber dari laporan Republika.
Yang belum dikonfirmasi
Republika menyatakan belum ada konfirmasi resmi dari Amerika Serikat mengenai persiapan di pangkalan-pangkalan tersebut. Republika juga menyebutkan bahwa muatan yang dibawa pesawat-pesawat itu belum diketahui, dan keputusan akhir Washington mengenai serangan apa pun terhadap Iran belum diketahui.
Laporan-laporan tersebut menggambarkan penempatan ini sebagai persiapan untuk kemungkinan operasi. Laporan itu tidak menyatakan bahwa serangan telah diperintahkan atau bahwa tanggal telah ditetapkan. Zenga News belum memverifikasi secara independen pergerakan pesawat tersebut. Informasi berasal dari pemberitaan KAN dan dari seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya dan dikutip oleh lembaga penyiaran tersebut.
Tidak ada pernyataan dari pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Israel, maupun Iran dalam laporan sumber. Yordania, Arab Saudi, dan Qatar juga tidak dikutip terkait kedatangan pesawat Amerika di pangkalan di wilayah mereka.
Latar belakang
Menurut Republika, KAN melaporkan pada awal pekan ini bahwa Washington telah memperingatkan negara-negara Teluk tentang kemungkinan kampanye militer terbatas dan singkat terhadap Iran. Rincian peringatan tersebut, termasuk negara mana saja yang menerimanya dan isinya, tidak tersedia dalam materi yang ada.
KAN juga melaporkan, menurut Republika, bahwa militer AS telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan udara di kawasan Teluk. Sistem Patriot digunakan untuk mencegat rudal dan pesawat yang datang. Laporan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak sistem yang dipindahkan atau di mana sistem itu ditempatkan.
Secara keseluruhan, laporan-laporan tersebut menggambarkan serangkaian pergerakan militer AS ke Israel dan lokasi-lokasi di Teluk selama beberapa hari. Pergerakan itu belum dikonfirmasi oleh pejabat yang bersedia disebutkan namanya. Pernyataan pejabat Israel bahwa "belum ada keputusan" adalah satu-satunya komentar langsung mengenai status perencanaan apa pun.
Artikel Republika dipublikasikan pada 29 Oktober 2026, hari Kamis, dan pembaruan Middle East Eye menyusul pada dini hari 30 Oktober, menurut tanda waktu di halaman mereka. Kedua media itu mengaitkan klaim utama kepada KAN.
Laporan-laporan ini menyisakan beberapa pertanyaan terbuka, antara lain apa yang dibawa pesawat-pesawat kargo itu, apakah sistem Patriot dan pergerakan pesawat tersebut saling berkaitan, dan keputusan apa yang diperkirakan akan diambil Presiden Donald Trump. Pernyataan pejabat Israel hanya menyebutkan bahwa kedua negara akan bersiap untuk keputusan apa pun yang ia ambil.
Zenga News akan memperbarui laporan ini jika Amerika Serikat, Israel, atau pemerintah lain di kawasan itu memberikan komentar.
Sumber
Laporan ini ditulis dari sumber di bawah dan diperiksa dengan sedikitnya dua di antaranya.
AIDisusun dengan bantuan AI dari sumber di bawah.Cara kami menggunakan AI
Menemukan kesalahan?